Lompat ke isi

Moeksipril

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Moeksipril adalah penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) yang digunakan untuk pengobatan hipertensi dan gagal jantung kongestif. Moeksipril dapat diberikan sendiri atau bersama dengan antihipertensi lainnya seperti diuretik.

Obat ini bekerja dengan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II.

Obat ini dipatenkan pada tahun 1980 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1995.

Efek samping

Moeksipril umumnya ditoleransi dengan baik pada pasien lanjut usia dengan hipertensi. Hipotensi, pusing, batuk meningkat, diare, sindrom flu, kelelahan, dan kemerahan ditemukan memengaruhi kurang dari 6% pasien yang diberi resep moeksipril.

Mekanisme kerja

Sebagai penghambat ACE, moeksipril menyebabkan penurunan ACE. Ini menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II. Penyumbatan angiotensin II membatasi hipertensi dalam pembuluh darah. Selain itu, moeksipril ditemukan memiliki sifat kardioprotektif. Tikus yang diberi moeksipril satu minggu sebelum induksi infark miokard, menunjukkan penurunan ukuran infark. Efek kardioprotektif dari penghambat ACE dimediasi melalui kombinasi penghambatan angiotensin II dan proliferasi bradikinin. Peningkatan kadar bradikinin merangsang produksi prostaglandin E2 dan oksida nitrat, yang menyebabkan vasodilatasi dan terus memberikan efek antiproliferatif. Penghambatan angiotensin II oleh moeksipril menurunkan efek remodeling pada sistem kardiovaskular. Secara tidak langsung, angiotensin II menstimulasi produksi endotelin 1 dan 3 (ET1, ET3) dan transforming growth factor beta-1 (TGF-β1), yang semuanya memiliki efek proliferatif jaringan yang diblokir oleh aksi moeksipril. Efek antiproliferatif moeksipril juga telah ditunjukkan oleh studi in vitro di mana moeksipril menghambat pertumbuhan fibroblas jantung neonatal yang distimulasi estrogen pada tikus. Penghambat ACE lain juga ditemukan menghasilkan aksi ini.

Farmakologi

Moeksipril tersedia sebagai bakal obat pendahulu moeksipril hidroklorida, dan dimetabolisme di hati untuk membentuk senyawa moeksiprilat yang aktif secara farmakologis. Pembentukan moeksiprilat disebabkan oleh hidrolisis gugus etil ester. Moeksipril diserap tidak lengkap setelah pemberian oral, dan bioavailabilitasnya rendah. Waktu paruh farmakokinetik yang panjang dan penghambatan ACE moeksipril yang persisten memungkinkan pemberian sekali sehari.

Moeksipril sangat lipofilik, dan berada dalam kisaran hidrofobik yang sama dengan kuinapril, benazepril, dan ramipril. Penghambat ACE lipofilik mampu menembus membran lebih mudah, sehingga ACE jaringan dapat menjadi target selain ACE plasma. Penurunan signifikan aktivitas ACE (paru-paru, miokardium, aorta, dan ginjal) jaringan telah ditunjukkan setelah penggunaan moeksipril.

Obat ini memiliki efek penghambatan PDE4 tambahan.

Sintesis

Sintesis rantai samping seperti dipeptida yang sangat penting melibatkan alkilasi ester tert-butil dari L-alanin (2) dengan etil 2-bromo-4-fenilbutanoat (1); presominana dari isomer yang diinginkan disebabkan oleh induksi asimetris dari pusat kiral yang berdekatan. Reaksi produk dengan hidrogen klorida kemudian membelah gugus tert-butil untuk menghasilkan setengah asam (3). Penggabungan asam tersebut dengan amina sekunder pada tetrahidroisokuinolin (4) menghasilkan amina yang sesuai. Ester tert-butil dalam produk ini dibelah lagi dengan hidrogen klorida untuk menghasilkan moeksipril (5).

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571315 (2026-08-13T10:24:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.