Lompat ke isi

Nekrofilia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Nekrofilia secara harfiah berarti cinta pada kematian. Istilah ini biasanya digunakan untuk menandai perversi seksual, yaitu hasrat menjadikan mayat untuk berhubungan seksual. Nekrofilia dianggap sebagai parafilia (penyimpangan seksual) oleh Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental dari Asosiasi Psikiatris Amerika. Kata ini berasal dari bahasa Yunani: νεκρός (nekros; "mayat" atau "mati") dan φιλία (philia; "persahabatan"). Istilah ini berasal dari karya Krafft-Ebing tahun 1886, Psychopathia Sexualis.

Nekrofilia sebagai orientasi umum tak pernah di jelaskan dalam literartur psikoanalisis meskipun berkaitan dengan sadistik-anal Freud.

Erich Fromm mendefinisikan lebih luas istilah nekrofilia. Nekrofilia tidak hanya sekadar ketertarikan seksual terhadap mayat. Nekrofilia berarti kecintaan terhadap kematian, kehancuran, dan semua hal yang berhubungan dengan 'hal yang berhenti'.

Klasifikasi

Psikolog Forensik Anil Aggrawal memperkenalkan sepuluh tingkatan klasifikasi penderita nekrofilia berdasarkan pada meningkatnya tingkat keparahan gangguan tersebut.


Catatan kaki

Sumber

  • Lee Mellor (2016) Homicide: A Forensic Psychology Casebook. CRC Press. .

Bacaan lanjutan

  • Lisa Downing, Desiring the Dead: Necrophilia and Nineteenth-Century French Literature. Oxford: Legenda, 2003
  • Richard von Krafft-Ebing, Psychopathia Sexualis. New York: Stein & Day, 1965. Originally published in 1886.

Literatur

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28909072 (2026-01-30T04:20:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.