Lompat ke isi

Museum Usadha

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Museum Usadha atau Museum Taru Permana adalah museum yang berlokasi di kawasan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Museum ini dibangun atas dasar suka pada tanaman dan ketidakasingan dengan tradisi mengkonsumsi jamu tradisional yang didirikan oleh Indrawati Gunarsa. Museum yang berupa taman dibangun di lahan seluas 5 ha dan masih dalam Komplek Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa.

Sejarah

Museum Usadha ini sudah lama direncanakan karena pemilik memang sudah mengoleksi lebih dari 200 ramuan obat tradisional sejak tahun 1990-an. Museum ini diresmikan pada tahun 2013 dan juga dimanfaatkan untuk pemeliharaan koleksi museum lainnya.

Koleksi

Adapun koleksi tanaman yang dibudidayakan di museum ini adalah bratawali, ‘piduh’, daun sembung, mahkota dewa, kumis kucing, kunyit putih, sambiloto, kelor lanang Dayak, temu mangga, suweg, kunyit gonseng dan ratusan jenis tanaman obat lainnya. Tanaman obat tersebut ditanam langsung di tanah dan dibiarkan bertumbuh secara alami serta dikumpulkan dari berbagai daerah. Adapun koleksinya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan atau upakara pada upacara keagamaan.

Selain itu juga terdapat cengkih dan kapulaga yang berguna untuk menghindari benda koleksi dari serangga perusak, tikel balung untuk menjauhkan museum lain dari hewan perusak dan liligundi agar area museum tidak banyak serangga.

Lihat juga

  • Museum Klasik Bali
  • Museum Kontemporer Indonesia
  • Museum Baligrafi

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27450411 (2025-06-23T04:08:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.