Lark (perangkat lunak)

Lark Suite adalah sebuah platform kolaborasi tingkat perusahaan yang dikembangkan oleh ByteDance dan pertama kali dirilis untuk publik pada tahun 2019.[1][2][3][4]
Lark dan padanan yang hanya tersedia di Tiongkok, yaitu Feishu (yang berarti “pesan terbang”), beroperasi secara terpisah dan menyimpan data pengguna secara terpisah pula (Lark di Singapura, Feishu di Beijing).[5]
Sejarah
Lark dikembangkan oleh Lark Technologies Pte. Ltd., sebuah anak perusahaan ByteDance yang berbasis di Singapura,[6] dan pada awalnya dikembangkan sebagai alat internal perusahaan.[7]
Pada November 2018, Lark menjadi platform komunikasi dan kolaborasi internal ByteDance.[8]
Pada April 2019, Lark mulai tersedia di pasar internasional.[9]
Pada Maret 2020, ByteDance bersiap merilis “rangkaian alat kolaborasi perkantoran mirip Google” (merujuk pada Google Workspace) yang berfokus pada pengelolaan berkas berbasis komputasi awan serta penyuntingan dokumen dan lembar kerja.[10]
Pada April 2020, selama pandemi COVID-19, Lark menyediakan layanannya secara gratis di seluruh wilayah Asia Tenggara.[11]
Pada 18 Januari 2025, Lark diblokir di Amerika Serikat,[12] bersama dengan seluruh aplikasi ByteDance lainnya, akibat penerapan Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act, sehingga tidak dapat diakses oleh warga Amerika Serikat.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
- ↑ Megha Mandavia. ByteDance makes its remote-work app Lark free in India. The Economic Times. April 1, 2020.
- ↑ Jibran Ali Mirza. Report: Bytedance takes online collaborative suite Lark overseas. S&P Global. April 3, 2019.
- ↑ Hemani Sheth. Lark offers digital collaboration tool for free in India owing to lockdown. Business Line. April 3, 2020.
- ↑ Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
- ↑ Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
- ↑ Alexandra Sternlicht. Some ex-TikTok employees say the social media service worked closely with its China-based parent despite claims of independence. Fortune. April 15, 2024.
- ↑ Tony Xu. Bytedance officially launches productivity tool Lark. TechNode. April 3, 2019.
- ↑ Tony Xu. Bytedance officially launches productivity tool Lark. TechNode. April 3, 2019.
- ↑ Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
- ↑ Hemani Sheth. Lark offers digital collaboration tool for free in India owing to lockdown. Business Line. April 3, 2020.
- ↑ Ewan Palmer. TikTok Ban: Full list of other apps that have gone dark. Newsweek. 2025-01-19.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29530577 (2026-08-06T01:40:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.