Lompat ke isi

Nemesis (bintang hipotetis)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Penggambaran Nemesis sebagai bintang katai merah dan Matahari di tengah

Nemesis adalah bintang katai merah[1] atau katai coklat[2] yang diusulkan keberadaannya pada tahun 1984. Bintang ini diusulkan mengelilingi Matahari pada jarak 95.000 Satuan Astronomi (1,5 tahun cahaya)[3] di luar awan Oort sebagai penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali.[4][5] Sejauh ini, lebih dari 1300 katai coklat telah ditemukan dan tidak ada satupun yang berada di dalam Tata Surya Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Nemesis merupakan penyebab siklus kepunahan massal setiap 26 juta tahun sekali [6] .[7]

Pranala luar

Referensi

  1. Leader-Post, "Scientists claim killer star exists", 22 Feb 1984, Page B6, Associated Press
  2. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  3. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  4. Leslie Mullen. Getting WISE About Nemesis. Astrobiology Magazine (Cosmic Evolution). 03/11/10.
  5. Raup, D.M. Periodicity of Extinctions in the Geologic Past. Proceedings of the National Academy of Sciences. 1 February 1984. Vol. 81 (3). hlm. 801–805. doi:10.1073/pnas.81.3.801.
  6. Do Periodicities in Extinction -- with Possible Astronomical Connections -- Survive a Revision of the Geological Timescale?. arxiv.org.
  7. Chris Gelino, Davy Kirkpatrick, Adam Burgasser. DwarfArchives.org: Photometry, spectroscopy, and astrometry of M, L, and T dwarfs. caltech.edu. (M=536, L=602, T=207)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29382086 (2026-06-24T04:40:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.