Kehidupan buatan
Kehidupan buatan (artificial life, sering disebut ALife atau A-Life) adalah bidang studi di mana para peneliti meneliti sistem yang terkait dengan kehidupan alam, proses, dan evolusinya, melalui penggunaan simulasi dengan model komputer, robotika, dan biokimia.[1] Disiplin ini dicetuskan oleh Christopher Langton, seorang ahli biologi teoretis Amerika, pada tahun 1986.[2] Pada tahun 1987 Langton menyelenggarakan konferensi lapangan pertama, di Los Alamos, New Mexico.[3] Ada tiga jenis utama kehidupan buatan,[4] yang dinamai berdasarkan pendekatannya: lunak,[5] dari perangkat lunak; keras,[6] dari perangkat keras; dan basah, dari biokimia. Peneliti kehidupan buatan mempelajari biologi konvensional dengan mencoba menciptakan ulang berbagai aspek dalam fenomena biologis.[7][8]
Pranala luar
- International Society of Artificial Life
- Artificial Life journal, at MIT Press Journal
- The Artificial Life Lab, a virtual environment lab
Referensi
- ↑ Dictionary.com definition.
- ↑ The MIT Encyclopedia of the Cognitive Sciences, The MIT Press, p.37.
- ↑ The Game Industry's Dr. Frankenstein. Imagine Media. November 1997. hlm. 10.
- ↑ Mark A. Bedau. Artificial life: organization, adaptation and complexity from the bottom up. Trends in Cognitive Sciences. November 2003.
- ↑ Maciej Komosinski and Andrew Adamatzky. Artificial Life Models in Software. Springer. 2009. ISBN 978-1-84882-284-9.
- ↑ Andrew Adamatzky and Maciej Komosinski. Artificial Life Models in Hardware. Springer. 2009. ISBN 978-1-84882-529-1.
- ↑ Christopher Langton. What is Artificial Life?.
- ↑ Aguilar, W., Santamaría-Bonfil, G., Froese, T., and Gershenson, C. (2014). The past, present, and future of artificial life. Frontiers in Robotics and AI, 1(8). https://dx.doi.org/10.3389/frobt.2014.00008
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27954946 (2025-10-12T01:07:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.