Lompat ke isi

Idoksuridin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Idoksuridin adalah obat antivirus herpes. Obat ini adalah analog nukleosida, bentuk modifikasi dari deoksiuridin, yang cukup mirip untuk dimasukkan ke dalam replikasi DNA virus, tetapi atom iodin yang ditambahkan ke komponen urasil menghalangi pasangan basa. Obat ini hanya digunakan secara topikal karena bersifat kardiotoksik. Obat ini disintesis oleh William Prusoff pada akhir tahun 1950-an. Awalnya dikembangkan sebagai obat antikanker, kemudian menjadi obat antivirus pertama pada tahun 1962.

Kegunaan klinis

Idoksuridin terutama digunakan secara topikal untuk mengobati keratitis herpes simpleks. Lesi epitel, terutama serangan awal yang muncul dengan ulkus dendritik, paling responsif terhadap terapi, sedangkan infeksi dengan keterlibatan stroma kurang responsif. Idoksuridin tidak efektif terhadap virus herpes simpleks tipe 2 dan virus varicella-zoster.

Efek samping

Efek samping umumnya meliputi iritasi, penglihatan kabur, dan fotofobia.

Formulasi dan dosis

Idoksuridin tersedia dalam bentuk salep mata 0,5% atau larutan mata 0,1%. Dosis salep adalah setiap 4 jam pada siang hari dan sekali sebelum tidur. Dosis larutan adalah 1 tetes di kantung konjungtiva setiap jam pada siang hari dan setiap 2 jam pada malam hari sampai perbaikan definitif, kemudian 1 tetes setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam pada malam hari. Terapi dilanjutkan selama 3-4 hari setelah penyembuhan selesai, seperti yang ditunjukkan oleh pewarnaan fluoresein.

Sintesis

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26920826 (2025-02-13T20:55:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.