Lompat ke isi

Nandrolona

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Nandrolona, juga dikenal sebagai 19-nortestosteron, adalah androgen endogen. Zat ini juga merupakan steroid anabolik (AAS) yang digunakan secara medis dalam bentuk ester seperti nandrolon dekanoat (nama merek Deca-Durabolin) dan nandrolon fenilpropionat (nama merek Durabolin). Ester nandrolon digunakan dalam pengobatan anemia, kakeksia (sindrom pengecilan otot), osteoporosis, kanker payudara, dan untuk indikasi lainnya. Saat ini digunakan dengan pemberian oral, atau diberikan melalui suntikan ke otot atau lemak.

Efek samping ester nandrolon meliputi gejala maskulinisasi seperti jerawat, peningkatan pertumbuhan rambut, dan perubahan suara. Mereka adalah androgen sintetis dan steroid anabolik sehingga merupakan agonis reseptor androgen (AR), target biologis androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron (DHT). Nandrolon memiliki efek anabolik yang kuat dan efek androgenik yang lemah, yang memberikan profil efek samping yang ringan dan membuatnya sangat cocok untuk digunakan pada wanita dan anak-anak. Terdapat metabolit Nandrolon yang bertindak sebagai bakal obat yang bertahan lama di dalam tubuh, seperti 5α-dihidronandrolon.

Ester Nandrolon pertama kali dijelaskan dan diperkenalkan untuk penggunaan medis pada akhir tahun 1950-an. Obat ini termasuk steroid anabolik yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Selain penggunaan medisnya, ester nandrolon digunakan untuk meningkatkan fisik dan performa, dan dikatakan sebagai steroid anabolik yang paling banyak digunakan untuk tujuan tersebut. Obat-obatan ini merupakan zat yang dikendalikan di banyak negara sehingga penggunaan non-medis umumnya ilegal.


Referensi

Bacaan lanjutan


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29571675 (2026-08-13T12:03:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.