Lompat ke isi

Liga Utama Inggris

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Liga Utama Inggris atau Liga Primer Inggris () adalah liga sepak bola profesional di Inggris dan tingkat tertinggi pada sistem liga sepak bola Inggris. Diikuti oleh 20 klub, liga ini beroperasi berdasarkan sistem promosi dan degradasi dengan English Football League (EFL). Arsenal adalah juara bertahan, dengan gelar ke-empat (2025-2026). Musim kompetisi biasanya berlangsung dari Agustus hingga Mei, dengan setiap tim memainkan 38 pertandingan, dua pertandingan melawan satu sama lain, satu kandang dan satu tandang.[1] Kebanyakan pertandingan dimainkan pada sore hari pada akhir pekan, dan sesekali pertandingan dimainkan pada malam hari pada hari kerja.[2]

Kompetisi ini semula dibentuk dengan nama Liga Utama FA () pada 20 Februari 1992 setelah beberapa klub peserta Divisi Pertama Liga Inggris (divisi liga papan atas dari 1888 hingga 1992) memutuskan untuk memisahkan diri dari EFL. Namun, tim-tim masih terdegradasi dan dipromosikan dari dan ke EFL Championship pada akhir setiap musim. Premier League adalah sebuah perusahaan yang dikelola oleh seorang pemimpin eksekutif, dengan klub-klub anggota yang bertindak sebagai pemegang saham.[3] Perusahaan tersebut mengambil keuntungan dari kesepakatan hak siar televisi senilai £5 miliar, dengan Sky dan BT Group yang masing-masing mendapatkan hak siar domestik untuk menyiarkan 128 dan 32 pertandingan.[4][5] Kesepakatan ini akan meningkat menjadi £6,7 miliar untuk empat musim dari 2025 hingga 2029.[6] Klub-klub peserta mendapatkan total pendapatan pembayaran sebesar £2,4 miliar pada musim 2016–2017, dengan tambahan £343 juta dalam bentuk pembayaran solidaritas kepada klub-klub EFL.[7]

Liga ini menjadi liga olahraga dengan penonton terbanyak di dunia, yang disiarkan di 212 wilayah ke 643 juta pemirsa di rumah[8] dan memiliki jumlah penonton potensial sebanyak 4,7 miliar.[9][10] Pada musim 2023–2024, rata-rata jumlah penonton stadion pertandingan Liga Utama Inggris adalah 38.375 penonton,[11] kedua setelah Bundesliga Jerman yang mencapai 39.512 penonton.[12] Mayoritas stadion terisi hampir mendekati kapasitas penuhnya.[13] Pada 2024–2025, Liga Utama Inggris menduduki peringkat pertama dalam peringkat koefisien UEFA berdasarkan penampilan pada kompetisi antarklub Eropa selama lima musim terakhir, mengungguli La Liga Spanyol.[14] Klub-klub dari liga teratas di Inggris telah menghasilkan jumlah gelar juara Piala Champions Eropa/Liga Champions UEFA terbanyak kedua, yaitu enam klub Inggris yang telah memenangkan total 15 kali.[15]

Terdapat 51 klub telah berkompetisi pada Liga Utama Inggris sejak dibentuk pada 1992: 49 klub dari Inggris dan 2 dari Wales. Tujuh diantaranya telah menjadi juara: Manchester United (13), Manchester City (8), Chelsea (5), Arsenal (3), Liverpool (2), Blackburn Rovers (1), dan Leicester City (1).[16] Hanya 6 klub yang bermain pada setiap musim hingga saat ini: Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.[17]

Sejarah

Latar belakang

Meskipun beberapa klub mampu meraih kesuksesan yang cukup besar di kancah Eropa pada 1970-an dan awal 1980-an, namun akhir 1980-an menandai titik rendah dalam dunia sepak bola Inggris. Stadion yang hancur, fasilitas bagi pendukung yang buruk, maraknya hooligan, dan juga larangan tampil bagi klub Inggris pada kompetisi Eropa selama lima tahun setelah Tragedi Heysel pada tahun 1985.[18] Divisi Pertama, liga sepak bola tingkat tertinggi sepak bola Inggris yang didirikan sejak 1888, tertinggal di belakang liga lainnya, seperti Serie A di Italia ataupun La Liga Spanyol, baik dalam jumlah pendapatan maupun kehadiran, serta berpindahnya pemain unggulan Inggris ke luar negeri.[19]

Pada tahun 1990-an tren tersebut mulai berubah, di mana pada Piala Dunia FIFA 1990, mencapai babak semifinal dan UEFA mencabut larangan lima tahun terhadap klub-klub Inggris untuk bermain di kompetisi Eropa pada tahun 1990, sehingga Manchester United berhasil mengangkat Piala Winners UEFA pada tahun 1991. Laporan Taylor mengenai standar keselamatan stadion diterbitkan pada Januari 1991, yang mana laporan itu mengusulkan peningkatan kualitas stadion dengan membuat seluruh stadion memiliki tempat duduk, sehingga akan diperlukan biaya yang cukup tinggi. Hal ini terkait dengan Tragedi Hillsborough yang terjadi pada 15 April 1989.[20]

Pada tahun 1980-an, klub-klub besar Inggris telah mulai bertransformasi menjadi usaha bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip komersial pada administrasi klub untuk memaksimalkan pendapatan. Martin Edwards dari Manchester United, Irving Scholar dari Tottenham Hotspur, dan David Dein dari Arsenal menjadi beberapa pemimpin dalam transformasi ini.[21] Hal ini menyebabkan klub papan atas berusaha untuk meningkatkan kekuatan mereka, sehingga klub yang bermain pada Divisi Satu mengancam akan melepaskan diri dari Football League untuk meningkatkan kekuatan suara dan mengatur keuangan secara lebih menguntungkan dengan cara mengambil 50% bagian dari semua pendapatan televisi dan sponsor pada tahun 1986.[22] Mereka meminta agar perusahaan televisi membayar lebih untuk liputan pertandingan mereka,[23] dan pendapatan dari televisi menjadi semakin penting di mana The Football League menerima 6,3 juta poundsterling untuk perjanjian selama dua tahun pada tahun 1986, tetapi dalam kesepakatan bersama ITV pada tahun 1988, harganya naik tajam menjadi 44 juta poundsterling untuk durasi empat tahun, di mana klub papan atas mengambil 75% pendapatan.[24][25] Dalam negosiasi tersebut, masing-masing klub Divisi Pertama menerima sekitar 25 ribu poundsterling per tahun dari hak siar televisi sebelum tahun 1986 dan meningkat sekitar dua kali lipat berdasarkan negosiasi pada tahun 1986, dan melonjak menjadi 600 ribu poundsterling pada tahun 1988.[26] Negosiasi pada tahun 1988 dilaksanakan di bawah ancaman dari sepuluh klub yang berencana meninggalkan liga untuk membentuk "liga super", tetapi mereka berhasil dibujuk untuk tetap berada dalam liga, tetapi kemudian mengambil jatah keuntungan yang besar.[27][28][29] Negosiasi tersebut juga meyakinkan klub-klub besar bahwa untuk menerima jumlah suara yang cukup, mereka memerlukan keseluruhan Divisi Pertama bersama mereka alih-alih "liga super" yang lebih kecil.[30] Pada awal 1990-an, klub-klub besar kembali mempertimbangkan untuk keluar, karena pada saat itu mereka harus mendanai biaya perawatan stadion, sebagaimana yang diusulkan dalam Laporan Taylor.[31]

Pembentukan

Pada tahun 1990, direktur pelaksana London Weekend Television (LWT), Greg Dyke, bertemu dengan perwakilan dari lima klub sepak bola besar di Inggris (Manchester United, Liverpool, Tottenham, Everton, dan Arsenal) saat makan malam.[32] Pertemuan itu guna membuka jalan bagi mereka keluar dari The Football League.[33] Dyke percaya bahwa akan lebih menguntungkan bagi LWT jika hanya klub-klub besar yang ditayangkan di televisi nasional dan ia ingin memastikan apakah klub-klub itu akan tertarik pada bagian yang lebih besar dari pendapatan hak siar televisi.[34] Kelima klub setuju dengan saran itu dan memutuskan untuk meneruskannya, meskpun liga tersebut tidak akan memiliki kredibilitas tanpa dukungan dari The Football Association, sehinngga David Dein dari Arsenal mengadakan pembicaraan untuk melihat apakah FA dapat menerima ide tersebut, dan kebetulan hubungan antara FA dengan Football League sedang tidak baik pada saat itu, dan menganggapnya sebagai cara untuk melemahkan posisi Football League.[35] The FA merilis laporan pada Juni 1991, Blueprint for the Future of Football, yang mendukung rencana Liga Utama dengan FA sebagai otoritas tertinggi yang akan mengawasi liga.[36]

Pada penutupan musim 1991, sebuah proposal diajukan, dengan tujuan untuk membentuk suatu liga baru yang akan memberikan lebih banyak uang ke dalam keseluruhan permainan. Kesepakatan para pendiri (The Founder Members Agreement) ditandatangani pada 17 Juli 1991 oleh klub papan atas yang menandai pendirian dasar untuk persiapan Liga Utama FA (FA Premier League).[37] Divisi tingkat atas yang baru dibentuk ini, memiliki independensi dalam hal komersial yang terlepas dari The Football Association dan Football League, sehingga liga ini dapat menegosiasikan sendiri kesepakatan hak siar dan sponsor. Argumen yang diberikan saat itu ialah pendapatan tambahan yang memungkinkan klub Inggris untuk bersaing dengan klub lain di Eropa.[38] Meskipun Dyke memainkan peran penting dalam pembentukan liga ini, Dyke dan ITV kalah dalam pencalonan hak siar setelah BSkyB memenangkan pencalonan dengan tawaran 304 juta poundsterling selama lima tahun, bersama dengan BBC yang berhak menyiarkan rangkuman cuplikan pada Match of the Day saat itu.[39][40]

Pada tahun 1992, klub-klub Divisi Pertama mengundurkan diri secara massal dari Football League, dan pada 27 Mei 1992, Liga Utama FA (FA Premier League) didirikan sebagai perseroan terbatas yang bekerja di luar markas The FA di Lancaster Gate.[41] Hal ini menandai perpisahan Football League yang telah berjalan selama 104 tahun dengan empat divisi, sementara Liga Utama hanya memiliki satu divisi dan Football League kemudian berjalan dengan tiga divisi. Tidak terdapat perubahan dalam format kompetisi, dengan jumlah tim yang sama yang bermain pada tingkat tertinggi, dan sistem promosi dan degradasi antara Liga Utama dan Divisi Pertama yang baru tetap berjalan sama seperti antara Divisi Pertama dan Kedua yang lama, di mana tiga tim terdegradasi dan tiga tim dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.[42]

Musim pertama liga adalah edisi 1992–1993 yang diikuti oleh 22 klub. Gol pertama dicetak oleh Brian Deane dari Sheffield United saat menaklukan Manchester United dengan skor 2–1.[43] Adapun 22 anggota pertama Liga Utama, yakni: Arsenal, Aston Villa, Blackburn Rovers, Chelsea, Coventry City, Crystal Palace, Everton, Ipswich Town, Leeds United, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Middlesbrough, Norwich City, Nottingham Forest, Oldham Athletic, Queens Park Rangers, Sheffield United, Sheffield Wednesday, Southampton, Tottenham Hotspur, dan Wimbledon.[44] Luton Town, Notts County, dan West Ham United merupakan tiga tim yang terdegradasi dari Divisi Pertama yang lama dan tidak ikut serta pada edisi pertama ini.[45]

Dominasi "Empat Besar"

Hasil tim "empat besar" selama tahun 2000-an
Musim
2000–2001 2 6 3 1
2001–2002 1 6 2 3
2002–2003 2 4 5 1
2003–2004 1 2 4 3
2004–2005 2 1 5 3
2005–2006 4 1 3 2
2006–2007 4 2 3 1
2007–2008 3 2 4 1
2008–2009 4 3 2 1
2009–2010 3 1 7 2
' 10 8 7 10
dari 10
Juara liga
Babak grup Liga Champions
Babak kualifikasi ketiga / play-off Liga Champions
Babak kualifikasi pertama Liga Champions
Piala UEFA / Liga Eropa

Salah satu hal penting dari Liga Utama pada pertengahan 2000-an adalah dominasi dari tim yang disebut sebagai "Empat Besar": Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Manchester United.[46][47] Selama dekade ini, mereka mendominasi empat tempat teratas, yang datang dengan kualifikasi Liga Champions UEFA, mengambil semua empat tempat teratas dalam 5 dari 6 musim dari 2003–2004 sampai 2008–2009, sementara setiap musim selama tahun 2000-an memperlihatkan bahwa tim "Big Four" selalu lolos ke kompetisi Eropa. Setelah musim 2003–2004, Arsenal memperoleh julukan "The Invincible" karena mereka menjadi klub pertama yang menyelesaikan musim Liga Utama tanpa kekalahan pada satupun pertandingan, yang hanya terjadi stu kali pada Liga Utama.[48][49]

Selama tahun 2000-an, hanya empat tim di luar "Empat Besar" yang berhasil lolos ke Liga Champions: Leeds United (1999–2000), Newcastle United (2001–2002 dan 2002–2003), Everton (2004–2005), dan Tottenham Hotspur (2009–2010), di mana mereka mengisi jatah terakhir Liga Champions, dengan pengecualian Newcastle pada musim 2002–2003, yang menyelesaikan musim pada peringkat ketiga.

Pada bulan Mei 2008 Kevin Keegan menyatakan bahwa dominasi "Empat Besar" mengancam liga tersebut, "Liga ini dalam bahaya menjadi salah satu liga paling membosankan tetapi hebat di dunia."[50] Ketua eksekutif Liga Utama Richard Scudamore mengatakan dalam pembelaan: "Ada banyak pergolakan yang terjadi di Liga Utama tergantung pada apakah Anda berada di atas, di tengah atau di bawah yang membuatnya menarik."[51]

Sejak 2005 hingga 2012, terdapat peserta Liga Inggris pada tujuh dari delapan final Liga Champions, di mana hanya klub "Empat Besar" yang mencapai tahap itu. Liverpool (2005), Manchester United (2008) dan Chelsea (2012) memenangkan kompetisi selama periode ini, sementara Arsenal (2006), Liverpool (2007), Chelsea (2008) dan Manchester United (2009 dan 2011) kalah pada final Liga Champions.[52] Leeds United adalah satu-satunya tim non-"Empat Besar" yang mencapai semi final Liga Champions, pada musim 2000–2001.

Selain itu, antara musim 1999–2000 dan 2009–2010, empat tim Liga Utama mencapai Piala UEFA atau final Liga Eropa, dengan pengecualian untuk Liverpool yang berhasil memenangkan kompetisi pada tahun 2001. Arsenal (2000), Middlesbrough (2006), dan Fulham (2010) semua kalah pada pertandingan final.[53]

Meskipun dominasi kelompok ini berkurang setelah periode ini dengan munculnya Manchester City dan Tottenham, dalam hal poin kemenangan Liga Utama sepanjang masa, mereka tetap unggul dengan sejumlah selisih. Pada akhir musim 2018–2019 yang merupakan musim ke-27, Liverpool yang berada pada peringkat keempat pada tabel poin sepanjang masa, unggul 250 poin atas tim berikutnya, Tottenham Hotspur. Mereka juga menjadi satu-satunya tim yang mempertahankan rata-rata kemenangan lebih dari 50% sepanjang tampil pada Liga Utama.[54]

Munculnya "Enam Besar"

Hasil tim 'Enam Besar' sejak 2010-an
Musim
2010–2011 4 2 6 3 1 5
2011–2012 3 6 8 1 2 4
2012–2013 4 3 7 2 1 5
2013–2014 4 3 2 1 7 6
2014–2015 3 1 6 2 4 5
2015–2016 2 10 8 4 5 3
2016–2017 5 1 4 3 6 2
2017–2018 6 5 4 1 2 3
2018–2019 5 3 2 1 6 4
2019–2020 8 3 1 2 3 6
2020–2021 8 4 3 1 2 7
2021–2022 5 3 2 1 6 4
2022–2023 2 12 5 1 3 8
' 7 9 7 13 8 6
' 11 11 10 13 12 11
Dari 13 musim
Juara liga
Babak grup Liga Champions
Babak play-off Liga Champions
Liga Eropa
Liga Konferensi Eropa

Tahun-tahun setelah 2009 menandai perubahan dalam struktur "Empat Besar" dengan Tottenham Hotspur dan Manchester City keduanya masuk ke empat tempat teratas secara teratur, mengubah "Empat Besar" menjadi "Enam Besar".[55] Pada musim 2009–2010, Tottenham berada diurutan keempat dan menjadi tim pertama yang menembus empat besar sejak Everton lima tahun sebelumnya.[56] Namun, kritik terhadap kesenjangan antara kelompok elit "klub super" dan mayoritas Liga Utama terus berlanjut, karena meningkatnya kemampuan mereka untuk membelanjakan lebih banyak daripada klub Liga Utama lainnya.[57] Manchester City memenangkan gelar di musim 2011–2012, menjadi klub pertama di luar "Empat Besar" yang menang sejak Blackburn Rovers pada musim 1994–1995. Musim itu juga melihat dua dari "Empat Besar" (Chelsea dan Liverpool) finis diluar empat tempat teratas untuk pertama kalinya sejak musim itu.[58] Dengan hanya empat tempat kualifikasi Liga Champions UEFA yang tersedia di liga, sekarang ada kompetisi yang lebih besar untuk kualifikasi, meskipun dari enam klub yang sempit. Jika tim memiliki poin dan selisih gol yang sama, play-off untuk tempat Liga Champions UEFA akan dimainkan di tempat yang netral. Dalam lima musim berikutnya setelah kampanye pada tahun 2011–2012, Manchester United dan Liverpool sama-sama menempatkan diri mereka di luar empat besar tiga kali sementara Chelsea berada di posisi 10 pada musim 2015–2016. Arsenal finis di urutan ke-5 pada 2016–2017, mengakhiri rekor mereka dengan 20 kali jadi empat besar berturut-turut.[59]

Pada musim 2015–2016, empat besar ditembus oleh tim non-Enam Besar untuk pertama kalinya sejak Everton pada tahun 2005. Leicester City adalah pemenang kejutan liga, sebagai hasilnya lolos ke Liga Champions.[60] Rekor poin tertinggi dalam satu musim diraih oleh Manchester City dengan raihan 100 poin pada musim 2017–2018.

Di luar lapangan, "Enam Besar" memiliki kekuatan dan pengaruh finansial yang signifikan, dengan klub-klub ini berargumen bahwa mereka harus mendapatkan bagian yang lebih besar dari pendapatan karena perawakan yang lebih besar dari klub mereka secara global dan sepak bola menarik yang ingin mereka mainkan.[61] Keberatan berpendapat bahwa struktur pendapatan egaliter di Liga Utama membantu mempertahankan liga kompetitif yang sangat penting untuk keberhasilannya di masa depan.[62]

Laporan Deloitte Football Money League 2016–2017 menunjukkan perbedaan keuangan antara "Enam Besar" dan anggota divisi lainnya. Semua tim "Enam Besar" memiliki pendapatan lebih dari €350 juta, dengan Manchester United memiliki pendapatan terbesar di liga di €676,3 juta. Leicester City adalah klub terdekat dengan "Enam Besar" dalam hal pendapatan, mencatat angka €271,1 juta untuk musim itu – dibantu oleh partisipasi di Liga Champions. Generator pendapatan ke delapan terbesar West Ham, yang tidak bermain di kompetisi Eropa, memiliki pendapatan €213,3 juta, hampir setengah dari klub dengan pendapatan terbesar kelima, Liverpool (€424,2 juta).[63] Sebagian besar dari pendapatan klub pada saat itu berasal dari kesepakatan siaran televisi, dengan klub terbesar masing-masing mengambil dari sekitar £150 juta hingga hampir £200 juta di musim 2016–2017 dari kesepakatan tersebut.[64] Dalam laporan Deloitte tahun 2019, semua "Enam Besar" berada di sepuluh besar klub terkaya di dunia.[65]

Perkembangan

Jumlah klub dikurangi menjadi 20, turun dari 22, pada 1995 ketika empat tim diturunkan dari liga dan hanya dua tim yang dipromosikan.[66][67] Liga divisi teratas hanya berisi 22 tim pada awal musim 1991–1992 yang merupakan tahun sebelum pembentukan Liga Utama.[68]

Pada 8 Juni 2006, FIFA meminta agar semua jumlah peserta liga utama Eropa, termasuk Serie A Italia dan La Liga Spanyol, dikurangi menjadi 18 tim pada awal musim 2007–2008. Liga Utama merespon dengan mengumumkan niat mereka untuk menolak pengurangan tersebut.[69] Pada akhirnya, musim 2007–2008 dimulai lagi dengan 20 tim.[70]

Liga mengubah namanya dari Liga Utama Inggris FA menjadi Liga Utama Inggris pada 2007.[71]

Struktur perusahaan

The Football Association Premier League Ltd (FAPL)[72][73][74] dijalankan sebagai perusahaan dan dimiliki oleh 20 klub anggota. Setiap klub adalah pemegang saham, di mana masing-masing tim memiliki satu suara untuk masalah seperti perubahan peraturan dan kontrak. Klub memilih ketua, kepala eksekutif, dan dewan direksi untuk mengawasi operasi harian liga.[75] The Football Association tidak terlibat langsung dalam operasi sehari-hari kompetisi, tetapi memiliki hak veto sebagai pemegang saham khusus pada saat pemilihan ketua dan kepala eksekutif dan ketika aturan baru diadopsi oleh liga.[76]

Ketua saat ini adalah Sir Dave Richards, yang diangkat pada April 1999, dan kepala eksekutifnya adalah Richard Scudamore yang diangkat pada November 1999.[77] Mantan ketua dan kepala eksekutif, masing-masing John Quinton dan Peter Leaver, dipaksa untuk mengundurkan diri pada Maret 1999 setelah memberikan kontrak konsultasi kepada mantan eksekutif Sky Sam Chisholm dan David Chance.[78] Rick Parry merupakan kepala eksekutif pertama liga.[79] Pada 13 November 2018, Susanna Dinnage diumumkan sebagai penerus Scudamore yang menjabat mulai awal 2019.[80]

Liga Utama Inggris mengirimkan perwakilan ke Asosiasi Klub Eropa UEFA, jumlah klub dan klub yang dipilih sendiri merujuk kepada koefisien UEFA. Untuk musim 2012–2013, Liga Utama Inggris memiliki 10 perwakilan dalam asosiasi tersebut, yaitu: Arsenal, Aston Villa, Chelsea, Everton, Fulham, Liverpool, Manchester City, Manchester United , Newcastle United dan Tottenham Hotspur.[81] Asosiasi Klub Eropa bertanggung jawab untuk memilih tiga anggota ke Komite Kompetisi Klub UEFA, yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi UEFA seperti Liga Champions dan Liga Eropa.[82]

Format kompetisi

Kompetisi

Terdapat 20 klub yang bermain pada Liga Utama Inggris. Selama satu musim kompetisi (dari Agustus hingga Mei) masing-masing klub saling bermain menghadapi lawannya dalam dua pertandingan (sistem round-robin ganda), di mana satu pertandingan dilaksanakan di markas (home) mereka, sementara pertandingan lainnya dimainkan di markas lawan (away). Tim yang memenangkan pertandingan mendapatkan tiga poin, sementara tim yang kalah tidak mendapatkan poin. Jika pertandingan berakhir imbang, kedua tim sama-sama mendapatkan 1 poin. Peringkat klub diurutkan menurut total poin, kemudian selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak. Jika masih imbang, tim dianggap menempati peringkat yang sama. Jika tim yang imbang tersebut berpengaruh kepada penentuan juara, degradasi, atau kelolosan ke kompetisi lainnya, maka akan dilaksanakan play-off di tempat netral untuk menentukan peringkat.[83] Mayoritas pertandingan dimainkan petang hari pada Sabtu dan Minggu.

Promosi dan degradasi

Sistem promosi dan degradasi dipergunakan antara kompetisi Liga Utama dan Kejuaraan EFL. Tiga tim dengan posisi terendah di Liga Utama akan didegradasi dan tampil dalam Kejuaraan EFL pada musim berikutnya, dan dua tim teratas dari Kejuaraan EFL naik tingkat (promosi) ke Liga Utama,[84] di mana jatah tim ketiga ditentukan melalui rangkaian play-off yang diikuti oleh tim peringkat ke-3 sampai ke-6.[85] Liga Utama Inggris diikuti oleh 22 tim saat dimulai pada tahun 1992, tetapi dikurangi menjadi 20 tim pada tahun 1995.[86]

Klub peserta

Terdapat 51 klub telah tampil pada Liga Utama Inggris sejak liga ini dibentuk pada 1992, termasuk musim 2024–2025. Sampai musim ini, hanya ada 6 klub yang mampu terus bertahan di Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.[87]

Juara

No. Musim Juara
1 1992–1993 Manchester United
2 1993–1994 Manchester United
3 1994–1995 Blackburn Rovers
4 1995–1996 Manchester United
5 1996–1997 Manchester United
6 1997–1998 Arsenal
7 1998–1999 Manchester United
8 1999–2000 Manchester United
9 2000–2001 Manchester United
10 2001–2002 Arsenal
11 2002–2003 Manchester United
No. Musim Juara
12 2003–2004 Arsenal
13 2004–2005 Chelsea
14 2005–2006 Chelsea
15 2006–2007 Manchester United
16 2007–2008 Manchester United
17 2008–2009 Manchester United
18 2009–2010 Chelsea
19 2010–2011 Manchester United
20 2011–2012 Manchester City
21 2012–2013 Manchester United
22 2013–2014 Manchester City
No. Musim Juara
23 2014–2015 Chelsea
24 2015–2016 Leicester City
25 2016–2017 Chelsea
26 2017–2018 Manchester City
27 2018–2019 Manchester City
28 2019–2020 Liverpool
29 2020–2021 Manchester City
30 2021–2022 Manchester City
31 2022–2023 Manchester City
32 2023–2024 Manchester City
33 2024–2025 Liverpool

2026 ARSENAL

Klub Jumlah gelar Musim kemenangan
Manchester United 13 1992–1993, 1993–1994, 1995–1996, 1996–1997, 1998–1999, 1999–2000, 2000–2001, 2002–2003, 2006–2007, 2007–2008, 2008–2009, 2010–2011, 2012–2013
Manchester City 8 2011–2012, 2013–2014, 2017–2018, 2018–2019, 2020–2021, 2021–2022, 2022–2023, 2023–2024,
Chelsea 5 2004–2005, 2005–2006, 2009–2010, 2014–2015, 2016–2017
Arsenal 3 1997–1998, 2001–2002, 2003-2004
Liverpool 2 2019–2020, 2024–2025
Blackburn Rovers 1 1994–1995
Leicester City 1 2015–2016

Peserta musim 2024–2025

Dua puluh klub bersaing pada Liga Utama Inggris 2024–2025, yaitu 17 besar klub musim lalu dan tiga klub promosi dari Liga Championship EFL.

Klub peserta
2024–2025
Posisi pada
2023–2024
Musim pertama pada
divisi teratas
Musim pertama pada
Liga Utama Inggris
Jumlah musim
pada divisi teratas
Jumlah musim
pada Liga Utama Inggris
Musim pertama
hingga saat ini
pada divisi teratas
Jumlah musim
yang dijalani saat ini
pada Liga Utama Inggris
Gelar juara
divisi
teratas
Gelar juara
divisi teratas
termutakhir
Arsenal ke-2 1904–1905 1992–1993 108 31 1919–1920 (96 musim) 31 13 2003–2004
Aston Villa ke-4 1888–1889 1992–1993 111 28 2019–2020 (6 musim) 6 7 1980–1981
Bournemouth ke-12 2015–2016 2015–2016 8 8 2022–2023 (3 musim) 3 0
Brentford ke-16 1935–1936 2021–2022 9 4 2021–2022 (4 musim) 4 0
Brighton & Hove Albion ke-11 1979–1980 2017–2018 12 8 2017–2018 (8 musim) 8 0
Chelsea ke-6 1907–1908 1992–1993 90 33 1989–1990 (36 musim) 33 6 2016–2017
Crystal Palace ke-10 1969–1970 1992–1993 25 16 2013–2014 (12 musim) 12 0
Everton ke-15 1888–1889 1992–1993 123 33 1954–1955 (71 musim) 33 9 1986–1987
Fulham ke-13 1949–1950 2001–02 30 18 2022–2023 (3 musim) 3 0
Ipswich Town ke-2 (EFL) 1961–1962 1992–1993 27 6 2024–2025 (1 musim) 1 1 1961–1962
Leicester City ke-1 (EFL) 1955–1956 1994–1995 56 18 2024–2025 (1 musim) 1 1 2015–2016
Liverpool ke-3 1894–1895 1992–1993 110 33 1962–1963 (63 musim) 33 19 2019–2020
Manchester City ke-1 1899–1900 1992–1993 96 28 2002–2003 (23 musim) 23 10 2023–2024
Manchester United ke-8 1892–1893 1992–1993 100 33 1975–1976 (50 musim) 31 20 2012–213
Newcastle United ke-7 1898–1899 1993–1994 93 30 2017–2018 (8 musim) 8 4 1926–1927
Nottingham Forest ke-17 1892–1893 1992–1993 59 8 2022–2023 (3 musim) 3 1 1977–1978
Southampton ke-4 (EFL) 1966–1967 1992–1993 47 25 2024–2025 (1 musim) 1 0
Tottenham Hotspur ke-5 1909–1910 1992–1993 90 33 1978–1979 (47 musim) 33 2 1960–1961
West Ham United ke-9 1923–1924 1993–1994 67 29 2012–2013 (13 musim) 13 0
Wolverhampton Wanderers ke-14 1888–1889 2003–2004 70 11 2018–2019 (7 musim) 7 3 1958–1959

Klub lain

Klub Liga saat ini Posisi
di 2018–2019
Musim pertama di
divisi utama
Musim pertama di
Liga Utama Inggris
Musim terbaru di
Liga Utama Inggris
Musim
di divisi
utama
Musim
di Liga
Utama Inggris
Gelar
divisi
utama
Gelar terakhir
di divisi
utama
Barnsley Championship ke-2 di Liga Satu 1997–98 1997–98 1997–98 1 1 0 n/a
Birmingham City Championship ke-17 1894–95 2002–03 2010–11 57 7 0 n/a
Blackburn Rovers Championship ke-15 1888–89 1992–93 2011–12 72 18 3 1994–95
Blackpool League One ke-10 1930–31 2010–11 2010–11 28 1 0 n/a
Bolton Wanderers League One ke-23 di Championship 1888–89 1995–96 2011–12 61 13 0 n/a
Bradford City League Two ke-24 di League One 1908–09 1999–2000 2000–01 12 2 0 n/a
Cardiff City Championship ke-18 di Premier League 1921–22 2013–14 2018–19 17 2 0 n/a
Charlton Athletic Championship ke-3 di League One 1936–37 1998–99 2006–07 27 8 0 n/a
Coventry City League One ke-8 1967–68 1992–93 2000–01 34 9 0 n/a
Derby County Championship ke-6 1888–89 1996–97 2007–08 65 7 2 1974–75
Fulham Championship ke-19 di Premier League 1949–50 2001–02 2018–19 26 14 0 n/a
Huddersfield Town Championship ke-20 di Premier League 1920–21 2017–18 2018–19 33 2 3 1925–26
Hull City Championship ke-13 2008–09 2008–09 2016–17 5 5 0 n/a
Ipswich Town League One ke-24 di Championship 1961–62 1992–93 2001–02 26 5 1 1961–62
Leeds United Championship ke-3 1924–25 1992–93 2003–04 50 12 3 1991–92
Middlesbrough Championship ke-7 1902–03 1992–93 2016–17 62 15 0 n/a
Nottingham Forest Championship ke-9 1892–93 1992–93 1998–99 56 5 1 1977–78
Oldham Athletic League Two ke-14 1910–11 1992–93 1993–94 12 2 0 n/a
Portsmouth League One ke-4 1927–28 2003–04 2009–10 33 7 2 1949–50
Queens Park Rangers Championship ke-19 1968–69 1992–93 2014–15 23 7 0 n/a
Reading Championship ke-20 2006–07 2006–07 2012–13 3 3 0 n/a
Sheffield Wednesday Championship ke-12 1892–93 1992–93 1999–2000 66 8 4 1929–30
Stoke City Championship ke-16 1888–89 2008–09 2017–18 63 10 0 n/a
Sunderland League One ke-5 1890–91 1995–96 2016–17 87 13 6 1935–36
Swansea City Championship ke-10 1981–82 2011–12 2017–18 9 7 0 n/a
Swindon Town League Two ke-13 1993–94 1993–94 1993–94 1 1 0 n/a
West Bromwich Albion Championship ke-4 1888–89 2002–03 2017–18 79 12 1 1919–20
Wigan Athletic Championship ke-18 2005–06 2005–06 2012–13 8 8 0 n/a
Wimbledon Dibubarkan Dibubarkan (2003–2004) 1892–93 1992–93 1999–2000 14 8 0 n/a

a: Anggota pendiri Liga Utama Inggris
b: Salah satu dari 12 tim asli Football League
c: Klub yang berasal dari Wales

Klub non-Inggris

Wales

Pada tahun 2011, sebauh klub Wales berpartisipasi dalam Liga Utama untuk pertama kalinya setelah Swansea City mendapatkan promosi.[88][89] Pertandingan Liga Utama yang dimainkan di luar Inggris adalah pertandingan kandang Swansea City di Stadion Liberty melawan Wigan Athletic pada 20 Agustus 2011.[90] Jumlah klub Wales yang bermain pada Liga Utama bertambah menjadi dua pada musim 2013–2014 saat Cardiff City meraih promosi,[91] tetapi mereka langsung terdegradasi setelah musim perdana mereka.[92] Cardiff kembali promosi pada 2017–2018 tetapi jumlah klub Wales tetap sama pada musim Liga Utama Inggris 2018–2019 karena Swansea City terdegradasi dari Liga Utama Inggris pada 2017–2018.[93] Setelah terdegradasinya Cardiff City pada 2018–2019, per tahun 2020 tidak ada klub Wales yang bermain pada Liga Utama Inggris.[94]

Karena klub Wales merupakan anggota Asosiasi Sepak Bola Wales (bahasa Inggris: Football Association of Wales, FAW), muncul pertanyaan apakah klub seperti Swansea dapat mewakili Inggris atau Wales pada kompetisi Eropa. Hal ini membuat diskusi panjang dalam Uni Sepak Bola Eropa. Swansea mengambil salah satu dari tiga jatah Inggris pada Liga Eropa UEFA pada 2013–2014 setelah menjuarai Piala Liga Inggris pada musim 2012–2013.[95] Hak klub Wales untuk mengambil jatah Inggris seperti itu sempat menjadi keraguan, sampai kemudian UEFA mengklarifikasi masalah ini pada Maret 2012 yang menyatakan bahwa klub Wales dapat berpartisipasi.[96]

Skotlandia dan Irlandia

Partisipasi dalam Liga Utama oleh beberapa klub Skotlandia atau Irlandia telah dibahas beberapa kali, namun tidak menghasilkan apa-apa. Gagasan tersebut hampir mencapai kenyataan pada tahun 1998, ketika Wimbledon menerima persetujuan Liga Utama Inggris untuk pindah ke Dublin, Irlandia, tetapi langkah itu dihentikan oleh Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia.[97][98][99][100]

Media juga beberapa kali mendiskusikan pemikiran bahwa dua tim terbesar Skotlandia, Celtic dan Rangers, dapat atau akan tampil pada Liga Utama Inggris, tetapi tidak berbuah menjadi kenyataan.[101]

Kompetisi internasional

Kompetisi Eropa

Empat tim teratas pada akhir klasemen Liga Utama Inggris lolos ke babak grup Liga Champions UEFA musim berikutnya. Pemenang Liga Champions UEFA dan Liga Eropa UEFA juga lolos ke babak grup Liga Champions UEFA musim berikutnya. Jika hal ini membuat enam tim Liga Utama Inggris lolos, maka tim yang berada pada posisi keempat di Liga Utama Inggris justru akan bermain pada Liga Eropa UEFA, karena setiap negara dibatasi hanya maksimal 5 tim yang dapat tampil.

Tim yang berada pada peringkat kelima klasemen dalam Liga Utama lolos Inggris ke babak grup Liga Eropa musim berikutnya. Pemenang Piala FA juga lolos ke babak grup Liga Eropa UEFA musim berikutnya, tetapi jika pemenang tersebut juga mengakhiri liga pada lima besar atau telah memenangkan turnamen besar UEFA, tempat ini akan diberikan ke tim peringkat keenam klasemen. Pemenang Piala EFL juga lolos ke babak kualifikasi kedua dalam Liga Eropa UEFA musim berikutnya, tetapi jika pemenang tersebut sudah lolos ke kompetisi UEFA melalui kompetisi lainnya, maka jatah ini akan diberikan ke tim yang berada pada urutan keenam Liga Utama Inggris, atau ketujuh apabila hasil Piala FA juga membuat tim peringkat keenam lolos.[102]

Jumlah tempat yang dialokasikan untuk klub Inggris dalam kompetisi UEFA tergantung pada posisi yang dimiliki suatu negara dalam koefisien negara UEFA, yang dihitung berdasarkan kinerja tim dalam kompetisi UEFA dalam lima tahun sebelumnya. Saat ini peringkat Inggris (dan secara de facto adalah Liga Utama Inggris) berada pada peringkat ke-2 di belakang .

Diambil dari peringkat negara 2019 berdasarkan koefisien UEFA[103]
Peringkat
2019
Peringkat
2018
Perubahan Liga 2014–2015 2015–2016 2016–2017 2017–2018 2018–2019 Koefisien Jatah di Liga Champions Jatah di Liga Eropa
BG PO K3 K2 K1 PQ BG PO K3 K2 K1 PQ
1 1 = style="text-align:left;" 20.214 23.928 20.142 19.714 19.571 103.569 4 2 1
2 2 = style="text-align:left;" 13.571 14.250 14.928 20.071 22.642 85.462 4 2 1
3 3 = style="text-align:left;" 19.000 11.500 14.250 17.333 12.642 74.725 4 2 1
4 4 = style="text-align:left;" 15.857 16.428 14.571 9.857 15.214 71.927 4 2 1
5 5 = style="text-align:left;" 10.916 11.083 14.416 11.500 10.583 58.498 2 1 2 1
6 6 = style="text-align:left;" 9.666 11.500 9.200 12.600 7.583 50.549 2 1 1 1 1
7 7 = style="text-align:left;" 9.083 10.500 8.083 9.666 10.900 48.232 1 1 1 1 1
8 8 = style="text-align:left;" 10.000 9.800 5.500 8.000 7.800 39.900 1 1 1 1 1
9 9 = style="text-align:left;" 9.600 7.400 12.500 2.600 5.600 38.900 1 1 1 1 1
10 10 = style="text-align:left;" 6.000 6.600 9.700 6.800 5.500 34.600 1 1 1 1 1

Pengecualian dari sistem kelolosan ke kompetisi Eropa yang biasanya dipergunakan terjadi pada tahun 2005, setelah Liverpool memenangkan Liga Champions pada tahun sebelumnya, tetapi tidak lolos ke Liga Champions menurut peringkat akhir klasemen Liga Utama Inggris pada musim itu. UEFA memberikan dispensasi khusus bagi Liverpool untuk masuk ke Liga Champions sehingga Inggris mendapatkan jatah lima tempat.[104] UEFA kemudian membuat peraturan bahwa juara bertahan lolos ke kompetisi tersebut pada musim berikutnya terlepas dari posisi mereka pada liga domestik. Namun, dengan liga yang memiliki empat jatah pada Liga Champions, hal ini berarti bahwa pemenang Liga Champions yang tidak berada pada peringkat empat besar, akan mengambil jatah tim peringkat keempat. Pada waktu itu, tidak ada asosiasi yang dapat memiliki jatah lebih dari empat tim pada Liga Champions.[105] Hal ini terjadi pada tahun 2012 ketika Chelsea berhasil menjuarai Liga Champions pada musim panas tersebut, tetapi hanya berada pada peringkat keenam klasemen akhir liga Inggris. Chelsea kemudian mengambil jatah Tottenham Hotspur, sehingga Tottenham Hotspur bermain pada Liga Eropa UEFA.[106]

Sejak 2015–2016, pemenang Liga Eropa lolos ke Liga Champions, yang membuat jumlah tim maksimum yang lolos meningkat dari empat menjadi lima.[107] Hal ini berpengaruh di Inggris pada musim 2016–2017 saat Manchester United hanya mampu berada pada peringkat keenam klasemen, tetapi telah menjuarai Liga Eropa. Dengan demikian, Inggris mendapatkan jatah lima tempat pada 2017–2018.[108] Dalam hal ini, setiap jatah Liga Europa yang kosong tidak diberikan kepada sesama tim Inggris menurut klasemen, sehingga jatah pada Liga Eropa untuk musim selanjutnya akan berkurang. Jika kedua pemenang Liga Champions dan Liga Eropa berasal dari asoasiasi yang sama dan sama-sama tidak berada pada empat besar klasemen, maka tim peringkat keempat akan bermain pada Liga Eropa.

Kompetisi internasional

Antara musim 1992–1993 hingga 2018–2019, klub Liga Utama Inggris memenangkan Liga Champions UEFA sebanyak lima kali (dan tujuh kali menjadi juara kedua), di belakang raihan La Liga Spanyol dengan sebelas kali menjadi juara, setara dengan Serie A Italia, dan unggul atas Bundesliga Jerman dengan tiga kali menjadi juara.[109] Dua klub Liga Utama Inggris telah berhasil menjadi Piala Dunia Antarklub FIFA (awalnya disebut Kejuaraan Dunia Antarklub FIFA), yakni Manchester United pada 2008 dan Liverpool pada 2019,[110] dan dua kali berada pada peringkat kedua (Liverpool pada 2005 dan Chelsea pada 2012),[111][112] di belakang raihan klub La Liga Spanyol dengan tujuh kemenangan,[113] Brasileirão Brasil dengan empat kemenangan,[114][115][116][117] dan imbang dengan Serie A Italia dengan dua kemenangan.[118][119]

Keuangan

Liga Utama Inggris memiliki pendapatan tertinggi dibandingkan semua liga sepak bola di dunia, dengan total pendapatan klub sebesar €2,48 miliar pada 2009–2010.[120][121] Pada 2013–2014, karena peningkatan pendapatan televisi dan pengendalian biaya, Premier League memiliki laba bersih lebih dari £78 juta, melebihi semua liga sepak bola lainnya.[122] Pada tahun 2010, Premier League mendapatkan Penghargaan Ratu untuk Perusahaan (Queen's Awards for Enterprise) dalam kategori Perdagangan Internasional atas kontribusinya yang luar biasa terhadap perdagangan internasional dan nilai yang dibawa untuk sepak bola Inggris dan industri penyiaran Inggris.[123]

Beberapa klub peserta Liga Utama Inggris masuk ke dalam daftar klub sepak bola terkaya di dunia. Laporan yang dirilis Deloitte berjudul "Football Money League" memasukkan tujuh klub Liga Utama Inggris dalam 20 klub teratas untuk musim 2009–2010,[124] dan seluruh 20 klub yang bermain pada Liga Utama Inggris berada pada jajaran 40 tim terbaik secara global pada akhir musim 2013–2014, sebagian besar karena peningkatan pada pendapatan dari siaran.[125] Sejak 2013, liga ini menghasilkan €2,2 miliar per tahun dari hak siar televisi, baik domestik maupun internasional.[126]

Klub peserta Liga secara mendasar telah bersepakat pada Desember 2012 untuk melakukan pengendalian biaya baru secara radikal. Dua proposal yang diajukan terdiri dari aturan tentang impas dan batasan nilai kenaikan gaji yang dapat dibayarkan setiap musim. Dengan kesepakatan televisi baru, momentum tersebut telah tumbuh dalam menemukan cara mencegah mayoritas uang tunai langsung diberikan kepada pemain dan agen.[127]

Pembayaran terpusat untuk musim 2016–2017 berjumlah £2.398.515.773 dari total 20 klub, di mana masing-masing tim menerima biaya partisipasi tetap sebesar £35.301.989 dan pembayaran tambahan dari siaran televisi (£1.016.690 untuk hak secara umum di Inggris untuk sorotan pertandingan, £1.136.083 untuk setiap siaran langsung pertandingan mereka di Inggris, dan £39.090.596 untuk semua hak dari luar negeri), hak komersial (biaya tetap sebesar £4.759.404), dan ukuran nosional "jasa" yang didasarkan pada posisi akhir klasemen liga.[128] Komponen jasa berjumlah £1.941.609 yang dikalikan dengan peringkat akhir klasemen, dihitung dari dasar klasemen (misal, Burnley berada pada peringkat 16 klasemen pada Mei 2017, dan merupakan posisi ke-5 jika dihitung dari bawah, maka mereka menerima 5 × £1.941.609 = £9.708.045).[129]

Sejak 1993 hingga 2016, Liga Utama Inggris memberikan hak sponsor kepada dua perusahaan, yakni Tempat pembuatan bir Carling dan Barclays Bank PLC. Sponsor utama berhak menambahkan namanya di nama liga. Barclays adalah sponsor terakhir, yang mensponsori Liga Utama Inggris dari tahun 2001 hingga 2016 (hingga 2004, kompetisi ditambahkan nama Barclaycard sebelum beralih ke merek perbankan utamanya pada tahun 2004).[130]

Periode Sponsor Judul kompetisi
Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
1992–1993 Tanpa sponsor FA Premier League Liga Utama FA
1993–2001 Carling FA Carling Premiership[131] Liga Utama Carling FA
2001–2004 Barclaycard FA Barclaycard Premiership[132] Liga Utama Barclaycard FA
2004–2007 Barclays FA Barclays Premiership Liga Utama Barclays FA
2007–2016 Barclays Premier League[133][134] Liga Utama Barclays
2016– Tanpa sponsor Premier League Liga Utama

Kesepakatan Barclays dengan Liga Utama Inggris berakhir pada akhir musim 2015–2016. FA mengumumkan pada 4 Juni 2015 bahwa mereka tidak akan mengejar kesepakatan sponsor lebih lanjut untuk Liga Uama Inggris, dengan alasan bahwa mereka ingin membangun merek yang "bersih" untuk kompetisi yang lebih sejalan dengan liga olahraga utama di Amerika Serikat.[135]

Selain sebagai sponsor untuk liga itu sendiri, Liga Utama Inggris memiliki sejumlah mitra dan pemasok resmi.[136] Pemasok bola resmi untuk liga adalah Nike yang telah memiliki kontrak sejak musim 2000–2001 ketika mereka mengambil alih dari Mitre.[137] Dengan merek Merlin, Topps memegang lisensi untuk menghasilkan barang koleksi Liga Utama Inggris antara tahun 1994 hingga 2019 termasuk stiker (untuk album stiker mereka) dan kartu dagang (trading card).[138] Diluncurkan pada musim 2007-2008, Topps Match Attax, permainan kartu perdagangan Liga Utama Inggris yang resmi menjadi koleksi anak laki-laki terlaris di Inggris, dan juga merupakan permainan kartu perdagangan olahraga penjualan terlaris di dunia.[139][140] Pada Oktober 2018, Panini mendapatkan lisensi untuk memproduksi barang koleksi mulai musim 2019–2020.[141] Sejak 2017, perusahaan cokelat Cadbury adalah mitra makanan ringan resmi Liga Premier, dan mensponsori penghargaan Sepatu Emas dan Sarung Tangan Emas.[142]

Penyiar

Britania Raya dan Irlandia

Pertandingan yang disiarkan di Britania Raya dan Irlandia
Musim Sky Lainnya
1992–1997 60 60
1997–2001 60 60
2001–2004 110 110
2004–2007 138 138
2007–2009 96 Setanta 42 138
2009–2010 96 ESPN 42 138
2010–2013 115 ESPN 23 138
2013–2016 116 BT 38 154
2016–2019 126 42 168
2019–2022 128 52 Amazon 20 200

Televisi memainkan peran yang besar dalam sejarah Liga Inggris. Keputusan Liga untuk memberikan hak siar kepada BSkyB pada tahun 1992 menjadi keputusan yang radikan saat itu, tetapi keputusan itu telah dibayarkan. Pada saat itu, televisi berbayar adalah proposisi yang tidak teruji dalam pasar Inggris, seperti halnya kewajiban penggemar untuk membayar demi menonton pertandingan sepak bola di televisi secara langsung. Namun, kombinasi dari strategi Sky, kualitas sepak bola Liga Inggris dan selera publik untuk melihat permainan telah membuat nilai dari hak siar televisi Liga Inggris melonjak.[143]

Liga Inggris menjual hak siar televisi secara kolektif. Hal ini berbeda dengan beberapa liga sepak bola di Eropa lainnya, termasuk La Liga, di mana setiap klub menjual haknya secara individual, yang membuat share yang jauh lebih tinggi dalam hal total pendapatan yang masuk ke beberapa klub papan atas.[144] Uang tersebut dibagi menjadi tiga bagian:[145] setengah bagian dibagi rata antar klub; seperempat diberikan berdasarkan prestasi berdasarkan posisi liga terakhir, klub yang berada pada puncak klasemen mendapatkan dua puluh kali lebih banyak dari klub terbawah, dan langkah yang sama terus menurun sepanjang klasemen; kuartal terakhir dibayarkan sebagai biaya fasilitas untuk pertandingan yang ditayangkan di televisi, di mana klub papan atas umumnya menerima bagian terbesar dari ini. Penghasilan dari hak luar negeri dibagi rata antar 20 klub.[146]

Perjanjian hak siar televisi Sky yang pertama bernilai £304 juta untuk lima musim.[147] Kontrak berikutnya yang dinegosiasikan untuk mulai musim 1997–1998, naik menjadi £670 juta untuk empat musim.[148] Kontrak ketiga bernilai £1,024 miliar bersama dengan BSkyB untuk jangka waktu tiga musim dari 2001–2002 hingga 2003–04. Liga Inggris menghasilkan £320 juta dari penjualan hak-hak internasionalnya dalam tiga tahun sejak 2004–2005 hingga 2006-07. Mereka menjual hak itu berdasarkan wilayah.[149] Monopoli Sky berakhir sejak Agustus 2006 ketika Setanta Sports diberikan hak untuk menayangkan dua dari enam paket pertandingan yang tersedia. Hal ini terjadi setelah desakan dari Komisi Eropa bahwa hak eksklusif tidak boleh dijual ke satu perusahaan televisi. Sky dan Setanta membayar £1,7 miliar, peningkatan dua pertiga yang membuat banyak komentator terkejut karena asumsi publik bahwa nilai hak siar telah naik mengikuti pertumbuhan yang cepat. Setanta juga memegang hak untuk pertandingan langsung pukul 15.00 yang ditayangkan hanya untuk pemirsa di Irlandia. BBC telah mempertahankan hak untuk menampilkan cuplikan untuk tiga musim yang sama (dalam Match of the Day) seharga £171,6 juta, meningkat 63% dari nilai sebelumnya £105 juta yang dibayarkan untuk periode tiga tahun sebelumnya.[150] Sky dan BT telah sepakat untuk bersama-sama membayar £84,3 juta untuk hak siar pertandingan tunda untuk 242 pertandingan (yang merupakan hak untuk menayangkannya secara penuh di televisi dan Internet) yang umumnya untuk jangka waktu 50 jam untuk pertandingan setelah pukul 22.00 pada hari pertandingan.[151] Hak siar televisi di luar negeri menghasilkan £625 juta, hampir dua kali lipat dari kontrak sebelumnya.[152] Total yang diperoleh dari kesepakatan ini mencapai lebih dari 2,7 miliar Poundsterling, membuat klub Liga Inggris mendapatkan penghasilan dari media rata-rata sekitar £40 juta per tahun sejak 2007 hingga 2010.[153]

Kesepakatan hak siar televisi antara Liga Inggris dan Sky telah menghadapi tuduhan bahwa mereka menjadi kartel, dan sejumlah kasus pengadilan muncul sebagai akibatnya.[154] Investigasi oleh Office of Fair Trading pada tahun 2002 menemukan BSkyB mendominasi dalam pasar olahraga televisi berbayar, tetapi mereka menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah alasan yang tidak memadai untuk melakukan klaim bahwa BSkyB telah menyalahgunakan posisi dominannya.[155] Pada Juli 1999, metode penjualan hak Liga Inggris yang menggunakan sistem kolektif untuk semua klub peserta, diselidiki oleh Pengadilan Praktek Terbatas Inggris, yang menyimpulkan bahwa perjanjian tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan umum.[156]

Paket cuplikan BBC pada Sabtu dan Minggu malam, serta malam-malam lainnya yang sesuai dengan jadwal pertandingan, berlangsung hingga tahun 2016.[157] Hak siar televisi saja untuk periode 2010 hingga 2013 telah dibeli seharga £1,782 miliar.[158] Pada 22 Juni 2009, karena masalah yang dihadapi oleh Setanta Sports setelah gagal memenuhi tenggat waktu akhir atas pembayaran £30 juta ke Liga Inggris, ESPN mendapat dua paket hak untuk siaran di Britania Raya yang berisi 46 pertandingan untuk musim 2009–2010 serta paket 23 pertandingan per musim dari 2010–2011 hingga 2012–2013.[159] Pada 13 Juni 2012, Liga Inggris mengumumkan bahwa BT telah mendapat hak untuk menyiarkan 38 pertandingan per musim 2013–2014 hingga musim 2015–2016 senilai £246 juta per tahun. 116 pertandingan lainnya tetap disiarkan oleh Sky dengan nilai £760 juta per tahun. Total pendapatan dari hak siar domestik telah mencapai £3,018 miliar, meningkat 70,2% dibandingkan musim 2010–2011 hingga 2012–2013.[160] Nilai kesepakatan lisensi meningkat 70,2% pada 2015, di mana Sky dan BT membayar £5,136 miliar saat memperbarui kontrak mereka dengan Liga Inggris untuk tiga tahun hingga musim 2018–2019.[161]

Cuplikan di Britania Raya
Program Durasi Saluran
Match of the Day 1992–2001, 2004–kini BBC
The Premiership 2001–2004 ITV

Pada Agustus 2016, diumumkan bahwa BBC akan menciptakan majalah dengan gaya baru untuk Liga Inggris dengan judul The Premier League Show.[162] Pada Juni 2018, diumumkan bahwa Amazon Video akan menyiarkan 20 pertandingan per musim dalam kesepakatan tiga tahun mulai musim 2019–2020.[163] Siaran televisi tersebut akan diproduksi dengan menjalin kemitraan bersama Sunset + Vine dan BT Sport.[164]

Internasional

Liga Utama Inggris menjadi liga sepak bola yang paling banyak ditonton di dunia, dengan disiarkan di 212 wilayah ke 643 juta rumah dan pemirsa TV potensial mencapai 4,7 miliar orang.[165] Bagian dari Liga Utama Inggris yang mengurusi produksi televisi, Premier League Productions, dioperasikan oleh IMG Productions dan memproduksi semua konten untuk mitra televisi internasionalnya.[166]

Liga Utama Inggris sangat populer di Asia, di mana program ini menjadi yang paling banyak didistribusikan.[167] Di Australia, perusahaan telekomunikasi Optus memegang hak eksklusif penyiaran Liga Utama Inggris, di mana mereka menyediakan siaran langsung dan akses daring yang sebelumnya dipegang oleh Fox Sports.[168] Di India, pertandingan disiarkan langsung di STAR Sports. Di Tiongkok, hak siar diberikan kepada Super Sports dalam perjanjian selama enam tahun yang dimulai pada musim 2013–2014.[169]

Pada musim 2019–2020, hak siar di Kanada untuk Liga Utama Inggris dimiliki oleh DAZN, setelah dimiliki bersama oleh Sportsnet dan TSN sejak musim 2013–2014.[170] Di Amerika Serikat, Liga Utama Inggris disiarkan melalui NBC Sports.[171] Pemirsa liga ini memingkat pesat, di mana NBC dan NBCSN rata-rata mencatat 479.000 penonton pada musim 2014–2015, naik 118% dibandingkan musim 2012–2013 ketika masih ditayangkan di Fox Soccer dan ESPN/ESPN2 dengan 220.000 penonton,[172] dan NBC Sports telah mendapatkan sejumlah apresiasi atas liputannya.[173][174][175] NBC Sports melakukan perpanjangan untuk enam tahun pada Liga Utama Inggris musim 2015 sampai musim 2021–2022 dengan kesepakatan senilai $1 miliar (setara dengan £640 juta).[176][177]

Antara musim 1998–1999 hingga musim 2012–2013, RTÉ menyiarkan cuplikan dalam program Premier Soccer Saturday dan terkadang dalam Premier Soccer Sunday. Sejak musim 2004–2005 hingga musim 2006–2007, RTÉ menyiarkan pertandingan langsung pada 15 Saturday sore hari, di mana masing-masing pertandingan disebut Premiership Live. Liga Inggris disiarkan oleh SuperSport di seluruh Afrika Sub-Sahara.

Penayangan di Indonesia

Di Indonesia, Mola TV mengambil alih hak siar untuk penayangan di Indonesia setelah dimiliki oleh MNC, Mola TV awalnya menayangkan Liga Inggris bersama dengan TVRI sebagai siaran FTA. TVRI menayangkan 2 pertandingan di weekend.Namun setelah terjadi kontroversi antara Dewan Pengawas TVRI dan Helmy Yahya. TVRI hiatus menayangkan Liga Inggris hingga diambil alih oleh NET.. NET. melanjutkan penayangan hingga musim berakhir. Sekarang, SCTV ditunjuk sebagai broadcaster musim 2021-2022. Bukan hanya itu, mulai musim 2022-2023 sampai musim 2027-2028. SCTV melalui Induknya Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) mengambil alih hak siar sebesar 100% sehingga Liga Inggris dapat disaksikan melalui FTA (SCTV, Moji), OTT Vidio, dan layanan TV kabel Nex Parabola.

Jarak dengan liga kasta lain

Terdapat kesenjangan yang meningkat antara Liga Utama Inggris dengan English Football League. Sejak berpisah dengan Football League, banyak klub mapan pada Liga Utama Inggris telah membuat kesenjangan dengan rekan-rekan mereka di liga yang lebih rendah. Perbedaan terbesar antara mereka adalah dalam hal hak siar televisi pada liga,[178] banyak tim yang baru mendapatkan promosi merasa sulit untuk menghindari degradasi pada musim pertama mereka di Liga Utama Inggris. Di setiap musim kecuali pada 2001–2002, 2011–2012, dan 2017–2018, setidaknya satu pendatang baru Liga Utama Inggris terdegradasi kembali ke English Football League. Pada musim 1997–1998, ketiga klub yang baru saja mendapat promosi, langsung terdegradasi pada akhir musim.[179]

Liga Utama Inggris mendistribusikan sebagian dari pendapatan televisi kepada klub-klub yang terdegradasi dari liga dalam bentuk "pembayaran parasut". Dimulai pada musim 2013–2014, pembayaran ini mencapai lebih dari £60 juta selama empat musim.[180] Klub Liga Utama Inggris secara proporsional menerima pendapatan pembayaran terpusat sebesar 2,4 miliar poundsterling pada musim 2016–2017, dengan tambahan 343 juta poundsterling dalam rangka solidaritas Liga Utama Inggris kepada klub EFL.[181] Meskipun dirancang untuk membantu tim dalam menyesuaikan diri dengan hilangnya pendapatan televisi (rata-rata tim Liga Premier menerima £41 juta[182] sementara rata-rata klub Kejuaraan EFL hanya menerima £2 juta),[183] kritikus berpendapat bahwa pembayaran sejenis ini sebenarnya memperluas kesenjangan antara tim yang telah mencapai Liga Premier dan yang belum,[184] yang mengarah pada kemunculan tim yang "bouncing back" segera setelah terdegradasi. Beberapa klub yang tidak berhasil promosi ke Liga Utama Inggris, masalah keuangan, termasuk dalam beberapa kasus, administrasi atau bahkan likuidasi telah menjadi hal yang menghantui klub. Degradasi ke liga yang lebih rendah lagi, terjadi pada beberapa klub yang tidak mampu mengatasi kesenjangan.[185][186]

Stadion

Per musim 2017–2018, pertandingan Liga Utama Inggris telah dimainkan di 58 stadion sejak pembentukannya.[187] Tragedi Hillsborough pada tahun 1989 dan Laporan Taylor setelahnya memberikan rekomendasi bahwa tempat penonton yang berdiri harus dihapuskan. Oleh karena itu, semua stadion di Liga Premier adalah stadion berkursi.[188][189] Sejak pembentukan Liga Utama Inggris, lapangan sepak bola di Inggris telah mengalami peningkatan dalam hal kapasitas dan fasilitas secara konstan, di mana beberapa klub pindah ke stadion yang baru dibangun.[190] Sembilan stadion yang sempat menyelenggarakan pertandingan Liga Utama Inggris kini telah dihancurkan. Stadion untuk musim 2017–2018 menunjukkan perbedaan mencolok dalam hal kapasitas. Misalnya, Stadion Wembley, markas sementara Tottenham Hotspur, memiliki kapasitas 90.000 sementara Dean Court, markas Bournemouth, hanya memiliki kapasitas 11.360.[191][192] Total gabungan kapasitas stadion Liga Utama Inggris musim 2017–2018 adalah 806.033 dengan kapasitas rata-rata 40.302.[193]

Kehadiran pendukung di stadion adalah sumber pendapatan reguler yang signifikan bagi klub-klub Liga Utama Inggris.[194] Untuk musim 2016–2017, rata-rata kehadiran pendukung mencapai 35.838 dengan total kehadiran 13.618.596.[195] Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 14.712 dari kehadiran rata-rata 21.126 yang tercatat pada musim pertama kompetisi ini.[196] Namun, selama musim 1992–1993, kapasitas sebagian besar stadion berkurang ketika klub mengganti teras yang biasa dipergunakan penonton untuk berdiri, dengan kursi sesuai dengan tenggat waktu pada musim 1994–1995 dari Laporan Taylor.[197][198] Rekor atas kehadiran rata-rata penonton terjadi pada musim 2007–2008 dengan catatan 36.144.[199] Rekor ini kemudian dikalahkan oleh musim 2013–2014 yang mencatatkan kehadiran rata-rata 36.695 penonton dengan total kehadiran di bawah 14 juta, yang menjadi rata-rata tertinggi di liga divisi tertinggi Inggris sejak 1950.[200] Pada musim 2018–2019, jumlah rata-rata penonton Liga Utama Inggris mencapai 38.181 per pertandingan,[201] kedua tertinggi setelah Bundesliga di Jerman dengan catatan 43.500 penonton per pertandingan,[202] dengan jumlah total penonton sepanjang seluruh pertandingan liga tertinggi dari negara apapun, dengan jumlah 14.508.981.[203]

Manajer

Manajer dalam Liga Utama Inggris terlibat dalam menjalankan keseharian tim, termasuk latihan, seleksi tim, dan pembelian pemain. Pengaruh mereka dalam klub dapat berbeda satu dibanding lainnya dan terkait dengan kepemilikan klub, serta hubungan manajer dengan penggemar.[204] Manajer wajib memiliki Lisensi Pro UEFA yang merupakan kualifikasi akhir dalam pelatihan, dan menyelesaikan Lisensi UEFA 'B' dan 'A'.[205] Lisensi UEFA Pro diperlukan oleh setiap individu yang ingin mengelola klub Liga Utama Inggris secara permanen (misalnya lebih dari 12 pekan yang merupakan waktu yang diberikan kepada manajer sementara yang tidak berkualifikasi untuk bekerja).[206] Penunjukkan manajer sementara berfungsi untuk mengisi kelowongan antara manajer yang baru meninggalkan klub dan manajer baru yang akan datang. Beberapa manajer sementara kemudian menjadi manajer tetap setelah menunjukkan kinerja yang baik selama menjadi manajer sementara, antara lain manajer Portsmouth Paul Hart dan manajer Tottenham Hotspur, David Pleat.

Arsène Wenger menjadi manajer yang paling lama bertugas, dengan menangani Arsenal dalam Liga Inggris sejak 1996 hingga pensiun pada akhir musim 2017–2018, dan memegang rekor sebagai manajer dengan pertandingan paling banyak di Liga Inggris dengan 828 pertandingan yang seluruhnya dilakukan bersama Arsenal. Dia memecahkan rekor yang dibuat oleh Sir Alex Ferguson, yang menangani 810 pertandingan Manchester United sejak pendirian Liga Utama Inggris hingga pensiun pada akhir musim 2012–2013. Ferguson sendiri telah berada di MU sejak November 1986, yakni lima musim Liga Divisi Satu Football Eague dan 21 musim pertama Liga Inggris.[207]

Selama musim 2019–2020, 6 manajer telah dipecat per 28 Desember: Javi Gracia dan Quique Sánchez Flores dari Watford, Mauricio Pochettino dari Tottenham Hotspur, Unai Emery dari Arsenal, Marco Silva dari Everton, dan Manuel Pellegrini dari West Ham United. Terdapat beberapa penelitian mengenai alasan dan efek dari pemecatan manajer. Penelitian yang paling terkenal dilakukan oleh Profesor Sue Bridgewater dari Universitas Liverpool dan Dr. Bas ter Weel dari Universitas Amsterdam, yang melakukan dua studi terpisah dalam rangka mencoba menjelaskan statistik terkait pemecatan manajer. Penelitian Bridgewater menemukan bahwa klub umumnya memecat seorang manajer setelah klub kehilangan rata-rata satu poin per pertandingan.[208]

Manajer pemenang
Manajer Klub Jumlah Tahun
Alex Ferguson Manchester United 13 1992–1993, 1993–1994, 1995–1996, 1996–1997, 1998–1999, 1999–2000,
2000–2001, 2002–2003, 2006–2007, 2007–2008, 2008–2009, 2010–2011, 2012–2013
Pep Guardiola Manchester City 4 2017–2018, 2018–2019, 2020-2021, 2021-2022
Arsène Wenger Arsenal 3 1997–1998, 2001–2002, 2003–2004
José Mourinho Chelsea 2004–2005, 2005–2006, 2014–2015
Kenny Dalglish Blackburn Rovers 1 1994–1995
Carlo Ancelotti Chelsea 2009–2010
Roberto Mancini Manchester City 2011–2012
Manuel Pellegrini Manchester City 2013–2014
Claudio Ranieri Leicester City 2015–2016
Antonio Conte Chelsea 2016–2017
Jürgen Klopp Liverpool 2019–2020
Manajer terkini
Manajer Klub Ditunjuk Durasi
align=center Bournemouth
align=center Burnley
align=center Liverpool
align=center Sheffield United
align=center Manchester City
align=center Norwich City
align=center Bruno Lage Wolverhampton Wanderers 9 Juni 2021
align=center Crystal Palace
align=center Aston Villa
align=center Southampton
align=center Manchester United
align=center Leicester City
align=center Brighton & Hove Albion
align=center Chelsea
align=center Newcastle United
align=center Tottenham Hotspur
align=center Watford
align=center Arsenal
align=center Everton
align=center West Ham United

Pemain

Penampilan

Penampilan terbanyak
Pemain
1 Gareth Barry 653
2 Ryan Giggs 632
3 Frank Lampard 609
4 David James 572
5 James Milner 538
6 Gary Speed 535
7 Emile Heskey 516
8 Mark Schwarzer 514
9 Jamie Carragher 508
10 Phil Neville 505
[209]
Cetak miring: pemain masih bermain dalam sepak bola profesional.
Cetak tebal: pemain masih bermain pada Liga Utama.

Pemain asing dan aturan transfer

Pada awal Liga Utama Inggris pada musim 1992–1993, hanya 11 pemain yang masuk dalam daftar susunan pemain pada awal pertandingan (starting lineup) dalam putaran pertama pertandingan yang berasal dari luar Inggris atau Irlandia.[210] Pada 2000–2001, jumlah pemain asing yang berpartisipasi pada Liga Utama Inggris mencapai 36% dari total pemain. Pada musim 2004–2005, jumlah tersebut meningkat menjadi 45%. Pada 26 Desember 1999, Chelsea menjadi tim Liga Utama pertama yang menurunkan susunan pemain yang tidak mencantumkan satupun pemain Inggris,[211] dan pada 14 Februari 2005, Arsenal adalah klub pertama yang menurunkan daftar 16 pemain yang seluruhnya diisi pemain asing.[212] Pada tahun 2009, kurang dari 40% pemain pada Liga Utama Inggris adalah pemain lokal.[213] Pada Februari 2020, pemain dari 117 kebangsaan yang berbeda telah bermain dalam Liga Utama, di mana pemain dari 101 kebangsaan telah mencetak gol.[214]

Menanggapi kekhawatiran bahwa klub akan semakin banyak menggunakan jasa pemain asing alih-alih pemain muda Inggris, pada tahun 1999, Home Office memperketat aturan dalam memberikan izin kerja kepada pemain dari negara di luar Uni Eropa.[215] Seorang pemain dari negara non-anggota Uni Eropa yang mengajukan izin, harus telah bermain untuk negaranya dalam minimal 75 persen pertandingan kelas 'A' dan dipilih dalam seleksi dalam dua tahun terakhir, dan negaranya harus berada setidaknya pada peringkat 70 Peringkat Dunia FIFA dalam dua tahun terakhir. Jika seorang pemain tidak memenuhi kriteria tersebut, klub yang ingin menjalin kontrak dengan pemain itu dapat saja mengajukan banding.[216]

Pemain hanya dapat ditransfer selama periode transfer yang ditetapkan oleh The Football Association. Dua periode transfer berlangsung sejak hari terakhir musim hingga 31 Agustus dan sejak 31 Desember hingga 31 Januari. Registrasi pemain tidak dapat dipertukarkan di luar periode ini kecuali di bawah lisensi khusus dari FA, yang umumnya diberikan hanya pada saat keadaan darurat.[217] Pada musim 2010–2011, Liga Utama Inggris memperkenalkan aturan baru yang mewajibkan setiap klub untuk mendaftarkan skuad yang maksimal terdiri atas 25 orang pemain berusia di atas 21 tahun, di mana daftar tersebut hanya dapat diubah pada periode transer atau dalam keadaan luar biasa.[218][219] Hal ini bertujuan untuk memungkinkan pemberlakuan aturan "yang dikembangkan sendiri" (home grown), di mana Liga Utama juga mulai tahun 2010 mewajibkan setidaknya 8 dari 25 orang pemain tersebut merupakan pemain yang berkembang di daerah tersebut ("home-grown players").[220]

Gaji pemain

Tidak ada batasan gaji tim atau individu dalam Liga Utama Inggris. Sebagai hasil dari transaksi televisi yang semakin menguntungkan, gaji pemain naik tajam setelah pembentukan Liga Utama Inggris saat gaji rata-rata pemain adalah 75.000 pound sterling per tahun.[221] Pada musim 2018–19, gaji tahunan rata-rata mencapai £2,99 juta.

Total gaji pemain yang dibayarkan oleh 20 klub Liga Utama Inggris pada musim 2018–19 adalah £1,62 miliar, lebih tinggi dibandingkan liga lain di Eropa, seperti La Liga (£1,05 miliar), Serie A (£0,83 miliar), Bundesliga (£0,72 miliar), dan Ligue 1 (£0,54 miliar). Klub dengan upah rata-rata tertinggi adalah Manchester United dengan £6,5 juta. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan tim dengan gaji tertinggi, seperti di Spanyol (Barcelona £10,5 juta) dan Italia (Juventus £6,7 juta), tetapi lebih tinggi dari Jerman (Bayern Munchen £6,4 juta) dan Prancis (Paris Saint Germain £6,1 juta).

Rasio gaji antara tim dengan total gaji terendah dibandingkan dengan yang tertinggi pada Liga Utama Inggris ialah 1 berbanding 6,82. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan liga lainnya di Eropa, yakni Serie A (1 berbanding 16), La Liga (1 berbanding 19,1), Bundesliga (1 berbanding 20,5), dan Ligue 1 (1 berbanding 26,6). Karena selisih yang rendah antar gaji tim dalam Liga Utama Inggris, liga ini dianggap sebagai yang lebih kompetitif dibandingkan liga divisi tertinggi di negara Eropa lainnya.[222]

Rerata gaji menurut klub pada musim 2018–2019
Klub Rerata gaji
1 Manchester United £6.534.654
2 Manchester City £5.993.000
3 Chelsea £5.020.004
4 Liverpool £4.862.963
5 Arsenal £4.853.130
Klub Rerata gaji
6 Tottenham £3.515.778
7 Everton £3.252.690
8 West Ham £3.189.333
9 Crystal Palace £2.757.000
10 Leicester £2.710.710
Klub Rerata gaji
11 Southampton £2.669.333
12 Bournemouth £1.989.520
13 Watford £1.775.172
14 Wolves £1.757.600
15 Fulham £1.727.440
Klub Rerata gaji
16 Brighton £1.695.040
17 Newcastle £1.650.133
18 Burnley £1.603.197
19 Huddersfield £1.238.000
20 Cardiff £957.471

Biaya transfer pemain

Rekor biaya transfer untuk seorang pemain Liga Utama telah meningkat secara stabil selama masa kompetisi. Sebelum dimulainya musim Liga Utama Inggris pertama Alan Shearer menjadi pemain Inggris pertama yang memakan biaya transfer lebih dari £3 juta.[223] Rekor tersebut terus meningkat dan Philippe Coutinho kini menjadi pemain dengan transfer yang melibatkan klub Liga Utama Inggris pada nilai £106 juta. Biaya transfer terbesar yang dibayar klub Liga Inggris adalah £89 juta untuk mendapatkan Paul Pogba.

Biaya transfer tertinggi yang dibayarkan oleh klub Liga Utama Inggris
Pemain Gaji (minimum) Tahun Transfer Referensi
1 Paul Pogba £89 juta 2016 Juventus Manchester United [224][225][226][227]
2 Harry Maguire £80 juta 2019 Leicester City Manchester United [228][229]
3 Romelu Lukaku £75 juta 2017 Everton Manchester United [230][231][232][233]
Virgil van Dijk £75 juta 2018 Southampton Liverpool [234]
5 Nicolas Pépé £72 juta 2019 Lille Arsenal [235]
6 Kepa Arrizabalaga £71,6 juta 2018 Athletic Bilbao Chelsea [236]
7 Rodri £63 juta 2019 Atlético Madrid Manchester City [237]
8 Riyad Mahrez £60 juta 2018 Leicester City Manchester City [238]
9 Ángel Di María £59,7 juta 2014 Real Madrid Manchester United [239][240]
10 Álvaro Morata £58 juta 2017 Real Madrid Chelsea [241][242]
Christian Pulisic £58 juta 2019 Borussia Dortmund Chelsea [243]
Keterangan
Biaya transfer tertinggi yang diterima oleh klub Liga Utama Inggris
Pemain Gaji (minimum) Tahun Transfer Referensi
1 Philippe Coutinho £106 juta 2018 Liverpool Barcelona [244]
2 Eden Hazard £89 juta 2019 Chelsea Real Madrid [245]
3 Gareth Bale £86 juta 2013 Tottenham Hotspur Real Madrid [246][247][248][249]
4 Cristiano Ronaldo £80 juta 2009 Manchester United Real Madrid [250][251][252]
Harry Maguire £80 juta 2019 Leicester City Manchester United [253][254]
6 Romelu Lukaku £75 juta 2017 Everton Manchester United [255][256][257][258]
Luis Suárez £75 juta 2014 Liverpool Barcelona [259][260]
Virgil van Dijk £75 juta 2018 Southampton Liverpool [261]
9 Romelu Lukaku £74 juta 2019 Manchester United Inter Milan [262]
10 Riyad Mahrez £60 juta 2018 Leicester City Manchester City [263]
Keterangan

Pencetak gol terbanyak

[264]

Cetak miring: pemain masih bermain dalam sepak bola profesional.
Cetak tebal: pemain masih bermain pada Liga Utama. Penghargaan Sepatu Emas diberikan kepada pencetak gol terbanyak Liga Utama Inggris pada akhir setiap musim. Mantan penyerang Blackburn Rovers dan Newcastle UnitedAlan Shearer memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dengan catatan 260 gol.[265]28 pemain telah mencetak 100 gol atau lebih.[266] Sejak musim Liga Utama Inggris yang pertama, 14 pemain dari 10 klub telah memenangkan atau berbagi gelar pencetak gol terbanyak.[267]Thierry Henry memenangkan gelar keempatnya dengan mencetak 27 gol pada musim 2005–2006. Andrew Cole (Newcastle United) dan Alan Shearer (Blackburn Rovers) memegang rekor untuk gol terbanyak dalam satu musim, dengan raihan 34 gol.[268] Pemain Manchester United Ryan Giggs memegang rekor sebagai pencetak gol dalam musim berturut-turut, setelah mencetak 21 gol pada musim pertama liga.[269]

Penghargaan

Trofi

Liga Utama Inggris mempertahankan dua trofi, yakni trofi asli (dipegang oleh juara bertahan) dan replika cadangan. Dua trofi dipersiapkan jika dua klub bisa saja memenangkan Liga pada hari terakhir musim.[270] Dalam peristiwa yang jarang terjadi bahwa lebih dari dua klub bersaing untuk mendapatkan gelar juara pada hari terakhir pertandingan dalam musim itu, maka replika yang dimenangkan oleh klub sebelumnya akan digunakan.[271]

Trofi terkini Liga Utama Inggris dibuat oleh Royal Jewellers Asprey of London. Trofi tersebut terdiri dari piala dengan mahkota emas dan alas perunggu. Massa alasnya mencapai dan trofinya sendiri memiliki massa .[272] Piala dan alas secara keseluruhan memiliki panjang , lebar , dan kedalaman .[273]

Badan utama trofi adalah padatan perak murni dan perak sepuhan, sedangkan alasnya terbuat dari malasit, sebuah batu semi mulia. Alasnya memiliki balutan perak di sekelilingnya, di mana nama-nama klub pemenang gelar juara dituliskan. Warna hijau malasit juga mewakili lapangan permainan yang berwarna hijau.[274] Desain trofi didasarkan pada lambang dari Three Lions yang terkait dengan sepak bola Inggris. Dua singa diletakkan di atas pegangan pada kedua sisi piala, dan yang ketiga dilambangkan oleh kapten tim pemenang gelar saat ia mengangkat piala, dan mahkota emasnya, di atas kepalanya pada akhir musim.[275] Warna pita yang menggantung di gagang mewakili warna tim dari juara liga tahun itu. Pada 2004, trofi khusus dari emas dibuat dalam rangka memperingati kemenangan Arsenal tanpa satupun kekalahan.[276]

Penghargaan pemain dan manajer

Selain trofi yang diberikan kepada klub dan juga medali bagi individu dari klub yang menjuarai suatu musim, Liga Inggris juga mengeluarkan beberapa penghargaan sepanjang musim. Pemain terbaik pertandingan (man of the match) diberikan kepada pemain yang memiliki efek positif terbesar dalam suatu pertandingan. Terdapat juga penghargaan lain yang diberikan setiap bulannya, yang diberikan kepada manajer dan pemain, serta pemilihan gol terbaik.[277] Penghargaan tersebut juga diberikan setiap tahun, yakni bagi manajer,[278] pemain,[279] dan gol terbaik sepanjang musim.

Penghargaan Sepatu Emas diberikan kepada pencetak gol terbanyak setiap musim. Penghargaan juga diberikan kepada pemian yang membuat umpan gol terbanyak, yang disebut sebagai playmaker.[280] Penghargaan Sarung Tangan Emas diberikan kepada penjaga gawang yang tidak kemasukan terpanjang.[281]

Sejak musim 2017–2018, para pemain juga menerima penghargaan jika telah tampil dalam 100 pertandingan dan setiap abad setelahnya. Penghargaan juga dibeikan untuk pemain yang telah mencetak 50 gol dan kelipatannya. Setiap pemain yang telah meraih capaian ini akan menerima kotak yang berisi medali khusus dan plakat sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut.[282]

Penghargaan 20 Musim

Pada 2012, Liga Utama Inggris merayakan dekade keduanya dengan menggelar Penghargaan 20 Musim:[283]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. When will goal-line technology be introduced?. Jumlah total pertandingan dapat dihitung dengan menggunakan rumus n*(n-1), dengan n adalah jumlah klub peserta.
  2. Why is there a Saturday football blackout in the UK for live streams & TV broadcasts?. Goal.com. 2 Mei 2022.
  3. Rory Smith; Kevin Draper;Tariq Panja. The Long Search to Fill Soccer's Biggest, Toughest Job. The New York Times. 9 Februari 2020.
  4. English Premier League broadcast rights rise to $12 billion. Sky News.
  5. Sky and BT pay less in new £4.46bn Premier League football deal. Sky News.
  6. Premier League agrees record £6.7bn domestic TV rights deal. BBC Sport. 4 Desember 2023.
  7. Premier League value of central payments to Clubs. premierleague.com. The Football Association Premier League Limited. 1 Juni 2017.
  8. The World's Most Watched League. premierLeague.com. Premier League. 16 November 2011.
  9. History and time are key to power of football, says Premier League chief. The Times. 3 Juli 2013.
  10. Playing the game: The soft power of sport.
  11. English Premier League Performance Stats – 2023–24. ESPN.
  12. Bundesliga 2023/24 » Zuschauer. weltfussball.de.
  13. Henry Chard. Your ground's too big for you! Which stadiums were closest to capacity in England last season?. Sky Sports.
  14. UEFA Country Ranking 2024. Kassiesa.net.
  15. Gerard O. Champions League: What Country Has Been the Most Successful. bleacherreport.com. Bleacher Report.
  16. Premier League Competition Format & History. premierleague.com. Premier League.
  17. How long have Everton been in top-flight, which other clubs have never gone down. 14 Mei 2023.
  18. 1985: English teams banned after Heysel. BBC Archive. BBC. 31 Mei 1985.
  19. A History of The Premier League. Premier League.
  20. The Taylor Report. Football Network.
  21. Matthew Taylor. The Association Game: A History of British Football. Routledge. 18 Oktober 2013. hlm. 342. ISBN 9781317870081.
  22. Matthew Taylor. The Association Game: A History of British Football. Routledge. 18 Oktober 2013. hlm. 342. ISBN 9781317870081.
  23. Steve Tongue. Turf Wars: A History of London Football. Pitch Publishing. 2016. ISBN 9781785312489.
  24. Matthew Taylor. The Association Game: A History of British Football. Routledge. 18 Oktober 2013. hlm. 343. ISBN 9781317870081.
  25. Gerry Crawford. Fact Sheet 8: British Football on Television. Centre for the Sociology of Sport, University of Leicester.
  26. Martin Lipton. White Hart Lane: The Spurs Glory Years 1899–2017. Weidenfeld & Nicolson. 5 Oktober 2017. ISBN 9781409169284.
  27. Matthew Taylor. The Association Game: A History of British Football. Routledge. 18 Oktober 2013. hlm. 343. ISBN 9781317870081.
  28. Super Ten Losing Ground. New Straits Times. 14 Juli 1988.
  29. The History of the Football League. Football League.
  30. Anthony King. End of the Terraces: The Transformation of English Football. Leicester University Press. 2002. hlm. 64–65. ISBN 978-0718502591.
  31. Anthony King. End of the Terraces: The Transformation of English Football. Leicester University Press. 2002. hlm. 103. ISBN 978-0718502591.
  32. David Conn. Greg Dyke seems to forget his role in the Premier League's formation. The Guardian. 4 September 2013.
  33. The Men who Changed Football. BBC. 20 Februari 2001.
  34. Jason Rodrigues. Premier League football at 20: 1992, the start of a whole new ball game. The Guardian. 2 Februari 2012.
  35. Paul MacInnes. Deceit, determination and Murdoch's millions: how Premier League was born. The Guardian. 23 Juli 2017.
  36. Anthony King. End of the Terraces: The Transformation of English Football. Leicester University Press. 2002. hlm. 64–65. ISBN 978-0718502591.
  37. In the matter of an agreement between the Football Association Premier League Limited and the Football Association Limited and the Football League Limited and their respective member clubs. HM Courts Service. HM Government. 2006.
  38. A History of The Premier League. Premier League.
  39. David Conn. Greg Dyke seems to forget his role in the Premier League's formation. The Guardian. 4 September 2013.
  40. Jason Rodrigues. Premier League football at 20: 1992, the start of a whole new ball game. The Guardian. 2 Februari 2012.
  41. A History of The Premier League. Premier League.
  42. The History of the Football League. Football League.
  43. Phil Shaw. The Premier Kick-Off: Ferguson's false start. The Independent. 17 Agustus 1992.
  44. Final 1992/1993 English Premier Table. Soccerbase. Racing Post.
  45. Joe Lovejoy. Glory, Goals and Greed: Twenty Years of the Premier League. Random House. 2011. ISBN 978-1-78057-144-7.
  46. Jonathan Northcroft. Breaking up the Premier League's Big Four. The Sunday Times. 11 Mei 2008.
  47. The best of the rest. Soccernet. ESPN. 29 Januari 2007.
  48. Arsenal make history. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 15 Mei 2004.
  49. Oli Platt. Arsenal Invincibles: How Wenger's 2003-04 Gunners went a season without defeat. Goal. 11 Desember 2018.
  50. Power of top four concerns Keegan. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 6 Mei 2008.
  51. Scudamore defends 'boring' League. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 7 Mei 2008.
  52. UEFA Champions League – History: Finals by season. UEFA.
  53. UEFA Europa League – History: Finals by season. UEFA.
  54. Premier League All time - League Table. Statbunker.com.
  55. Richard Jolly. Changing dynamics of the 'Big Six' in Premier League title race. The National. 11 Agustus 2011.
  56. "Champions League defeat could ruin Tottenham's season says Vedran Corluka". The Telegraph. Diakses tanggal 14 Agustus 2014
  57. Alex McLeish says Aston Villa struggle to compete with top clubs. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 8 September 2011.
  58. Richard Jolly. Changing dynamics of the 'Big Six' in Premier League title race. The National. 11 Agustus 2011.
  59. Jack De Menezes. Arsenal secure top-four finish for 20th straight season to reach Champions League after Manchester United defeat. Independent. 11 Mei 2016.
  60. Leicester City win Premier League title after Tottenham draw at Chelsea. BBC Sport. 2 Mei 2016.
  61. Premier League clubs aim to block rich six's bid for a bigger share of TV cash. The Guardian. 27 September 2017.
  62. The changing shape of the Premier League: how the 'big six' are pulling away. The Telegraph. 2 Oktober 2017.
  63. Manchester United remain football's top revenue-generator. BBC Sport. 23 Januari 2018.
  64. David Conn. Premier League finances: the full club-by-club breakdown and verdict. The Guardian. 6 Juni 2018.
  65. Deloitte Football Money League 2019: Real Madrid richest ahead of Barcelona and Manchester United. Sky News. 24 Januari 2019.
  66. Patrick Barclay. F.A. Premiership: Free spirits set to roam. The Guardian. 14 Agustus 1994.
  67. Nick Miller. How the Premier League has evolved in 25 years to become what it is today. ESPN. 15 Agustus 2017.
  68. Nick Miller. How the Premier League has evolved in 25 years to become what it is today. ESPN. 15 Agustus 2017.
  69. Fifa wants 18-team Premier League. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 8 Juni 2006.
  70. English Premier League Table – 2007–08. ESPN.
  71. Premier League and Barclays Announce Competition Name Change. Premier League.
  72. curia.europa.eu C-403/08 – Football Association Premier League and Others
  73. premierleague.com Privacy Policy / CONTACT
  74. premierleague.com Terms & Conditions
  75. Our relationship with the clubs. Premier League.
  76. The Premier League and Other Football Bodies. Premier League.
  77. Sachin Nakrani. Premier League v England time-line. The Guardian. 10 Juni 2008.
  78. Timeline: a history of TV football rights. The Guardian. 25 Februari 2003.
  79. Rick Parry says drop in cost of Premier League TV rights 'to be expected'. Eurosport. 14 Februari 2018.
  80. Dan Roan. Premier League: Susanna Dinnage named new chief executive. 13 November 2018.
  81. ECA Members. European Club Association.
  82. European Club Association: General Presentation. European Club Association.
  83. Barclays Premier League. Sporting Life. 365 Media Group.
  84. Kevin Baxter. There are millions of reasons to want a promotion and avoid relegation in the English Premier League. Los Angeles Times. 14 Mei 2016.
  85. Ben Fisher. Fulham lead march of heavyweights in £200m Championship play-offs. The Guardian. 9 Mei 2018.
  86. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  87. It's official – Tottenham have the worst defence in Premier League history. Daily Mail. 14 November 2007.
  88. Chris Wathan. Rodgers looking for his Swans to peak in play-offs and reach Premier League summit. Western Mail. 12 Mei 2011. hlm. 50.
  89. Swansea wins promotion to EPL. ESPN. Associated Press. 30 Mei 2011.
  90. Ian Herbert. Vorm is man in form to save Swans. The Independent. Independent Print. 21 Agustus 2011.
  91. Cardiff Becomes Second Welsh Team in English Premier League. The Sports Network. Associated Press. 16 April 2013.
  92. Cardiff City relegation: Fans left singing the blues. BBC News. 3 Mei 2014.
  93. Premier League: Liverpool finish fourth as Swansea are relegated. BBC Sport. 13 Mei 2018.
  94. Cardiff City relegated: Defeat against Crystal Palace relegates Bluebirds and seals Brighton's survival. The Independent. 4 Mei 2019.
  95. Swans end Bantams fairytale. ESPN FC. 24 Februari 2013.
  96. Uefa give Swansea and Cardiff European assurance. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 21 Maret 2012.
  97. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  98. Mihir Bose. Hammam cast in villain's role as Dons seek happy ending. The Daily Telegraph. Telegraph Media Group. 16 Agustus 2001.
  99. Hammam meets grass-roots on whistle-stop tour. Irish Independent. 23 Januari 1998.
  100. Philip Quinn. 'Dublin Dons on way' Hammam. Irish Independent. 10 Juni 1998.
  101. Martyn Ziegler. Celtic and Rangers will join European super league, says Scotland manager Gordon Strachan. The Daily Telegraph. Telegraph Media Group. 10 April 2013.
  102. Premier League clubs' UEFA qualification explained. Premier League. 4 Mei 2018.
  103. Country Coefficients 2017/18. UEFA.com.
  104. Liverpool get in Champions League. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 10 Juni 2005.
  105. EXCO approves new coefficient system. UEFA. 20 Mei 2008.
  106. Jubilant Chelsea parade Champions League trophy. CNN International. 21 Mei 2012.
  107. Added bonus for UEFA Europa League winners. UEFA.org. Union of European Football Associations. 24 Mei 2013.
  108. Europa League win earns Manchester United a Champions League spot. UEFA.com. Union of European Football Associations. 24 Mei 2017.
  109. UEFA Champions League – History: Finals by season. UEFA.
  110. Red Devils rule in Japan. Fédération Internationale de Football Association. 21 Desember 2008.
  111. Sao Paulo FC – Liverpool FC. Fédération Internationale de Football Association. 18 Desember 2005.
  112. Guerrero the hero as Corinthians crowned. Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2012.
  113. Real Madrid presented with the FIFA World Champions Badge. Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2017.
  114. Sao Paulo FC – Liverpool FC. Fédération Internationale de Football Association. 18 Desember 2005.
  115. Guerrero the hero as Corinthians crowned. Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2012.
  116. Corinthians – Vasco da Gama. Fédération Internationale de Football Association. 14 Januari 2000.
  117. Sport Clube Internacional – FC Barcelona. Fédération Internationale de Football Association. 17 Desember 2006.
  118. Boca Juniors – AC Milan. Fédération Internationale de Football Association. 16 Desember 2007.
  119. Internazionale on top of the world. Fédération Internationale de Football Association. 18 Desember 2010.
  120. Premier League wages keep on rising, Deloitte says. BBC News. British Broadcasting Corporation. 9 Juni 2011.
  121. English Premier League generates highest revenue, German Bundesliga most profitable. The Observer. Guardian News and Media. 10 Juni 2010.
  122. Mike Jakeman. Unbelievably, the Premier League is becoming profitable. Quartz (publication). 25 Maret 2015.
  123. Prestigious Award for Premier League. Premier League. 21 April 2010.
  124. Top 20 clubs Deloitte Football Money League 2011. Deloitte.
  125. Deloitte Football Money League 18th Edition. January 2015. hlm. 3.
  126. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  127. Simon Austin. Premier League clubs agree new cost controls. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 18 Desember 2012.
  128. Premier League value of central payments to Clubs. Premier League. 1 Juni 2017.
  129. Premier League value of central payments to Clubs. Premier League. 1 Juni 2017.
  130. Barclays nets Premier League deal. BBC News. BBC. 27 September 2006.
  131. A History of The Premier League. Premier League.
  132. A History of The Premier League. Premier League.
  133. A History of The Premier League. Premier League.
  134. Barclays renews Premier sponsorship. premierleague.com. Premier League. 23 Oktober 2009.
  135. Premier League closes door on title sponsorship from 2016 to 2017 season. ESPN FC.
  136. Partners. premierleague.com. Premier League.
  137. Jonathan Northcroft. The Premier League's goal rush. The Sunday Times. 4 Oktober 2009.
  138. Topps.
  139. Topps.
  140. Impressive sales figures show Topps Match Attax to be an immediate hit.
  141. Panini lands worldwide Premier League card, sticker exclusive starting in 2019–20.
  142. Cadbury and Premier League enter partnership. 24 Januari 2017.
  143. Gerry Crawford. Fact Sheet 8: British Football on Television. Centre for the Sociology of Sport, University of Leicester.
  144. Nils Blythe. Why TV is the key to Real success. BBC News. BBC. 2 Maret 2010.
  145. Frequently asked questions about the F.A. Premier League, (How are television revenues distributed to Premier League clubs?). Premier League.
  146. Nick Harris. Premier League nets £1.4bn TV rights bonanza. The Independent. 23 Maret 2010.
  147. BSkyB Timeline. BSkyB.
  148. BSkyB Timeline. BSkyB.
  149. Premier League launches international rights tender. SportBusiness. SBG Companies Ltd.
  150. BBC keeps Premiership highlights. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 8 Juni 2006.
  151. David Bond. TV deal pays another £84m. The Daily Telegraph. 26 Mei 2006.
  152. Premiership in new £625m TV deal. BBC News. BBC. 18 Januari 2007.
  153. Premier League clubs benefit from new overseas TV deal. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 30 Maret 2010.
  154. Nick Harris. Football: High Court countdown: Battle begins for football's future. The Independent. 12 Januari 1999.
  155. BSkyB investigation: alleged infringement of the Chapter II prohibition. Office of Fair Trading. HM Government. 17 Desember 2002.
  156. Sport and European Competition Policy. European Commission Directorate-General IV – Competition. 1999.
  157. BBC renews Match of the Day deal. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 25 Mei 2012.
  158. New Television Rights. BBC News. BBC. 6 Februari 2009.
  159. ESPN win Premier League rights. Premier League. 22 Juni 2009.
  160. Premier League rights sold to BT and BSkyB for £3bn. BBC News. 13 Juni 2012.
  161. Premier League TV rights: Sky and BT pay £5.1bn for live games. BBC Sport (British Broadcasting Corporation). 10 Februari 2015.
  162. The Premier League Football Show. BBC. August 2016.
  163. Premier League TV rights: Amazon to show 20 matches a season from 2019-2022. BBC News. 7 Juni 2018.
  164. Amazon's Premier League production goes to BT and Sunset+Vine. SportsPro Media.
  165. History and time are key to power of football, says Premier League chief. The Times. 3 Juli 2013.
  166. Chris Flanagan. Inside Premier League Productions: the company you know nothing about servicing 730m homes every matchday. 19 Januari 2016.
  167. ESPN-Star extends pact with FA Premier League. Business Line. 21 Maret 2004.
  168. Claire Siracusa. Optus snatches English Premier League rights from Fox Sports in Australia. The Sydney Morning Herald. 3 November 2015.
  169. Super Sports Media Group acquires Premier League rights in China. PremierLeague.com.
  170. Streaming service DAZN makes English Premier League broadcast deal official. The Globe and Mail.
  171. English Premier League gets a big American stage on NBC. The Washington Post.
  172. Paulsen. Premier League Viewership Up in Year Two on NBC. Sports Media Watch. 28 Mei 2015.
  173. Paulsen. Premier League Viewership Up in Year Two on NBC. Sports Media Watch. 28 Mei 2015.
  174. Matt Yoder. NBC AND THE ENGLISH PREMIER LEAGUE WILL CONTINUE THE BEST MARRIAGE IN SPORTS MEDIA. Awful Announcing. 11 Agustus 2015.
  175. Saad Rashid. NBC Sports deserves new Premier League rights deal. World Soccer Talk. 28 Juli 2015.
  176. NBC retains Premier League rights until 2021–22 season. ESPN FC. 10 Agustus 2015.
  177. Richard Sandomir. NBC Retains Rights to Premier League in Six-Year Deal. The New York Times. 10 Agustus 2015.
  178. David Conn. Rich clubs forced to give up a sliver of the TV pie. The Guardian. 10 Mei 2006.
  179. John Brewin. 1997/98 – Season Review. Soccernet. ESPN. 4 Juli 2005.
  180. Premier League's relegated clubs to receive £60m boost. BBC Sport. 16 April 2013.
  181. Premier League value of central payments to Clubs. Premier League. 1 Juni 2017.
  182. Championship clubs to lose out as Premier League parachute and solidarity payments cut. Gazette Live.
  183. Richard Scudamore takes big stick to Championship over parachute money. The Guardian. 16 Mei 2013.
  184. Stuart James. Why clubs may risk millions for riches at the end of the rainbow. The Guardian. 5 Agustus 2006.
  185. Ben Bailey. Premier League casualties – clubs that have struggled since relegation. Evening Standard. Daily Mail & General Trust. 19 Maret 2009.
  186. Down again: Leicester's relegation horror. The Daily Telegraph. 5 Mei 2008.
  187. What's new this season: Stadiums. Premier League. 4 Agustus 2017.
  188. Norman Fox. Football: Fayed's race against time. The Independent. 18 April 1999.
  189. Matt Slater. Call grows for return of terraces. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 14 Maret 2007.
  190. Chris Whyatt. Match-going mood killers?. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 3 Januari 2008.
  191. Joe Prince-Wright. Where are all 20 Premier League teams located?. NBC Sports. 8 Agustus 2017.
  192. Premier League Handbook: Season 2017/18. Premier League. hlm. 4.
  193. Joe Prince-Wright. Where are all 20 Premier League teams located?. NBC Sports. 8 Agustus 2017.
  194. Babatunde Buraimo. Market size and attendance in English Premier League football. Lancaster University Management School Working Paper. Lancaster University Management School. 2006. Vol. 2006/003.
  195. Premier League Handbook: Season 2017/18. Premier League. hlm. 593.
  196. Football Stats Results for 1992–1993 Premiership. football.co.uk. DigitalSportsGroup.
  197. Fact Sheet 2: Football Stadia After Taylor. University of Leicester.
  198. Shifting stands. Soccernet. ESPN. 27 Juli 2005.
  199. United Kingdom: Deloitte Annual Review Of Football Finance Highlights. Deloitte Sports Business Group. Mondaq. 4 Juni 2008.
  200. English clubs exploiting fan loyalty says supporters group. Reuters.
  201. English Premier League Performance Stats - 2018-19. global.espn.com.
  202. Bundesliga Statistics: 2014/2015. ESPN FC.
  203. English Premier League Performance Stats - 2018-19. global.espn.com.
  204. Seamus Kelly. Managers, directors and trust in professional football. Sport in Society: Cultures, Commerce, Media, Politics. 2010. Vol. 13 (3). hlm. 489–502. doi:10.1080/17430431003588150.
  205. Duncan White. The Knowledge. The Daily Telegraph. 5 Desember 2005.
  206. Matt Hughes. Avram Grant's job under threat from lack of Uefa licence. The Times. 22 September 2007.
  207. Longest serving managers. League Managers Association.
  208. Soccernomics: Does sacking the manager actually make a difference?. FourFourTwo. 13 Maret 2016.
  209. Barclays Premier League Statistics. Premier League.
  210. Ron Atkinson. England need to stem the foreign tide. The Guardian. 23 Agustus 2002.
  211. Sean Ingle. Phil Neal: King of Europe?. The Guardian. 12 Juni 2001.
  212. Wenger backs non-English line-up. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 14 Februari 2005.
  213. Ollie Williams. Where the Premier League's players come from. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 17 Agustus 2009.
  214. Samatta adds Tanzania to Premier League nations. Premier League.
  215. New Work Permit Criteria for Football Players Announced. Department for Education and Employment. HM Government. 2 Juli 1999.
  216. Work permit arrangements for football players. Home Office. HM Government.
  217. Premier League rules. Premier League. 2010. hlm. 150.
  218. Home Grown Player rules. Premier League. 16 Juli 2010.
  219. New Premier League squad rules explained. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 27 Juli 2010.
  220. Home Grown Player rules. Premier League. 16 Juli 2010.
  221. Forty factors fuelling football inflation. The Guardian. 31 Juli 2003.
  222. Global Sports Salaries Survey 2018. Sporting Intelligence. 27 November 2018.
  223. From £250,000 to £29.1m. The Observer. 5 Maret 2006.
  224. Official: Pogba signs for Man Utd for €105m. Football Italia. 8 Agustus 2016.
  225. United Sign Pogba. Official Manchester United Website.
  226. Paul Pogba: Manchester United re-sign France midfielder for world-record £89m. BBC Sport. 8 Agustus 2016.
  227. Arindam Rej. Paul Pogba completes record transfer to Manchester United from Juventus. ESPN. 8 Agustus 2016.
  228. Harry Maguire: Man Utd sign Leicester defender for world record £80m. BBC Sport.
  229. Transferts : Harry Maguire, le défenseur le plus cher de l'histoire, à Manchester United pour six ans. L'Equipe.
  230. Romelu Lukaku: Man Utd sign Everton striker for initial £75m on five year deal. BBC Sport. 10 Juli 2017.
  231. United Sign Romelu Lukaku. Official Manchester United Website.
  232. Romelu Lukaku signs for Man United to complete switch from Everton. ESPN. 10 Juli 2017.
  233. James Ducker. Romelu Lukaku completes Manchester United move in deal that could reach world record £90m. The Daily Telegraph. 10 Juli 2017.
  234. Virgil van Dijk: Liverpool to sign Southampton defender for world record £75m. BBC Sport. BBC.com.
  235. Nicolas Pepe: Arsenal sign Lille winger for club record fee. BBC Sport. 1 Agustus 2019.
  236. Kepa arrives at Chelsea. Chelsea F.C. 8 Agustus 2018.
  237. Rodri: Manchester City pay £62.8m release clause for Atletico Madrid's Spain midfielder. BBC Sport. 3 Juli 2019.
  238. Jamie Jackson. Manchester City seal £60m deal for Leicester's Riyad Mahrez. The Guardian. 10 Juli 2018.
  239. Jamie Jackson. Ángel di María completes record £59.7m move to Manchester United. The Guardian. 26 Agustus 2014.
  240. Miguel Delaney. Man United agree Angel Di Maria fee. ESPN. 24 Agustus 2014.
  241. Morata is a Blue. chelseafc.com. 21 Juli 2017.
  242. Chelsea agree £58m initial fee for Alvaro Morata. The Telegraph. 21 Juli 2017.
  243. Christian Pulisic: Chelsea sign Borussia Dortmund forward for £58m. BBC Sport (British Broadcasting Corporation). 2 Januari 2019.
  244. Philippe Coutinho: Liverpool agree £142m deal with Barcelona for Brazil midfielder. BBC Sport. British Broadcasting Corporation. 6 Januari 2018.
  245. Eden Hazars transfer deal agreed. 7 Juni 2019.
  246. Gareth Bale contract leak sparks panic at Real Madrid – and agent's fury. The Telegraph. 21 Januari 2016.
  247. Spurs accept £85m Bale bid. BBC Sport. 1 Agustus 2013.
  248. Real Madrid Sign Midfielder Gareth Bale For World-Record $132 Million. CBS News New York. 2 September 2013.
  249. Bale transfer fee revealed. FIFA.com. 15 Oktober 2013.
  250. Man Utd accept £80m Ronaldo bid. BBC Sport. 11 Juni 2009.
  251. Mark Ogden. Cristiano Ronaldo transfer: Real Madrid agree £80 million fee with Manchester United. The Daily Telegraph. 11 Juni 2009.
  252. Ronaldo agrees six-year Real deal. BBC Sport. 26 Juni 2009.
  253. Harry Maguire: Man Utd sign Leicester defender for world record £80m. BBC Sport.
  254. Transferts : Harry Maguire, le défenseur le plus cher de l'histoire, à Manchester United pour six ans. L'Equipe.
  255. Romelu Lukaku: Man Utd sign Everton striker for initial £75m on five year deal. BBC Sport. 10 Juli 2017.
  256. United Sign Romelu Lukaku. Official Manchester United Website.
  257. Romelu Lukaku signs for Man United to complete switch from Everton. ESPN. 10 Juli 2017.
  258. James Ducker. Romelu Lukaku completes Manchester United move in deal that could reach world record £90m. The Daily Telegraph. 10 Juli 2017.
  259. Luis Suarez: Liverpool & Barcelona agree £75m deal for striker. BBC Sport. 11 Juli 2014.
  260. Whaling, James. Luis Suarez's Barcelona transfer fee "revealed as £65m" – £10m LESS than his Liverpool release clause. Mirror. 28 Maret 2016.
  261. Virgil van Dijk: Liverpool to sign Southampton defender for world record £75m. BBC Sport. BBC.com.
  262. Lukaku: Inter Milan sign Belgium striker from Manchester United for £74m. BBC Sport. 8 Agustus 2019.
  263. Jamie Jackson. Manchester City seal £60m deal for Leicester's Riyad Mahrez. The Guardian. 10 Juli 2018.
  264. Premier League player stats. Premier League.
  265. Declan Whooley. Will Luis Suarez break the Premier League goal scoring record this season?. Irish Independent. 23 Desember 2013.
  266. Players by Statistic. Premier League.
  267. Torres wins Barclays Golden Boot landmark. Premier League. 26 November 2009.
  268. Premier League records. football.co.uk. DigitalSportsGroup. 24 Maret 2008.
  269. Ryan Giggs goal makes him only person to score in all PL seasons trivia. SportBusiness. SBG Companies Ltd.
  270. Is there more than one Premier League trophy?. Premier League.
  271. Ben Rumsby. Premier League consider borrowing a championship trophy as season heads for three-way climax. The Telegraph. 28 April 2014.
  272. Size and weight of the Barclays Premier League trophy. premierleague.com. Premier League. 12 Maret 2010.
  273. The Premier League Trophy. Premier Skills. British Council.
  274. The Premier League Trophy. Premier Skills. British Council.
  275. What makes the Barclays Premier League Trophy so special?. Barclays.
  276. Special trophy for Gunners. BBC Sport. 18 Mei 2004.
  277. Season review 2009/10. Premier League. 13 Mei 2010.
  278. Richard Neale. Tottenham Hotspur's Sir Harry Redknapp is Premier League manager of season. The Times. 7 Mei 2010.
  279. Rooney named Barclays Player of the Season. The Independent. 10 Mei 2010.
  280. New Premier League player award announced. Premier League. 18 April 2018.
  281. Chelsea scoop hat-trick of Barclays awards. Premier League. 13 Mei 2010.
  282. Premier League Milestones celebrate players' success. Premier League. 24 April 2018.
  283. 20 Seasons Awards: The Winners. premierleague.com. Premier League. 15 Mei 2012.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29256863 (2026-05-21T18:52:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Pemain Tahun Gol Rasio
1 1992–2006 260 441
2 2009–2023 213 320
3 ' 2002–2018 208 491
4 1992–2008 187 414
5 2011–2021 184 263
6 1995–2015 177 609
7 1999–2007, 2012 175 258
8 1993–2009 163 379
8 ' 2001–2003, 2004–2014, 2015–2019 162 496
10 1996–2004, 2005–13 150 326