Kiambang (tumbuhan)

adalah tumbuhan air yang biasa dijumpai mengapung di perairan tenang atau kolam. Ia juga populer sebagai tumbuhan pelindung akuarium. Tumbuhan ini adalah satu-satunya anggota genus Pistia. Orang juga mengenalnya sebagai kayu apung atau kapu-kapu. Asal tumbuhan ini tidak jelas tetapi telah diketahui menyebar di seluruh wilayah tropika dan subtropika. Apu-apu dapat digunakan untuk menyerap logam-logam dalam limbah industri.
Apu-apu biasa digunakan sebagai tanaman hias kolam. Selain itu apu-apu juga sering digunakan oleh para peternak ikan cupang untuk memfilter air agar tetap jernih dan juga sebagai tempat berlindungnya ikan.
Adaptasi fisiologi
Kiambang mengembangkan adaptasi fisiologi berupa daun yang hidrofobik untuk bisa lebih muda mengambang pada permukaan air serta menjaganya tetap kering untuk menghindari pembusukan dan juga agar tidak ditumbuhi lumut maupun alga.[1] Kemampuannya ini didapatkan dari bulu-bulu halus (trikoma) yang terdapat pada permukaan daun kiambang.[2]
Pranala luar
- Deskripsi apu-apu di pusat data UI.
- Fungsi apu-apu untuk ikan cupang
Referensi
- ↑ Adaptation of plants to water. Nature's Raincoats.
- ↑ Mengapa Daun Kiambang Anti-Air, Padahal Hidup di Air?.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29313013 (2026-06-04T18:39:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.