Krepitasi
Krepitasi merupakan istilah serapan dari bahasa Latin, yakni crepitus yang berarti gemeretak. Bunyi ini dapat muncul berupa derik akibat gesekan ujung-ujung tulang patah, juga dari pergerakan sendi. Selain itu bunyi gelembung-gelembung udara pada emfisem subkutis bila ditekan juga merupakan Krepitasi. Bunyi ini terjadi akibat udara (gas) abnormal di bawah kulit ditekan, maka dapat terdengar bunyi dan juga dirasakan geseran gelembung-gelembung udara. Bunyi yang timbul dari aktivitas pernapasan juga termasuk Krepitasi. Krepitasi juga mencakup bunyi yang timbul bila rambut-rambut digesek di antara jari-jari.
Jenis-jenis Krepitasi
Krepitasi Lutut
Penyakit tertentu seperti osteoartritis, tulang rawan pelindung mengalami penurunan fungsi yang menyebabkan tulang menumbuk satu sama lain. Tumbuk-tumbukan tersebut menimbulkan suara berderak atau mendedas yang disebut crepitus yang dapat pula diikuti dengan rasa sakit. Gas dalam kapsul sendi lutut juga dapat menghasilkan suara retak yang berasal dari gelembung yang meletup akibat tekanan yang terdapat di dalam sendi yang dikarenakan aktivitas fisik tertentu.
Krepitasi Napas
Ronki basah merupakan cakupan dari bunyi napas. Bunyi ini dapat digambarkan sebagai suara krekels (crackles) atau rales. Ronki basah berupa suara berisik dan putus-putus akibat pertemuan aliran udara dan cairan. Ronki basah dibagi menajadi tiga: halus, sedang, dan kasar. Tiap Ronki muncul tergantung pada besarnya bronkus yang terserang, pada umumnya terdengar pada inspirasi. Ronki basah halus biasanya terletak pada bronkiale, yang lebih halus lagi berasal dari alveolus yang sering disebut sebagai krepitasi, yang muncul akibat terbukanya alveoli pada akhir inspirasi.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25164392 (2024-01-13T08:23:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.