Lompat ke isi

Koalisi Netralitas Karbon

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Koalisi Netralitas Karbon (bahasa Inggris: Carbon Neutrality Coalition, CNC) adalah sebuah koalisi yang berdiri pada tahun 2017. Koalisi tersebut terdiri atas berbagai negara yang bertekad untuk melaksanakan langkah-langkah nyata dan ambisius guna memenuhi tujuan dari Persetujuan Paris yang menuntut netralitas karbon pada tahun 2050.

Sejarah

Pada 12 Desember 2017, terdapat sekitar 16 negara dan 32 kota yang diinisiasi oleh Kepulauan Marshall, Selandia Baru, dan Swedia berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 yang menjadi dasar pembentukan Koalisi Netralitas Karbon. Koalisi ini berdiri ketika berlangsungnya KTT Satu Planet yang diadakan di Prancis.[1][2] Keberadaan koalisi ini terinspirasi dari Bhutan, sebuah negara yang bukan hanya netral karbon, tapi mencapai status negatif karbon karena negara tersebut menyerap karbon 8 juta ton per tahun.[3]

Empat negara kemudian bergabung ke dalam CNC pada 27 September 2018 ketika CNC mengadakan pertemuan pertamanya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keempat negara tersebut adalah Denmark, Inggris, Kanada, dan Spanyol.[4] Pada KTT Iklim PBB di bulan September 2019, diumumkan bahwa lima negara baru, yaitu Austria, Chili, Italia, Jepang, dan Timor Leste, telah bergabung dengan CNC.[5] Masih pada tahun yang sama, lima negara lagi bergabung kemudian dan menjadikan CNC memiliki 29 negara anggota. Lima negara tersebut adalah Fiji, Swiss, Korea Selatan, Monako, dan Irlandia.[6]

Tujuan dan aksi

Terdapat tiga tujuan dari Koalisi Netralitas Karbon, yaitu:

  • Penerapan Kebijakan Ambisius: Mendorong kebijakan yang tegas dan efektif untuk menekan emisi di berbagai sektor.
  • Kolaborasi Internasional: Menggalakkan kerja sama dan berbagi pengetahuan antara anggota serta pemangku kepentingan lainnya.
  • Keberlanjutan Pembangunan: Menjamin bahwa tindakan iklim mendukung tujuan keberlanjutan ekonomi dan sosial yang lebih luas.[7]

Guna mencapai tujuan tersebut, CNC bersepakat untuk melakukan dua hal, yaitu mengembangkan dan berbagi strategi, pengalaman, data, serta alat untuk dekarbonisasi sebelum tahun 2020, serta mendorong peningkatan komitmen global dari semua negara untuk mengurangi emisi.[8]

Kritik

Menurut penelitian yang diadakan oleh Energy & Climate Intelligence Unit, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris, terdapat sejumlah negara yang tergabung ke dalam CNC tetapi membuat langkah substansial untuk memenuhi janji netral karbon. Negara-negara tersebut antara lain adalah Kanada, Kolombia, Etiopia, Jerman, Luksemburg, Meksiko, dan Belanda.[9]

Referensi

  1. Resilience Intel. One Planet Summit: Transformational Commitments. Resilience Intel. 2017-12-14.
  2. Carbon Neutrality Coalition. oneplanetsummit.fr.
  3. Joanne Oh. Bhutan, the world’s only carbon negative country. HS Insider. 2020-01-10.
  4. Admin of Climate Home News. 19 countries team up to go carbon neutral. Climate Home News. 2018-09-28.
  5. Claire Stam. UN climate summit, day #2: Few announcements in the end – 'How dare you'. Euractiv. 24 September 2019.
  6. Carbon Neutrality Coalition. COP25 - 5 additional countries join CNC. Carbon Neutrality Coalition. 2019-12-11.
  7. Echoshpher. What is the Carbon Neutrality Coalition (CNC) and how they are made? - Echoshpher - Powered by OFFSEL. Echoshpher: Powered by OFFSEL. 2024-07-03.
  8. Carbon Neutrality Coalition. Plan of Action. Carbon Neutrality Coalition.
  9. Charlotte Edmond. Zero by 2050: How the world's economy has planned to battle climate change. World Economic Forum. 24 Juli 2019.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28600164 (2025-11-22T06:13:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.