Lompat ke isi

Nuklida alfa

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Nuklida alfa adalah nuklida yang tersusun atas partikel alfa berjumlah bilangan bulat. Nuklida alfa memiliki jumlah proton dan neutron yang sama serta keduanya berjumlah genap. Nuklida ini berperan penting dalam nukleosintesis bintang karena lingkungan berenergi tinggi di dalam bintang memungkinkan terjadinya fusi partikel alfa menjadi inti atom yang lebih berat.[1][2] Nuklida alfa stabil, beserta produk peluruhan stabil dari nuklida alfa radioaktif, merupakan beberapa logam yang paling melimpah di alam semesta.

Nuklida alfa juga merupakan bentuk singkat dari nuklida pemancar alfa, yaitu isotop radioaktif yang mengalami peluruhan alfa sehingga memancarkan partikel alfa.[3]

Daftar nuklida alfa

Entri untuk 36Ar dan 40Ca bersifat teoretis: keduanya akan melepaskan energi jika meluruh, tetapi proses tersebut belum pernah teramati, dan waktu paruhnya kemungkinan sangat panjang. Demikian pula, rantai peluruhan untuk nomor massa 64, 84, 92, dan 96 secara teoretis dapat berlanjut satu tahap lagi melalui penangkapan elektron ganda menjadi 64Ni, 84Kr, 92Zr, dan 96Mo, tetapi proses ini juga belum pernah teramati.

Bilangan alfa Nuklida Stabilitas Mode peluruhan Waktu paruh Produk peluruhan (huruf tebal menandakan nuklida stabil) Energi peluruhan alfa
(MeV)
1 Stabil
2 Radioaktif α 8,19(37)×10−17 s ' +0,09184
3 Stabil −7,36659
4 Stabil −7,16192
5 Stabil −4,72985
6 Stabil −9,31656
7 Stabil −9,98414
8 Stabil −6,94766
9 Stabil secara pengamatan (ECEC) belum teramati (') −6,64092
10 Stabil secara pengamatan (ECEC) belum teramati (') −7,03978
11 Radioaktif EC 60,0(11) y  → ' −5,1271
12 Radioaktif β+ 21,56(3) h  → ' −7,698
13 Radioaktif β+ 8,275(8) h  → ' −7,936
14 Radioaktif β+ 6,075(10) d  → ' −8,0005
15 Radioaktif β+ 2,38(5) min  → ' −2,6917
16 Radioaktif β+ 63,7(25) s  → ' −2,566
17 Radioaktif β+ 35,5(7) s  → ... → ' −2,299
18 Radioaktif β+ 17,16(18) s  → ... → ' −2,176
19 Radioaktif β+ 7,89(7) s  → ... → ' −2,73
20 Radioaktif β+ 4,6(6) s  → ... → ' −3,70
21 Radioaktif β+ 3,8(9) ms  → ... → ' −2,71
22 Radioaktif β+ 1,3(3) s  → ... → ' −2,27
23 Radioaktif β+ 1,1(3) s  → ... → ' −2,28
24 Radioaktif β+ 1,003(47) s  → ... → ' −3,03
25 Radioaktif β+ 1,1(4) s  → ... → ' −3,47
26 Radioaktif α [4][5]  → ... → ' +5,10
27 Radioaktif α 58 μs  →  → ... → ' +4,57

, nuklida alfa paling berat yang diketahui adalah xenon-108.[6]

Referensi

  1. Astrophysics Library. Springer. 1998.
  2. Bradley W. Carroll. An Introduction to Modern Stellar Astrophysics. Addison Wesley, San Francisco. 2007. ISBN 978-0-8053-0348-3.
  3. John Avison. The World of Physics. Nelson Thornes. November 2014. hlm. 397–. ISBN 978-0-17-438733-6.
  4. Ian Cox. Direct observation of the superallowed α-decay of 104 Te. Nature. 27 Mei 2026. Vol. 654. hlm. 52-56. doi:10.1038/s41586-026-10581-w.
  5. Nilai ini tampaknya dapat diandalkan, tetapi nilai yang tercantum dalam NUBASE2020 adalah <4 ns dan penyebab perbedaan tersebut hingga kini masih belum dapat dijelaskan.
  6. K. Auranen. Superallowed α decay to doubly magic 100 Sn. Physical Review Letters. 2018. Vol. 121 (18). doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29484508 (2026-07-22T03:30:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.