Lompat ke isi

Lutesium(III) oksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Berkas:Lutetium(III) oxide sample.jpg
Lutetium(III) oxide sample

Lutesium(III) oksida, yang memiliki wujud padatan berwarna putih, adalah sebuah senyawa kubik lutesium yang terkadang digunakan dalam pembuatan kaca khusus. Senyawa ini juga disebut sebagai lutesia. Senyawa ini merupakan suatu oksida lantanida, yang juga dikenal sebagai tanah jarang.[1][2][3]

Sejarah

Pada tahun 1879, kimiawan Swiss Jean Charles Galissard de Marignac (1817–1894) mengklaim telah menemukan ytterbium, tetapi nyatanya dia menemukan campuran beberapa unsur. Pada tahun 1907, kimiawan Prancis Georges Urbain (1872–1938) melaporkan bahwa ytterbium tersebut adalah campuran dari dua unsur baru dan bukan merupakan unsur tunggal. Dua kimiawan lainnya, Carl Auer von Welsbach (1858–1929) dan Charles James (1880–1926) juga mengekstraksi lutesium(III) oksida pada waktu yang hampir bersamaan. Ketiga ilmuwan tersebut berhasil memisahkan ytterbia Marignac menjadi oksida dari dua unsur yang akhirnya diberi nama iterbium dan lutesium. Tak satu pun dari kimiawan ini yang mampu mengisolasi lutesium murni. Pemisahan yang dilakukan James memiliki kualitas yang sangat tinggi, tetapi Urbain dan Auer von Welsbach menerbitkannya sebelum dia.[4][5]

Kegunaan

Lutesium(III) oksida merupakan bahan baku penting untuk kristal laser.[6] Lutesium(III) oksida juga memiliki kegunaan khusus dalam keramik, kaca, fosfor, dan laser. Lutesium(III) oksida digunakan sebagai katalis dalam perengkahan, alkilasi, hidrogenasi, dan polimerisasi.[7] Celah pita lutesium(III) oksida adalah 5,5 eV.[8]

Referensi

  1. Lutetium Oxide. 1997-2007. Metall Rare Earth Limited. http://www.metall.com.cn/luo.htm
  2. J. E. Macintyre. Dictionary of Inorganic Compounds Volumes 1–3. Chapman & Hall. 1992.
  3. A. F. Trotman-Dickenson. Comprehensive Inorganic Chemistry. Pergamon. 1973.
  4. Separation of Rare Earth Elements by Charles James. National Historic Chemical Landmarks. American Chemical Society.
  5. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. Journal of Chemical Education. 1956.
  6. Tina L. Parsonage. Pulsed laser deposited diode-pumped 7.4 W Yb:Lu 2 O 3 planar waveguide laser. Optics Express. 2015. Vol. 23 (25). hlm. 31691–7. doi:10.1364/oe.23.031691.
  7. Lutetium Oxide. 1997-2007. Metall Rare Earth Limited. http://www.metall.com.cn/luo.htm
  8. S. V. Ordin. Optical and dielectric characteristics of the rare-earth metal oxide Lu 2 O 3. Semiconductors. 2010. Vol. 44 (5). hlm. 558–563. doi:10.1134/S1063782610050027.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514935 (2025-07-09T01:00:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.