Lompat ke isi

Leó Szilárd

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Leo Szilard

Leó Szilárd (, nama lahir Leó Spitz; 11 Februari 1898 – 30 Mei 1964) adalah seorang fisikawan, biolog, dan penemu berkebangsaan Hungaria-Amerika. Ia memegang peran kunci dalam penemuan reaksi berantai nuklir, mematenkan ide reaktor nuklir bersama Enrico Fermi, serta menjadi pendorong utama dimulainya Proyek Manhattan melalui Surat Einstein–Szilárd.


Setelah Perang Dunia I usai, Szilárd pindah ke Jerman pada tahun 1919 dan melanjutkan studinya di Technische Hochschule Berlin sebelum akhirnya pindah ke Universitas Humboldt Berlin untuk fokus pada ilmu fisika. Di sana, ia berdiskusi dan belajar langsung dari para fisikawan terkemuka seperti Albert Einstein, Max Planck, dan Max von Laue. Szilárd meraih gelar doktor fisika pada tahun 1922 dengan disertasi mengenai Iblis Maxwell dan termodinamika yang dipuji oleh Einstein.

Karier ilmiah di Eropa

Antara tahun 1926 dan 1930, Szilárd bekerja sama dengan Albert Einstein untuk mengembangkan Kulkas Einstein, sebuah sistem pendingin tanpa bagian bergerak. Selain itu, Szilárd merancang dan mengajukan paten paling awal untuk mikroskop elektron (1928), akselerator linear (1928), dan siklotron (1929), meskipun ia tidak pernah mempublikasikannya di jurnal ilmiah sehingga penghargaan resmi sering kali diberikan kepada ilmuwan lain.

Pada awal tahun 1933, ketika Adolf Hitler naik panggung kekuasaan di Jerman, Szilárd mendesak keluarga dan kawan-kawannya untuk segera meninggalkan Eropa. Ia sendiri melarikan diri ke Britania Raya. Di London, pada September 1933, Szilárd menggagas ide mengenai reaksi berantai nuklir yang dimediasi oleh neutron—prinsip dasar bagi reaktor nuklir dan bom atom. Ia mematenkan konsep reaksi berantai nuklir ini pada tahun 1936.

Proyek Manhattan

Menjelang bergejolaknya Perang Dunia II, Szilárd pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1938 untuk melanjutkan risetnya di Universitas Columbia. Khawatir Nazi Jerman akan mengembangkan senjata atom terlebih dahulu, Szilárd menggagas dan merancang Surat Einstein–Szilárd pada Agustus 1939. Surat tersebut ditandatangani oleh Albert Einstein dan dikirimkan kepada Presiden Franklin D. Roosevelt, yang kemudian memicu berdirinya program rahasia Proyek Manhattan.

Selama Proyek Manhattan berlangsung di Laboratorium Metalurgi Universitas Chicago, Szilárd menjabat sebagai salah satu kepala fisikawan. Bersama Enrico Fermi, ia berhasil menciptakan reaksi berantai nuklir buatan manusia pertama di dalam reaktor Chicago Pile-1 pada 2 Desember 1942.

Setelah Jerman menyerah pada tahun 1945, Szilárd menentang penggunaan bom atom terhadap warga sipil Jepang. Ia menyusun Petisi Szilárd yang ditandatangani oleh 70 ilmuwan Proyek Manhattan, mendesak Presiden Harry S. Truman untuk memberikan demonstrasi senjata atom terlebih dahulu daripada menjatuhkannya di kota-kota Jepang.

Pascaperang dan biologi

Setelah Perang Dunia II, Szilárd beralih fokus dari fisika nuklir ke bidang biologi molekuler dan biokimia. Ia menjadi penyuara aktif bagi pelucutan senjata nuklir global dan ikut mendirikan Council for a Livable World pada tahun 1962. Di bidang biologi, ia memberikan kontribusi signifikan seperti penemuan penghambatan umpan balik (feedback inhibition) dan pembuatan alat chemostat.

Szilárd didiagnosis mengidap kanker kandung kemih pada tahun 1960 dan merancang sendiri terapi radiasi kobalt-60 untuk mengobati penyakitnya hingga sembuh. Ia meninggal dunia dalam tidurnya di La Jolla, California, pada 30 Mei 1964 akibat serangan jantung.

Paten utama

  • US Patent 1.781.541Einstein Refrigerator (Kulkas Einstein) — bersama Albert Einstein (1930).
  • US Patent 2.708.656Neutronic reactor (Reaktor Nuklir) — bersama Enrico Fermi (1955).

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29483698 (2026-07-21T16:18:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.