Lompat ke isi

Nikel titanium

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Nikel titanium, juga dikenal sebagai nitinol, adalah logam paduan yang memiliki jumlah atom yang hampir sama dalam suatu bahan. Nama nitinol merupakan singkatan dari nama unsur dan tepat penemuannya yaitu Nickel Titanium Naval Ordnance Laboratorium. Sifat-sifat nikel titanium ditemukan di tempat tersebut pada tahun 1959 oleh W. J. Buehler dan F. Wang. Nikel titanium memiliki massa jenis 6,45 g/cm3 dan konduktivitas panas sebesar 0,19 W/cm.K (austenit) atau 0,086 W/cm.K (martensit). Konduktivitas muainya konstan pada 11×10-6/oC, sedangkan modulus elastisitasnya 75–83 GPa (autsenit) atau 24–40 GPa (martensit). Sedangkan kekuatan luluhnya 195–690 MPa (austenit) atau 70–140 MPa (martensit) dengan rasio Poisson 0,33.[1]

Bacaan lebih lanjut

A process of making parts and forms of Type 60 Nitinol having a shape memory effect, comprising: selecting a Type 60 Nitinol. Inventor G, Julien, CEO of Nitinol Technologies, Inc. (Washington State)

Pranala luar

tr:Şekil Hafızalı Alaşımlar

Referensi

  1. Syamsul Hadi. Teknologi Bahan Lanjut. ANDI. 2018. hlm. 171. ISBN 978-979-29-6366-3.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25240655 (2024-01-30T09:59:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.