Lompat ke isi

Integral tak tentu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dalam kalkulus, Integral tak tentu (), atau disebut sebagai antiturunan[1] atau antiderivatif () adalah suatu bentuk operasi pengintegralan suatu fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. Fungsi ini belum memiliki nilai pasti (berupa variabel) sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak tentu ini disebut "integral tak tentu".

Bila fungsi F adalah integral tak tentu dari suatu fungsi f maka berlaku F'= f.

Proses untuk memecahkan antiderivatif adalah antidiferensiasi. Antiderivatif yang terkait dengan pasti integral melalui "Teorema dasar kalkulus", dan memberikan cara mudah untuk menghitung integral dari berbagai fungsi.

Contoh

Sebagai contoh, F(x)=x33 adalah antiturunan dari fungsi f(x)=x2, sebab turunan dari x33 adalah x2 serta turunan dari konstanta adalah nol. Ketika mencari integral tak tentu dari x2, maka akan ada tak berhingga banyaknya antiturunan, seperti x33,x33+1,x332, dst. Dengan demikian, semua integral tak tentu dari x2 dapat diperoleh dengan mengubah nilai di F(x)=x33+c, dengan menyatakan sebarang konstanta. Grafik antiturunan dari fungsi tersebut dapat digeser secara vertikal, tergantung nilai konstantanya. Hal ini juga berlaku untuk fungsi yang lebih umum, yaitu fungsi pangkat f(x)=xn, yang mempunyai antiturunan F(x)=xn+1n+1+c jika , dan F(x)=ln|x|+c if .

Penerapan dan sifat

Antiturunan dipakai untuk menghitung integral tentu, dengan menggunakan teorema dasar kalkulus: bila fungsi F adalah antiturunan dari fungsi terintegralkan f di interval [a,b], maka:abf(x)dx=F(b)F(a).Oleh karena itu, setiap antiturunan (yang tak berhingga banyaknya) dari fungsi f dapat disebut sebagai "integral tak tentu" dari f, dan antiturunan tersebut ditulis menggunakan simbol integral tanpa adanya batas.f(x)dx.

Terdapat rumus lain dalam teorema dasar kalkulus. Setiap fungsi kontinu f memiliki antiturunan, dan antiturunan dirumuskan sebagai integral tak tentu dari f dengan batas atas variabel:F(x)=0xf(t)dt.

Terdapat banyak fungsi yang antiturunannya tidak dapat dinyatakan dalam fungsi elementer, seperti fungsi polinomial, fungsi eksponensial, fungsi logaritma, fungsi trigonometri, fungsi invers trigonometri, dan juga gabungan fungsi-fungsi lain. Fungsi-fungsi yang dijelaskan tadi adalah fungsi galat, fungsi Fresnel, fungsi integral sinus, fungsi integral logaritmik, dan fungsi mimpi Sophomore.

Tabel integral

1dx=x+C
xn dx=xn+1n+1+C jika n1
1xdx=ln|x|+C
1a2+x2dx=1aarctanxa+C

Lihat pula

Pustaka

Referensi

  1. Matematika untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII, ISBN 978-602-282-103-8, Jakarta 2015 http://bse.mahoni.com/data/2013/kelas_12sma/siswa/Kelas_12_SMA_Matematika_Siswa.pdf

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28589443 (2025-11-21T14:47:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.