Kuburan massal
Kuburan massal adalah makam yang berisi lebih dari satu jenazah yang sering kali tak dikenal. Kuburan massal biasanya diciptakan setelah sejumlah besar orang meninggal atau dibunuh/terbunuh, dan jenazahnya perlu dengan segera dikuburkan. Dalam kasus terjadinya bencana alam, kuburan massal digunakan untuk mencegah infeksi dan penyakit, sementara motivasi membuat kuburan massal dalam perang dan genosida sering kali adalah untuk menyembunyikan kejahatan perang. Perdebatan di sekitar kuburan massal di antara para epidemiologis biasanya menyangkut apakah, dalam suatu bencana alam, jenazah sebaiknya dibiarkan untuk dikebumikan satu per satu secara tradisional, atau mengebumikannya dalam suatu kuburan massal. Misalnya, apabila epidemi terjadi pada musim dingin, lebih kecil kemungkinan lalat berbiak di mayat-mayat itu, dan mengurangi risiko menyebarnya disentri, diare, difteria, atau tetaus, sehingga kuburan massal mungkin tidak begitu diperlukan. Namun penelitian mutakhir menunjukkan bahwa risiko kesehatan dari jenazah dalam kecelakaan massal sangat terbatas dan bahwa kuburan massal dapat menyebabkan lebih banyak masalah daripada mencegahnya.
Salah satu dari kuburan massal dari masa perang adalah dari Perang Dunia II, di Belzec, di tenggara Polandia, salah satu dari 3.300 kamp konsentrasi. Di kamp konsentrasi ini, diperkirakan sekitar 600.000 jenazah dibakar, digiling, dan dicampurkan ke tanah kamp oleh Nazi dalam upaya untuk menutupi kejahatan perang.
Irak
Kuburan massal di Irak dicirikan sebagai kuburan yang tidak mempunyai tanda-tanda yang berisi sekurang-kurangnya tujuh jenazah. Sebagian dapat diidentifikasikan melalui gundukan tanah yang terdapat di atas permukaan tanah atau dari lubang-lubang yang dalam yang tampaknya telah diisi. Sebagian kuburan yang lebih tua sulit diidentifikasikan, karena setelah beberapa waktu telah ditutupi oleh tanam-tanaman dan kotoran dan sampah. Tempat-tempat ini pun ditemukan di seluruh wilayah negara ini dan memuat anggota-anggota dari semua kelompok agama dan etnis yang besar di Irak serta orang-orang asing, termasuk bangsa Kuwait dan Saudi. Lebih dari 250 situs telah dilaporkan, dan daripadanya sekitar 40 telah dikonfirmasikan hingga sekarang. Lebih dari satu juta orang Irak diyakini telah hilang di Irak sebagai akibat eksekusi, perang, dan pembelotan. Dari jumlah itu ratusan ribu diduga dimakamkan dalam kuburan-kuburan massal.
Kebanyakan dari kuburan-kuburan yang telah ditemukan hingga saat ini sesuai dengan salah satu dari kelima kekejaman yang dilakukan oleh rezim Irak.
- Serangan 1983 terhadap warga Kurdi anggota suku Barzani, 8.000 orang ditangkap di Irak utara dan dieksekusi di gurun pasir di tempat yang jauh dari rumah mereka.
- Perang Anfal 1988, pada masa ini sebanyak 182.000 orang menghilang. Kebanyakan dari orang-orang ini dipisahkan dari keluarga mereka dan dieksekusi di padang gurun di sebelah barat dan barat daya Irak. Tulang-belulang dari sebagian istri dan anak-anak mereka juga ditemukan di kuburan-kuburan massal.
- serangan kimia terhadap desa-desa KUrdi dari 1986 hingag 1988, termasuk serangan di Halabja, ketika Angkatan Udara Irak menjatuhkan zat-zat kimia sarin, VX dan tabun terhadap penduduk sipil, langsung membunuh 5.000 orang dan menyebabkan masalah-masalah medis jangka panjang, kematian yang terkait, dan cacat pada kelahiran di antara ribuan keturunan para korban.
- Pembantaian Muslim Syi'ah Irak 1991 setelah pemberontakan Syi'ah pada akhir Perang Teluk; pada kesempatan ini puluhan ribu tentara dan warga sipil di wilayah-wilayah seperti Basra dan Al-Hillah dibunuh.
- Pembantaian suku Kurdi pada 1991, yang ditujukan kepada warga sipil dan tentara yang berjuang untuk otonomi Irak utara setelah Perang Teluk, juga mengakibatkan kuburan-kuburan massal.
Lihat pula
Pranala luar
- Kuburan massal Irak
- Artikel tentang akibat kuburan massal setelah gempa bumi Iran 2004.
- Artikel umum tentang kuburan massal
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27473740 (2025-06-28T13:13:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.