Lompat ke isi

Natrium sitrat/natrium lauril sulfoasetat/gliserol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Natrium sitrat/natrium lauril sulfoasetat/gliserol adalah obat kombinasi berupa enema berisi gel cair yang digunakan untuk mengobati sembelit.

Bahan aktifnya adalah natrium lauril sulfoasetat (0,90% b/v), natrium sitrat (9,0% b/v) dan gliserol.

Sejarah

1960: Mikroenema Microlax ditemukan di Swedia oleh Paul Gunnar Embring dari Uppsala dan Per Ove Mattsson dari Stockholm untuk perusahaan Pharmacia. Tujuan awal penemuan ini adalah untuk membersihkan usus besar dan rektum untuk pemeriksaan sinar-X "tanpa risiko terganggunya keseimbangan cairan tubuh".

Penggunaan pertama "Microlax" dalam perdagangan didaftarkan pada tanggal 16 Juni 1960. Pada tahun 1962, Microlax didaftarkan sebagai merek dagang AS pada tanggal 20 Februari 1962.

Pada bulan Mei 1963, artikel medis pertama tentang Microlax diterbitkan di jurnal medis Denmark Ugeskrift for Læger (Jurnal Mingguan untuk Dokter).

Pada tahun 1964, Mikroenema yang mengandung natrium sitrat, natrium lauril sulfoasetat, dan sorbitol diuji dalam persiapan usus untuk sigmoidoskopi. Hasilnya diterbitkan dalam American Journal of Proctology. Pada tahun 1965, sebuah studi perbandingan Microlax dan enema diterbitkan dalam Ugeskrift for Læger. Pada tahun 1967, sebuah artikel yang diterbitkan dalam The Medical Journal of Australia, membuktikan hasil studi AS tahun 1964 dan mengonfirmasi efisiensi penggunaan Microlax sebagai bagian dari persiapan untuk sigmoidoskopi. Pada tahun 1996 sebuah penelitian di Journal of the Royal Society of Medicine menyarankan pengiriman mikroenema Microlax ke pasien yang dijadwalkan menjalani sigmoidoskopi.

Kegunaan medis

Penggunaan utamanya adalah untuk mengobati sembelit. Dalam pembedahan, digunakan untuk evakuasi usus sebelum operasi. Dalam pengujian diagnostik, digunakan sebelum pemeriksaan sinar-X atau pemeriksaan fisik usus besar.

Obat ini aman untuk digunakan pada anak-anak. Jika digunakan pada anak-anak di bawah 3 tahun, disarankan agar nosel hanya dimasukkan setengah jalan. Obat ini juga aman sebagai pencahar selama periode pascakelahiran untuk wanita dan saat menyusui.

Kontraindikasi

Obat ini (seperti pencahar garam lainnya) tidak boleh digunakan dalam kasus peradangan usus.

Mekanisme kerja

Keasinan natrium sitrat adalah salah satu pencahar osmotik paling efektif (hanya bekerja sekunder terhadap magnesium sitrat). Tindakan pencahar ini merupakan hasil ketidakseimbangan osmotik yang mengekstraksi air terikat dari tinja dan menariknya kembali ke usus besar. Kandungan air yang meningkat melunakkan tinja dan merangsang usus untuk berkontraksi (memindahkan isinya ke rektum).

Natrium lauril sulfoasetat meningkatkan kemampuan membasahi dan menembus larutan, sorbitol meningkatkan efek pelepasan air dari natrium sitrat, dan gliserol membantu melumasi tinja. Tindakan gabungan ini membantu melunakkan tinja yang keras dan meredakan sembelit tanpa mengejan dalam waktu yang sangat singkat.

Bahan-bahan tersebut tidak diserap, didistribusikan, atau dimetabolisme oleh tubuh manusia; seluruh komposisi dikeluarkan melalui feses.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27071167 (2025-03-25T00:44:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.