Lompat ke isi

Klomifen

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Klomifen adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infertilitas pada wanita yang tidak berovulasi. Umumnya obat ini untuk pasien dengan sindrom ovarium polikistik. Penggunaan klomifen ini membuat peluang lebih besar untuk memiliki anak kembar. Obat ini diminum sekali sehari dengan durasi pengobatan umumnya lima hari.

Efek samping yang umum terjadi yakni nyeri panggul dan rasa panas. Efek samping yang bahaya pada penggunaan obat ini meliputi perubahan penglihatan, muntah, kesulitan tidur, kanker ovarium, dan sawan. Klomifen tidak direkomendasikan untuk orang yang memiliki gangguan hati, pendarahan vagina abnormal yang penyebabnya belum diketahui, atau yang sedang hamil. Klomifen termasuk dalam keluarga obat modulator reseptor estrogen selektif (SERM) dan merupakan obat nonsteroid. Mekanisme kerja obat ini dengan melepaskan GnRH oleh hipotalamus, dan kemudian gonadotropin dari kelenjar pituitari anterior.

Klomifen disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1967. Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Obat ini tersedia sebagai obat generik. Biaya grosir di negara-negara berkembang adalah sekitar 0,79 hingga 2,00 USD untuk satu kali pengobatan. Di Amerika Serikat, biaya grosir untuk satu kali pengobatan adalah 4,80 USD. Pengenalannya menandai dimulainya era teknologi reproduksi berbantuan.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28914693 (2026-01-31T23:16:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.