Kapal penjelajah Jepang Naka

adalah sebuah dalam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang, namanya berasal dari nama Sungai Naka yang terletak di Tochigi dan Ibaraki di timur Jepang. Naka merupakan kapal ketiga sekaligus yang terakhir dari kelas Sendai, dan sama seperti para saudarinya, dia direncanakan untuk menjadi kapal pemimpin armada-armada kecil kapal perusak.
Konstruksi
Naka selesai dibangun di Mitsubishi, Yokohama pada tanggal 30 November 1925. Setelah selesai dibangun, ia dimasukkan ke Divisi Perusak ke-4.
Karier
Pada awal perang Pasifik, ia ditugaskan sebagai kapal bendera dari Divisi Perusak ke-4 dan membantu invasi ke Filipina. Pada invasi ini ia mengalami kerusakan ringan akibat serangan udara dari B-17.
Pada Januari 1942, Divisi Perusak ke-4 ditugaskan dalam penyerangan ke Hindia Belanda. Divisi tersebut mengawal sebuah konvoi yang membawa Special Naval Landing Force Kure ke-2 dan Brigadir Sakaguchi ke Tarakan dan Balikpapan, Kalimantan.[1] Pada 24 Januari 1942 ketika mendaratkan pasukan di Balikpapan, kapal selam Angkatan Laut Kerajaan Belanda beroperasi di permukaan lantaran cuaca yang buruk, lalu ia meluncurkan empat torpedo ke Naka, tetapi meleset. Ketika Laksamana Nishimura memerintahkan Naka dan para kapal perusak untuk mengejar , Satuan Tugas USN ke-5 yang terdiri dari kapal perusak , , dan menyerang konvoi Jepang yang sudah tidak terlindungi, sehingga menenggelamkan beberapa transport infanteri Jepang.
Di akhir Februari 1942, Divisi Perusak ke-4 mengawal transportasi Divisi Infanteri ke-48 menuju Makassar, Sulawesi dan Jawa Timur. Di depan mereka, terdapat konvoi Divisi Perusak ke-2 yang sudah lebih dahulu berangkat dengan kapal bendera ).[2] Naka pun berada di tengah-tengah Pertempuran Laut Jawa pada 27 Februari 1942.
Pada pukul 15:47 pada tanggal yang sama, , dan bersama dengan kapal perusak , , , dan , , , dan melawan Angkatan Serbu milik Laksamana Muda Belanda, Karel W. F. M. Doorman. Armada Doorman berisi dua kapal penjelajah berat ( dan ), tiga kapal penjelajah ringan ( (Kapal bendera Doorman), , ), dan sembilan kapal perusak (, , , , , , , , dan ).[3]
Nasib
Pada Maret 1942 Naka ditugaskan berpatroli di kawasan antara Jawa dan Sulawesi. Pada 14 Maret 1942 Naka menjadi kapal bendera dalam invasi ke Pulau Christmas. Nahas, Naka mengalami kerusakan berat akibat torpedo dari USS Seawolf. Akibat ini, Naka harus dibawa kembali ke Jepang untuk perbaikan dan harus beristirahat hingga Maret 1943.
Setelah selesai diperbaiki, Naka menjalankan transportasi tentara ke Kepulauan Marshall dan Nauru. Pada tanggal 17-18 April 1944, Naka berada di kawasan Truk. Ketika Naka hendak meninggalkan Truk, kawasan tersebut diserang oleh Armada Amerika sebagai bagian dari Operasi Hailstone. Naka diserang oleh SB2C Helldiver dan TBF Avengers dari USS Bunker Hill dan TBF dari USS Cowpens. Akibat serangan tersebut Naka tenggelam dan 210 kru tewas. Sebanyak 240 kru lain termasuk kaptennya berhasil diselamatkan.
Naka dikeluarkan dari daftar angkatan laut pada tanggal 31 Maret 1944.
Pranala luar
Referensi
- ↑ L Klemen. The capture of Tarakan Island, January 1942. Forgotten Campaign: The Dutch East Indies Campaign 1941-1942. 1999–2000.
- ↑ L Klemen. The conquest of Java Island, March 1942. Forgotten Campaign: The Dutch East Indies Campaign 1941-1942. 1999–2000.
- ↑ Walling, Bloodstained Sands: U.S. Amphibious Operations in World War II, hal. 38
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29445336 (2026-07-11T22:17:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.