Lompat ke isi

Masalah kucing jatuh

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Cat fall 150x300 6fps

Masalah kucing jatuh adalah persoalan seputar penjelasan fisika di balik fenomena refleks meluruskan kucing: bagaimana tubuh yang jatuh bebas (kucing) dapat mengubah orientasinya sedemikian rupa sehingga ia dapat meluruskan dirinya saat jatuh untuk mendarat dengan kakinya, terlepas dari orientasi awalnya, dan tanpa melanggar hukum kekekalan momentum sudut.

Meskipun tampak lucu dan remeh untuk diajukan, penyelesaian untuk masalah ini tidak sesederhana pernyataannya. Kontradiksi dengan hukum kekekalan momentum sudut terjadi karena kucing bukanlah benda tegar, tetapi bisa mengubah bentuknya selama jatuh karena tulang punggung kucing lentur dan tulang selangkanya tidak berfungsi. Tubuh kucing dengan demikian, memiliki ciri dan sifat seperti benda plastis.

Beberapa penjelasan telah diajukan untuk peristiwa ini sejak akhir abad ke-19:

  1. Kucing mengandalkan kekekalan momentum sudut.
  2. Sudut perputaran tubuh bagian depan lebih besar dari tubuh bagian belakang.
  3. Dinamika kucing yang jatuh bisa dijelaskan menggunakan persamaan Udwadia–Kalaba.

Bacaan lanjutan

  • .
  • .
  • .
  • .
  • .
  • .

Bacaan lanjutan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27364263 (2025-06-05T22:20:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.