Lompat ke isi

Johannes Georg Bednorz

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
8th Silesian Science Festival, Johannes Georg Bednorz, KsP 709, 09.12.2024

Johannes Georg Bednorz () ialah fisikawan Jerman yang menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1987 untuk karya dalam superkonduktivitas suhu tinggi. Ia lahir di Neuenkirchen, Nordrhein-Westfalen, Jerman dari Anton dan Elisabeth Bednorz.

Pada tahun 1968, Bednorz memulai studi mineraloginya di Universitas Münster.

Pada tahun 1982, Bednorz digaji oleh IBM untuk bekerja di laboratoriumnya yang di Zürich. Di sana, ia bergabung dengan penelitian superkonduktivitas K. Alexander Mueller.[1]

Pada tahun 1983, Bednorz dan Alexander Mueller memulai studi sistematis atas sifat-sifat listrik keramik yang terbentuk dari logam transisi oksida, dan pada tahun 1986, mereka berhasil dalam menginduksi superkonductivitas di sebauh barium lantanum tembaga oksida (BaLaCuO, juga dikenal sebagai LBCO); suhu kritis oksida itu adalah 35 K, melebihi 12 K lebih banyak daripada rekor sebelumnya.

Pada tahun 1987, Bednorz dan Müller bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel Fisika.

Referensi

  1. J. G. Bednorz and K. A. Müller. Possible highT c superconductivity in the Ba−La−Cu−O system. Z. Physik, B. 1986. Vol. 64. hlm. 189-193. doi:10.1007/BF01303701.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26628101 (2024-12-10T15:50:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.