Lompat ke isi

Lark (perangkat lunak)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Lark Suite logo 2022

Lark Suite adalah sebuah platform kolaborasi tingkat perusahaan yang dikembangkan oleh ByteDance dan pertama kali dirilis untuk publik pada tahun 2019.[1][2][3][4]

Lark dan padanan yang hanya tersedia di Tiongkok, yaitu Feishu (yang berarti “pesan terbang”), beroperasi secara terpisah dan menyimpan data pengguna secara terpisah pula (Lark di Singapura, Feishu di Beijing).[5]

Sejarah

Lark dikembangkan oleh Lark Technologies Pte. Ltd., sebuah anak perusahaan ByteDance yang berbasis di Singapura,[6] dan pada awalnya dikembangkan sebagai alat internal perusahaan.[7]

Pada November 2018, Lark menjadi platform komunikasi dan kolaborasi internal ByteDance.[8]

Pada April 2019, Lark mulai tersedia di pasar internasional.[9]

Pada Maret 2020, ByteDance bersiap merilis “rangkaian alat kolaborasi perkantoran mirip Google” (merujuk pada Google Workspace) yang berfokus pada pengelolaan berkas berbasis komputasi awan serta penyuntingan dokumen dan lembar kerja.[10]

Pada April 2020, selama pandemi COVID-19, Lark menyediakan layanannya secara gratis di seluruh wilayah Asia Tenggara.[11]

Pada 18 Januari 2025, Lark diblokir di Amerika Serikat,[12] bersama dengan seluruh aplikasi ByteDance lainnya, akibat penerapan Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act, sehingga tidak dapat diakses oleh warga Amerika Serikat.

Pranala luar

Referensi

  1. Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
  2. Megha Mandavia. ByteDance makes its remote-work app Lark free in India. The Economic Times. April 1, 2020.
  3. Jibran Ali Mirza. Report: Bytedance takes online collaborative suite Lark overseas. S&P Global. April 3, 2019.
  4. Hemani Sheth. Lark offers digital collaboration tool for free in India owing to lockdown. Business Line. April 3, 2020.
  5. Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
  6. Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
  7. Alexandra Sternlicht. Some ex-TikTok employees say the social media service worked closely with its China-based parent despite claims of independence. Fortune. April 15, 2024.
  8. Tony Xu. Bytedance officially launches productivity tool Lark. TechNode. April 3, 2019.
  9. Tony Xu. Bytedance officially launches productivity tool Lark. TechNode. April 3, 2019.
  10. Zheping Huang. ByteDance to Launch Google-Like Work Tools During Outbreak. Bloomberg News. March 9, 2020.
  11. Hemani Sheth. Lark offers digital collaboration tool for free in India owing to lockdown. Business Line. April 3, 2020.
  12. Ewan Palmer. TikTok Ban: Full list of other apps that have gone dark. Newsweek. 2025-01-19.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29530577 (2026-08-06T01:40:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.