Lompat ke isi

Katai biru

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Artist's impression of a blue dwarf

Katai biru adalah sebuah kelas bintang hipotetik yang berkembang dari bintang katai merah yang hampir kehabisan bahan bahan bakar hidrogennya. Karena hidrogen pada katai merah mengalami fusi dengan perlahan dan sepenuhnya konvektif (kondisi yang memungkinkan katai ini untuk menghabiskan persediaan hidrogennya) umur alam semesta tidak cukup tua bagi hadirnya jenis bintang kerdil biru. Kerdil biru diprediksi kehadirannya di masa depan berdasarkan model-model teori.[1]

Luminositas bintang-bintang bertambah seiring bertambahnya usia mereka. Suatu bintang yang lebih tinggi luminositasnya perlu mengeluarkan energi yang lebih besar agar dapat mempertahankan keseimbangan. Bintang-bintang yang lebih besar dari katai merah melakukan ini dengan membesar dan menjadi raksasa merah yang mempunyai luas permukaan yang lebih besar. Akan tetapi, katai merah yang massanya kurang daripada 0.25 Massa Matahari diperkirakan akan meningkatkan kadar luminositas melalui penambahan suhu permukaan, sehingga tampak menjadi lebih "biru". Kebiruan ini disebabkan oleh lapisan permukaan katai merah yang tidak menjadi lebih gelap sesuai dengan peningkatan suhu.[2]

Katai biru berubah menjadi katai putih setelah kehabisan bahan bakar hidrogennya.[3]

Referensi

  1. F. C. Adams. M dwarfs: planet formation and long term evolution. Astronomische Nachrichten. 2005. Vol. 326 (10). hlm. 913–919. doi:10.1002/asna.200510440.
  2. F. C. Adams. M dwarfs: planet formation and long term evolution. Astronomische Nachrichten. 2005. Vol. 326 (10). hlm. 913–919. doi:10.1002/asna.200510440.
  3. F. C. Adams. M dwarfs: planet formation and long term evolution. Astronomische Nachrichten. 2005. Vol. 326 (10). hlm. 913–919. doi:10.1002/asna.200510440.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28711808 (2025-12-17T18:44:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.