Keuletan (fisika)

Dalam ilmu material, keuletan,Daktilitas atau adalah kemampuan bahan padat untuk mengalami peregangan sebelum putus di bawah tegangan tarik; ini sering ditandai oleh kemampuan materi untuk meregang menjadi kawat.[1] Sebaliknya, kelenturan, properti yang sama, adalah kemampuan bahan untuk berubah bentuk di bawah tegangan tekan; sering ditandai oleh kemampuan material untuk membentuk lembaran tipis dengan dipukul atau digulung. Kedua sifat ini merupakan aspek mekanis plastisitas, sejauh mana bahan padat dapat mengalami deformasi plastis tanpa patah. Karakteristik keuletan dan kelenturan suatu material juga tergantung pada suhu dan tekanan. Hubungan ini oleh ditemukan oleh Percy Williams Bridgman yang kemudian memenangkan Hadiah Nobel.
Keuletan dan kelenturan tidak selalu berbanding lurus, semisal emas memiliki keuletan dan juga kelenturan tinggi, tetapi timbal memiliki keuletan rendah dan sebaliknya kelenturan yang tinggi.[2]
Pengukuran
Dalam pengujian material, daktilitas biasanya dihitung melalui uji tarik (tensile test). Dua parameter utama yang digunakan adalah:
Persentase Perpanjangan (Elongation)
Persentase perpanjangan dihitung dengan rumus berikut: $$\%EL = \left( \frac{L_f - L_0}{L_0} \right) \times 100$$ Di mana:
- $L_f$ adalah panjang akhir spesimen saat patah.
- $L_0$ adalah panjang awal (gauge length).
Persentase Pengurangan Area
Ini mengukur seberapa banyak luas penampang spesimen mengecil (necking) sebelum patah: $$\%AR = \left( \frac{A_0 - A_f}{A_0} \right) \times 100$$ Di mana $A_0$ adalah luas penampang awal dan $A_f$ adalah luas pada titik patah.[3]
Faktor yang Mempengaruhi
1. Suhu: Umumnya, daktilitas meningkat seiring kenaikan suhu karena mobilitas dislokasi dalam struktur kristal menjadi lebih mudah. 2. Struktur Kristal: Logam dengan struktur face-centered cubic (FCC), seperti tembaga dan emas, cenderung lebih daktil dibandingkan struktur lainnya. 3. Paduan: Penambahan unsur paduan biasanya menurunkan daktilitas karena menghambat pergerakan dislokasi.[4]
Contoh Material
- Material Daktil: Emas, perak, tembaga, baja karbon rendah, dan aluminium.
- Material Getas: Kaca, keramik, dan besi tuang.
Lihat pula
Pranala luar
- Ductility definition at engineersedge.com
- DoITPoMS Teaching and Learning Package- "The Ductile-Brittle Transition
Referensi
- ↑ William D. Callister. Materials Science and Engineering: An Introduction. John Wiley & Sons. 2018. ISBN 978-1119405498.
- ↑ Jack C. Rich. The Materials and Methods of Sculpture. Courier Dover Publications. 1988. hlm. 129. ISBN 0-486-25742-8..
- ↑ Ductility - an overview. ScienceDirect.
- ↑ G.E. Dieter. Mechanical Metallurgy. McGraw-Hill. 1988.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29207594 (2026-05-09T21:25:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.