Lompat ke isi

Ketuban pecah dini

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan kondisi pecahnya selaput ketuban pada ibu hamil, yang terjadi sebelum memasuki proses persalinan. Terdapat tiga kondisi ketuban pecah dini berdasarkan usia kehamilan. KPD aterm atau premature rupture of membranes (PROM), terjadi ketika selaput ketuban pecah pada usia kehamilan cukup bulan antara 37 hingga 40 minggu, tetapi ibu hamil belum memasuki masa persalinan. Sedangkan KPD preterm atau preterm premature rupture of membranes (PPROM), terjadi pada usia kehamilan di bawah 37 minggu.[1] Selain itu, terdapat kondisi KPD sangat preterm, jika KPD terjadi pada usia kehamilan antara 24 hingga 34 minggu.[2]

Kondisi ketuban yang pecah sebelum proses persalinan dan tidak diikuti dengan adanya tanda-tanda persalinan, berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi bagi ibu dan janin.[3] Pecahnya selaput ketuban berdampak pada berkurangnya zat yang berfungsi melindungi janin, dan mempersempit ruang gerak janin.[4] Risiko akan semakin meningkat dengan bertambahnya durasi pecah ketuban. Selain itu, kondisi KPD akan meningkatkan risiko kompresi tali pusat atau penyumbatan aliran darah. KPD juga meningkatkan risiko kelahiran prematur dan kematian pada janin.

Penyebab

Setiap individu memiliki faktor penyebab KPD yang berbeda. Secara umum, faktor penyebab terjadinya KPD antara lain :

Infeksi

Adanya infeksi yang menyerang selaput ketuban, cairan ketuban, maupun infeksi yang terjadi pada vagina. Infeksi bisa berasal dari adanya bakteri anaerob pada area vagina, yang disebabkan kurangnya keterampilan ibu hamil dalam menjaga kebersihan. Bakteri pada vagina dapat memengaruhi mikroba flora normal, dan dapat menyebar hingga menyerang selaput ketuban.[5]

Faktor fisiologis

Kondisi lemahnya kekuatan selaput ketuban akibat kontraksi maupun pembesaran janin.[6]

Riwayat KPD

Riwayat KPD pada kehamilan sebelumnya, akan meningkatkan risiko terjadi KPD pada kehamilan berikutnya.

Kondisi serviks

Kondisi serviks inkompetensia atau kondisi serviks yang melemah, memendek atau terbuka terlalu dini.

Tekanan rahim

Tekanan tinggi pada rahim bisa disebabkan oleh trauma akibat kecelakaan, pemeriksaan dalam, maupun hubungan seksual, Peningkatan tekanan pada rahim juga dipengaruhi oleh kondisi kelebihan cairan ketuban, kondisi pada kehamilan kembar, dan kondisi kehamilan sungsang.

Gaya hidup

Gaya dihup yang tidak sehat, tingginya paparan polusi, tingkat stres yang tinggi, juga meningkatkan faktor risiko KPD.

Referensi

  1. Ketut Surya Negara. Buku Ajar : Ketuban Pecah Dini. 19 Juli 2017.
  2. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran : Ketuban Pecah Dini. Himpunan Kedokteran Feto Maternal. 2016.
  3. Mohd Andalas. Ketuban Pecah Dini dan Tatalaksananya. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. Desember 2019. Vol. 19 (8). hlm. 188-192. doi:10.24815/jks.v19i3.18119.
  4. Putri Alisa. Ketuban Pecah Dini. Stetoskop: The Journal Health of Science. Januari-Juni 2023. Vol. 1 (1).
  5. Endang Susilowati. Scoping Review: Faktor Penyebab Ketuban Pecah Dini pada Persalinan. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan. Desember 2021. Vol. 12 (2). hlm. 35-48.
  6. Endang Susilowati. Scoping Review: Faktor Penyebab Ketuban Pecah Dini pada Persalinan. Bidan Prada: Jurnal Publikasi Kebidanan. Desember 2021. Vol. 12 (2). hlm. 35-48.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29419488 (2026-07-04T14:54:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.