Nothing in Biology Makes Sense Except in the Light of Evolution
"Nothing in Biology Makes Sense Except in the Light of Evolution" (Bahasa Indonesia: Tiada yang masuk akal dalam biologi kecuali dalam sudut pandang evolusi) adalah sebuah esai tahun 1973 yang ditulis oleh ahli biologi evolusioner Theodosius Dobzhansky, yang mengkritik kreasionisme anti-evolusi dan mendukung evolusi teistik. Esai ini pertama kali diterbitkan di American Biology Teacher pada Maret tahun 1973, volume 35, halaman 125-129.
Dobzhansky pertama kali menggunakan pernyataan judul tersebut, dengan sedikit variasi, dalam pidato kepresidenan tahun 1964 di American Society of Zoologists, dengan judul "Biology, Molecular and Organismic", untuk menegaskan pentingnya biologi organisme dalam menanggapi tantangan meningkatnya bidang biologi molekuler. Istilah "light of evolution" (cahaya evolusi)—atau sub spesies evolusionis—telah digunakan sebelumnya oleh pendeta Jesuit dan ahli paleontologi Pierre Teilhard de Chardin dan kemudian oleh ahli biologi Julian Huxley.
Seperti yang ia katakan dalam pidato kepresidenannya sebelumnya, "Jika dunia kehidupan tidak muncul dari nenek moyang yang sama melalui proses evolusi, maka kesatuan mendasar makhluk hidup adalah sebuah kebohongan dan keanekaragamannya hanyalah sebuah lelucon." Kedua tema kesatuan makhluk hidup dan keanekaragaman hayati ini menjadi tema sentral dalam esainya.
Menyikapi keanekaragaman hayati di Bumi, Dobzhansky bertanya apakah Tuhan sedang bercanda ketika Dia menciptakan spesies berbeda untuk lingkungan berbeda. Akan tetapi, keberagaman ini menjadi masuk akal dan dapat dimengerti jika Penciptaan terjadi bukan atas kehendak Sang Pencipta "tetapi melalui evolusi yang didorong oleh seleksi alam." Dia lebih lanjut mengilustrasikan keragaman ini dari penyelidikannya sendiri terhadap beragamnya spesies lalat buah di Hawaii. Entah Sang Pencipta, "dalam keadaan linglung," menciptakan banyak spesies lalat buah di Hawaii, atau lalat buah yang tiba di pulau-pulau tersebut, melakukan diversifikasi untuk mengisi berbagai relung ekologi yang kosong.
Ia mengilustrasikan kesatuan makhluk hidup dengan menggunakan rangkaian molekul sitokrom C, yang telah terbukti serupa oleh Emanuel Margoliash dan Walter M. Fitch pada berbagai spesies, termasuk monyet, tuna, kanguru, dan ragi. Kesatuan ini selanjutnya digambarkan dengan kesamaan embrio spesies yang berbeda. Entah Tuhan sengaja mengatur segala sesuatunya "untuk menyesatkan para pencari kebenaran yang tulus" atau kesamaan ini adalah hasil evolusi.
Dobzhansky menyimpulkan bahwa kitab suci dan sains adalah dua hal yang berbeda: "Adalah kesalahan besar jika kita salah mengira Kitab Suci sebagai buku teks dasar astronomi, geologi, biologi, dan antropologi."
Salah satu tanggapan terhadap makalah ini adalah makalah oleh Stephen Dilley, "Tidak ada hal dalam biologi yang masuk akal kecuali dalam terang teologi?". Makalah ini menyatakan bahwa semua argumen Dobzhansky "bergantung pada klaim sektarian tentang sifat, tindakan, tujuan, atau tugas Tuhan"—klaim yang menurut pandangan Dilley memerlukan lebih banyak pembenaran dan tampak saling bertentangan.
Tema yang mendasari
Tema yang mendasari esai ini adalah perlunya mengajarkan evolusi biologis dalam konteks perdebatan tentang kreasionisme dan evolusi dalam pendidikan publik di Amerika Serikat. Fakta bahwa evolusi terjadi menjelaskan keterkaitan berbagai fakta biologi, sehingga menjadikan biologi masuk akal. Konsep tersebut telah menjadi kokoh sebagai ide pemersatu dalam pendidikan biologi.
Kutipan
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28780774 (2026-01-05T04:33:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.