Lompat ke isi

Nizatidin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Nizatidin adalah antagonis reseptor H2 yang menghambat produksi asam lambung, dan umumnya digunakan dalam pengobatan penyakit tukak lambung dan penyakit refluks gastroesofagus. Obat ini dipatenkan pada tahun 1980 dan disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1988. Obat ini dikembangkan oleh Eli Lilly and Company.

Sejarah dan perkembangan

Nizatidin dikembangkan oleh Eli Lilly, dan pertama kali dipasarkan pada tahun 1988. Obat ini dianggap memiliki potensi yang sama dengan ranitidin dan berbeda dengan substitusi cincin tiazol sebagai pengganti cincin furan pada ranitidin. Pada bulan September 2000, Eli Lilly mengumumkan bahwa mereka akan menjual hak penjualan dan pemasaran Axid kepada Reliant Pharmaceuticals. Selanjutnya, Reliant mengembangkan larutan oral Axid, memasarkannya pada tahun 2004, setelah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Namun, setahun kemudian, mereka menjual hak Larutan Oral Axid (termasuk paten yang dikeluarkan yang melindungi produk tersebut) kepada Braintree Laboratories.

Kegunaan dalam medis

Nizatidin digunakan untuk mengobati tukak duodenum, tukak lambung, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD), dan untuk mencegah tukak stres.

Efek samping

Efek sampingnya jarang terjadi, biasanya ringan dan meliputi diare, sembelit, kelelahan, kantuk, sakit kepala, dan nyeri otot.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28736658 (2025-12-25T03:12:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.