Nikel(III) oksida

Nikel(III) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia Ni2O3. Senyawa ini belum dikarakterisasi dengan baik,[1] dan terkadang disebut sebagai nikel oksida hitam. Jejak Ni2O3 pada permukaan nikel telah disebutkan.[2][3]
Nikel(III) oksida telah dipelajari secara teoretis sejak awal tahun 1930-an,[4] yang mendukung sifatnya yang tidak stabil pada suhu standar. Fase murni berstruktur nano dari material ini disintesis dan distabilkan untuk pertama kalinya pada tahun 2015 dari reaksi nikel(II) nitrat dengan natrium hipoklorit dan dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X serbuk dan mikroskop elektron.[5]
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ P. S. Aggarwal. An oxide of tervalent nickel. The Journal of Physical Chemistry. 1961. Vol. 65 (11). hlm. 2105. doi:10.1021/j100828a503.
- ↑ Jin-Kyu Kang. Chemical vapor deposition of nickel oxide films from Ni(C 5 H 5 ) 2 /O 2. Thin Solid Films. 2001. Vol. 391 (1). hlm. 57–61. doi:10.1016/S0040-6090(01)00962-2.
- ↑ R. W. Cairns. X-Ray Studies of the System Nickel—Oxygen—Water. I. Nickelous Oxide and Hydroxide 1. Journal of the American Chemical Society. Februari 1933. Vol. 55 (2). hlm. 527–533. doi:10.1021/ja01329a013.
- ↑ Sayan Dey. Synthesis of pure nickel(III) oxide nanoparticles at room temperature for Cr(VI) ion removal. RSC Advances. 18 Juni 2015. Vol. 5 (67). hlm. 54717–54726. doi:10.1039/C5RA05810D.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514688 (2025-07-09T00:47:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.