Letusan Toba Termuda
Letusan Toba (juga dikenal sebagai superletusan Toba atau letusan Toba termuda) merupakan suatu peristiwa supervulkanik yang terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu, pada masa Pleistosen Akhir, di lokasi yang kini menjadi Danau Toba di Sumatra, Indonesia. Letusan ini merupakan yang terakhir dari sedikitnya empat letusan pembentuk kaldera di daerah tersebut; kaldera terdahulu diketahui terbentuk sekitar 1,2 juta tahun silam. Letusan terakhir ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 8, menjadikannya letusan eksplosif terbesar yang diketahui sepanjang Kuarter, sekaligus salah satu dari letusan eksplosif terbesar dalam sejarah Bumi.
Letusan
Kronologi letusan Toba
Tanggal pasti letusan ini tidak diketahui, namun pola endapan abu menunjukkan bahwa peristiwa tersebut kemungkinan terjadi pada musim panas di belahan bumi utara, karena hanya muson musim panas yang dapat membawa abu Toba hingga ke Laut Tiongkok Selatan. Letusan ini mungkin berlangsung antara sembilan hingga empat belas hari. Dua penanggalan presisi tinggi menggunakan metode argon–argon menunjukkan usia letusan masing-masing 73.880 ± 320 dan 73.700 ± 300 tahun yang lalu. Lima kantong magma berbeda diketahui aktif dalam beberapa abad sebelum letusan terjadi.
Letusan ini diawali oleh semburan udara berskala kecil dan terbatas, yang segera disusul oleh fase utama berupa aliran ignimbrit. Fase ignimbrit ini ditandai oleh kolom letusan yang relatif rendah, tetapi kolom koignimbrit yang terbentuk di atas aliran piroklastik mencapai ketinggian sekitar .
Keterbatasan petrologi terhadap emisi sulfur memperlihatkan kisaran yang sangat luas, antara hingga , bergantung pada keberadaan gas sulfur terpisah di dalam ruang magma Toba. Batas bawah dari perkiraan tersebut mencerminkan rendahnya kelarutan sulfur di dalam magma. Catatan inti es memperkirakan emisi sulfur mencapai sekitar .
Kutipan dan catatan
Referensi
Bacaan lanjutan
Pranala luar
- Population Bottlenecks and Volcanic Winter
- "The proper study of mankind" – Article in The Economist
- Homepage of Professor Stanley H. Ambrose, including bibliographic information on the two papers he has published on the Toba catastrophe theory
- Mount Toba: Late Pleistocene human population bottlenecks, volcanic winter, and differentiation of modern humans by Professor Stanley H. Ambrose, Department of Anthropology, University Of Illinois, Urbana, USA; Extract from "Journal of Human Evolution" [1998] 34, 623–651
- Journey of Mankind by The Bradshaw Foundation – includes discussion on Toba eruption, DNA and human migrations
- Geography Predicts Human Genetic Diversity ScienceDaily (Mar. 17, 2005) – By analyzing the relationship between the geographic location of current human populations in relation to East Africa and the genetic variability within these populations, researchers have found new evidence for an African origin of modern humans.
- Out of Africa – Bacteria, As Well: Homo Sapiens And H. Pylori Jointly Spread Across The Globe ScienceDaily (Feb. 16, 2007) – When man made his way out of Africa some 60,000 years ago to populate the world, he was not alone: He was accompanied by the bacterium Helicobacter pylori...; illus. migration map.
- Magma 'Pancakes' May Have Fueled Toba Supervolcano
- Youtube video "Stone Age Apocalypse"
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29710621 (2026-09-05T08:31:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.