Lompat ke isi

Jamur radiotrofik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Jamur radiotrofik adalah jamur yang dapat melakukan proses biologis hipotesis yang dikenal sebagai radiosintesis. Radiosintesis bekerja dengan menggunakan radiasi pengion sebagai sumber energi untuk menjalankan metabolisme. Diklaim bahwa jamur radiotrofik sudah ditemukan di lingkungan ekstrem seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chornobyl.

Kebanyakan jamur radiotrofik menggunakan melanin dalam kapasitas tertentu untuk bertahan hidup.[1] Proses menggunakan radiasi dan energi sudah diberi istilah yaitu radiosintesis, dan dianggap mirip dengan respirasi anaerob.[2] Namun, masih belum diketahui apakah proses-proses dengan banyak tahapan seperti fotosintesis dan kemosintesis digunakan pada radiosintesis, atau apakah mekanisme ini benar-benar ada di organisme hidup.

Referensi

  1. Ekaterina Dadachova. Ionizing Radiation: how fungi cope, adapt, and exploit with the help of melanin. Current Opinion in Microbiology. December 2008. Vol. 11 (6). hlm. 525–531. doi:10.1016/j.mib.2008.09.013.
  2. Graham K. Shunk. A Self-Replicating Radiation-Shield for Human Deep-Space Exploration: Radiotrophic Fungi can Attenuate Ionizing Radiation aboard the International Space Station. 2020-07-17.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25170961 (2024-01-15T03:32:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.