Lompat ke isi

Kekurangan iodin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Kekurangan iodin atau kekurangan yodium adalah suatu kondisi medis yang terjadi akibat kekurangan unsur iodin di dalam tubuh manusia, sehingga dapat memicu penyakit gondok. Kekurangan iodin juga dapat menghambat pertumbuhan dan mengakibatkan kretinisme dan tunagrahita.

Iodin merupakan gizi yang penting untuk manusia. Hormon tiroid seperti tiroksin dan triiodotironin mengandung iodin. Kekurangan iodin sering terjadi di kawasan yang makanannya tidak mengandung cukup iodin (biasanya di daerah pedalaman yang tidak memakan hasil laut). Kondisi ini juga sering muncul di kawasan pegunungan dengan tanah yang kurang iodin.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menambahkan iodin ke dalam meja garam. Garam semacam ini disebut garam yodium. Senyawa iodin juga dapat ditambahkan ke bahan makanan lainnya, seperti tepung, air, dan susu.[1] Selain itu, makanan laut merupakan salah satu sumber iodin.[2]

Penyakit gondok yang dipicu oleh kekurangan iodin menyerang 187 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2010 (2,7% populasi).[3] Kekurangan iodin menyebabkan 2.700 kematian pada tahun 2013.[4]

Referensi

  1. Creswell J. Eastman. The Iodine Deficiency Disorders. Thyroid Disease Manager. 12 February 2014.
  2. Iodine in Seaweed.
  3. T Vos. Years lived with disability (YLDs) for 1160 sequelae of 289 diseases and injuries 1990–2010: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2010. Lancet. Dec 15, 2012. Vol. 380 (9859). hlm. 2163–96. doi:10.1016/S0140-6736(12)61729-2.
  4. Collaborators GBD 2013 Mortality and Causes of Death. Global, regional, and national age-sex specific all-cause and cause-specific mortality for 240 causes of death, 1990–2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013. Lancet. 17 December 2014. Vol. 385. hlm. 117–171. doi:10.1016/S0140-6736(14)61682-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28029802 (2025-10-16T18:18:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.