Lompat ke isi

Ketertarikan akan tradisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Ketertarikan akan tradisi (juga disebut dengan ketertarikan pada zaman kuno atau ketertarikan pada kebiasaan umum) adalah suatu paham yang mengeklaim kebenaran berdasarkan kolerasi tradisi zaman dulu atau zaman sekarang.[1] Ketertarikan akan tradisi tersebut berbentuk "ini benar karena kami selalu melakukannya dengan cara ini", dan dianggap oleh beberapa orang sebagai kekeliruan logis.[2] Kebalikan dari ketertarikan akan tradisi adalah ketertarikan akan kebaruan di mana seseorang mengeklaim bahwa sebuah ide lebih unggul hanya karena sesuatu itu baru. Baik argumen tentang ketertarikan akan tradisi maupun lawannya (ketertarikan akan kebaruan), adalah keliru karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukungnya. Selain itu, jenis argumen ini (ketertarikan akan tradisi) yang frasa signifikannya diwujudkan dalam "semua di masa lalu lebih baik",[3] membuat dua asumsi:[4]

  1. Bahwa cara berpikir lama terbukti benar ketika diperkenalkan, dan mungkin salah karena tradisi mungkin didasarkan pada fondasi yang salah.
  2. Bahwa alasan yang membuktikan argumen ini di masa lalu saat ini berlaku untuk hari ini. Jika keadaan telah berubah, ini mungkin salah.

Kekeliruan yang berlawanan

Kekeliruan yang berlawanan adalah ketertarikan akan kebaruan yang menyatakan bahwa sesuatu itu baik hanya karena itu baru.[5] Baik argumen ketertarikan akan tradisi maupun lawannya, ketertarikan akan kebaruan adalah keliru, karena kebenaran suatu argumen tidak bergantung pada apakah argumen itu baru atau lama, tetapi pada fakta dan bukti yang mendukung gagasan tersebut.[6]

Referensi

  1. Logical Fallacies and the Art of Debate. www.csun.edu.
  2. Argumentation in Debate. O'Neill, Laycock, ScalesArgumentation and Debating. William Trufant Foster. The School Review. 1917-10. Vol. 25 (8). hlm. 611–611. doi:10.1086/436814.
  3. Super User. 8. Falacia "ad antiquitatem"/"ad novitatem" (antigüedad/novedad). Aprender a Debatir.
  4. Natanael Mèndez Matos. La Lógica de la Mentira. Lulu.com. ISBN 978-1-304-13359-5.
  5. Constructing a Logical Argument » Internet Infidels. Internet Infidels. 1997-12-31.
  6. Por GAVV. Argumento ad novitatem. Lexvademecum.com. 2018-01-10.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26744892 (2025-01-05T06:52:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.