Lompat ke isi

Masam

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Lemon with white background

Masam adalah sensasi rasa yang dirasakan melalui ion hidrogen pada senyawa-senyawa asam yang berinteraksi pada reseptor pengecap.[1][2] Masam menjadi tanda peringatan yang mengindikasikan makanan basi, tetapi diseimbangkan pada beberapa makanan dengan rasa manis. Masam dihubungkan dengan kadar pH rendah.[3][4]

Makanan paling umum yang masam secara alami adalah buah-buahan, seperti lemon, limau, anggur, jeruk, asam jawa, dan peria. Makanan fermentasi, seperti minuman anggur, krim asam, cuka atau yogurt, dapat memiliki rasa masam. Anak-anak menunjukkan kesukaan lebih terhadap rasa masam ketimbang orang dewasa,[5] dan permen asam yang mengandung asam sitrat atau asam malat lumrah dijumpai.

Referensi

  1. Rui Chang, Hang Waters. A proton current drives action potentials in genetically identified sour taste cells. Proc Natl Acad Sci U S A. 2010. Vol. 107 (51). hlm. 22320–22325. doi:10.1073/pnas.1013664107.
  2. The K+ channel KIR2.1 functions in tandem with proton influx to mediate sour taste transduction. Proc Natl Acad Sci U S A. 2016. Vol. 113 (2). hlm. E229–238. doi:10.1073/pnas.1514282112.
  3. Guyton, Arthur C. (1991) Textbook of Medical Physiology. (8th ed). Philadelphia: W.B. Saunders
  4. McLaughlin, Susan. The Sense of Taste. American Scientist. November–December 1994. Vol. 82 (6). hlm. 538–545.
  5. Djin Gie Liem. Heightened Sour Preferences During Childhood. Chem Senses. February 2003. Vol. 28 (2). hlm. 173–180. doi:10.1093/chemse/28.2.173.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28910323 (2026-01-30T09:57:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.