Naftol
Naftol adalah persenyawaan-persenyawaan kimia jenis fenolik yang diperoleh dengan menggantikan satu atau lebih hidrogen dengan gugus-gugus hidroksil. [1] Persenyawaan-persenyawaan setelah dikopel dengan para-nitranilina yang telah didiazotasi atau dengan basa yang lain, menghasilkan zat warna yang dapat digunakan untuk memberi warta pada katun atau krayon.[2] Hasil pewarnaan sangat tahan pencucian, sinar, klor, dan lain-lain.[3] Ada dua macam senyawa naftol yakni 1-naftol dan 2-naftol.[4]
1-Naftol termasuk dalam golongan asam organik naftalen alkohol.[5] Deskripsi senyawa ini berbentu kristal padat berwarna putih dan berbau seperti etanol.[6] Senyawa ini sangat sedikit larut di dalam air tetapi mudah untuk larut di dalam alkohol.[7] Memiliki titik lebur antara 94-96 derajat celcius.[8] Pada umumnya, fungsi dari 1-naftol digunakan dalam pembuatan zat warna dan sintesis senyawa organik.[9] Namun naftol juga memiliki dampak negatif seperti berbagaya pada kesehatan karena dapat mengiritasi mata dan saluran pernafasan, berbahaya jika tertelan atau terhirup.[10] Senyawa ini juga dapat menyebabkan tubuh yang abnormal, mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal.[11]
Lihat juga
Referensi
- ↑ Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
- ↑ Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
- ↑ Shaadily, Hassan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru dan Van Hoeve.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
- ↑ 1-Naftol.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25126138 (2024-01-04T17:11:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.