Lompat ke isi

Kutu daun

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Kutu daun (Aphidoidea) adalah spesies serangga kecil pemakan getah tanaman. Kutu daun mengisap getah dari jaringan floem pada berbagai bagian tumbuhan, dan dalam prosesnya mengeluarkan cairan saliva beracun yang dapat menyebabkan perubahan warna daun hingga kematian jaringan pada tumbuhan. Kutu daun hidup secara berkelompok (koloni), berwarna hitam, coklat atau hijau. Tercatat ada sekitar 5000 spesies kutu daun yang telah dideskripsikan. Kutu daun berukuran kecil dan panjangnya antara 1 mili meter sampai 2 mili meter. Kutu daun memiliki peran ganda selain sebagai hama sekaligus sebagai perantara virus. Kutu daun hanya menghasilkan beberapa generasi dalam satu tahun. Generasi pertama adalah betina yang menetas dari telur. Selama musim semi dan panas kutu daun hanya berkembang biak tanpa melalui proses partenogenesis. Tiap betina kutu daun mampu menghasilkan beberapa keturunan dalam setiap hari dan ini membentuk koloni organisme dengan gen-gen yang identik. Ketika makanan mulai sulit diperoleh barulah dilahirkan keturunan jantan. Kutu daun merupakan salah satu hama yang paling merusak pada tanaman. Kerusakan yang mereka buat terhadap tanaman membuat mereka menjadi musuh bagi para petani. Gejala serangan kutu daun adalah tunas atas dan daun-daun yang masih muda dan menggulung. Kutu daun juga dapat mengeluarkan cairan yang mengandung madu dengan rasa manis, sehingga mampu mengundang datangnya semut. Beberapa spesies kutu daun memiliki hubungan mutualisme dengan semut. Semut memberikan perlindungan kepada kutu daun dari ancaman predator lain untuk mendapat cairan semacam madu yang dihasilkan oleh kutu daun

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29669129 (2026-08-30T09:24:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.