Lompat ke isi

Kematian satu orang adalah tragedi, kematian jutaan orang hanyalah statistik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Efek korban yang dapat diidentifikasi adalah kecenderungan seseorang untuk memberikan bantuan yang lebih besar ketika melihat satu individu tertentu ("korban") yang sedang mengalami kesulitan, dibandingkan ketika menghadapi sekelompok besar orang dengan kebutuhan serupa namun tidak terdefinisi dengan jelas.[1] Efek ini juga diungkapkan melalui ungkapan kematian satu orang adalah tragedi, kematian jutaan orang hanyalah statistik

Efek korban yang dapat diidentifikasi memiliki dua unsur utama. Pertama, orang cenderung lebih tergerak untuk menolong korban yang telah diidentifikasi dibandingkan korban anonim. Kedua, mereka juga lebih terdorong menolong satu korban yang dikenal daripada sekelompok korban yang semuanya telah diidentifikasi. Meskipun tindakan membantu korban tertentu dapat dianggap mulia, efek ini dikategorikan sebagai suatu bentuk bias kognitif. Dari sudut pandang konsekuensialis, kesalahan berpikir ini terletak pada kegagalan memberikan bantuan sebesar N kali lipat kepada N korban yang tidak dikenali.

Efek ini memiliki padanan yang sering disebut sebagai efek pelaku yang dapat diidentifikasi. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang lebih cenderung menjatuhkan hukuman—bahkan dengan mengorbankan dirinya sendiri—ketika pelaku yang dihukum adalah individu yang spesifik dan dapat diidentifikasi.[2]

Konseptualisasi efek korban yang dapat diidentifikasi dalam bentuknya yang dikenal sekarang umumnya dikaitkan dengan ekonom asal Amerika, Thomas Schelling. Ia menulis bahwa penderitaan yang menimpa seseorang secara spesifik membangkitkan "kecemasan dan perasaan, rasa bersalah dan kekaguman, tanggung jawab dan nilai keagamaan, [namun]… sebagian besar dari rasa takjub itu lenyap ketika kita berhadapan dengan kematian yang bersifat statistik".[3]

Beberapa tokoh sejarah, mulai dari Joseph Stalin hingga Bunda Teresa, kerap dikaitkan dengan pernyataan yang mencerminkan efek korban yang dapat diidentifikasi. Ucapan terkenal, "Kematian satu orang adalah tragedi; kematian jutaan orang hanyalah statistik," sering kali—meskipun secara keliru—dihubungkan dengan Stalin.[4] Sementara pernyataan, "Jika aku melihat kerumunan, aku takkan bertindak. Namun jika aku melihat satu orang, aku akan," dikaitkan dengan Ibu Teresa.[5]

Referensi

  1. Karen Jenni. Explaining the Identifiable Victim Effect. Journal of Risk and Uncertainty. 1997-05-01. Vol. 14 (3). hlm. 235–257. doi:10.1023/A:1007740225484.
  2. Deborah A. Small. The devil you know: the effects of identifiability on punishment. Journal of Behavioral Decision Making. 2005-12-01. Vol. 18 (5). hlm. 311–318. doi:10.1002/bdm.507.
  3. Thomas, C Schelling. The Life You Save May Be Your Own. Problems in Public Expenditure Analysis. 1968. hlm. 127–162.
  4. A Single Death is a Tragedy; a Million Deaths is a Statistic – Quote Investigator. 21 May 2010.
  5. Paul Slovic. "If I look at the mass I will never act": Psychic numbing and genocide. Judgment and Decision Making. Society for Judgment and Decision Making. April 2007. Vol. 2. hlm. 79–95. doi:10.1017/S1930297500000061.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28435087 (2025-11-13T01:06:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.