Isolasi (mikrobiologi)
Dalam mikrobiologi, istilah isolasi mengacu pada pemisahan galur dari populasi mikroba hidup campuran alami, seperti yang ada di lingkungan, misalnya di air atau tanah, atau dari makhluk hidup dengan flora kulit, flora mulut atau flora usus, untuk mengidentifikasi mikroba yang diinginkan. Secara historis, teknik isolasi laboratorium pertama kali dikembangkan di bidang bakteriologi dan parasitologi (selama abad ke-19), sebelum teknik virologi pada abad ke-20.
Sejarah
Teknik laboratorium untuk mengisolasi mikroorganisme pertama kali dikembangkan pada abad ke-19 di bidang bakteriologi dan parasitologi menggunakan mikroskop cahaya. Tahun 1860 menandai keberhasilan pengenalan media cair oleh Louis Pasteur. Kultur cair yang dikembangkan Pasteur memungkinkan visualisasi pertumbuhan bakteri tertentu yang mendorong atau menghambat. Teknik yang sama ini digunakan saat ini melalui berbagai media seperti agar garam manitol, suatu media padat. Kultur padat dikembangkan pada tahun 1881 ketika Robert Koch memadatkan media cair melalui penambahan agar
Teknik isolasi virologi yang tepat tidak ada sebelum abad ke-20. Metode isolasi mikroba telah berubah drastis selama 50 tahun terakhir, dari perspektif tenaga kerja dengan meningkatnya mekanisasi dan dalam hal teknologi yang terlibat, dan dengan itu kecepatan dan akurasi.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27931039 (2025-10-07T03:45:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.