Lompat ke isi

Korelasi ilusi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dalam psikologi, korelasi ilusi adalah fenomena mempersepsikan adanya hubungan antarvariabel (biasanya orang, peristiwa, atau perilaku) meskipun hubungan tersebut sebenarnya tidak ada. Asosiasi yang keliru dapat terbentuk karena peristiwa yang jarang terjadi atau baru bersifat lebih menonjol sehingga cenderung menarik perhatian seseorang.[1] Fenomena ini merupakan salah satu cara stereotipe terbentuk dan bertahan.[2][3] menemukan bahwa stereotipe dapat menyebabkan orang mengharapkan kelompok dan sifat tertentu saling berkaitan, lalu melebih-lebihkan frekuensi kemunculan bersama tersebut.[4] Stereotipe ini dapat dipelajari dan dilanggengkan tanpa adanya kontak nyata antara pemilik stereotipe dan kelompok yang menjadi objek stereotipe tersebut.

Lihat pula

Referensi

  1. Brett Pelham. Conducting Research in Psychology: measuring the weight of smoke. Cengage Learning. 2013. hlm. 11–12. ISBN 978-0-495-59819-0.
  2. Brian Mullen. Distinctiveness-based illusory correlations and stereotyping: A meta-analytic integration. Jurnal Psikologi Sosial Britania. 1990. Vol. 29 (1). hlm. 11–28. doi:10.1111/j.2044-8309.1990.tb00883.x.
  3. Steven J. Stroessner. Cognitive Social Psychology: The Princeton Symposium on the Legacy and Future of Social Cognition. Lawrence Erlbaum Associates. 2001. hlm. 247–259. ISBN 978-0-8058-3414-7.
  4. Vivian E. Peeters. Advances in Consumer Research. Association for Consumer Research. 1983. Vol. 10. hlm. 454–458.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29444635 (2026-07-11T15:30:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.