Ongokea
Ongokea adalah genus tumbuhan berbunga, dengan satu spesies yaitu Ongokea gore (Boleko). Dalam Sistem APG IV, genus ini ditempatkan dalam famili Olacaceae. Sumber lain menempatkannya dalam famili terpisah Aptandraceae.
Wilayah aslinya mencakup Afrika Tropis bagian barat hingga Angola, dan dikenal karena biji dari buahnya yang dapat dimakan mengandung minyak yang berguna secara industri, yang dapat mengalami reaksi polimerisasi eksplosif pada suhu tinggi. Minyak ini menarik karena kaya akan asam lemak diasetilenik dan hidroksi-diasetilenik, terutama asam isanat dan asam bolekik—yaitu, alih-alih kerangka asam lemak ikatan tunggal yang khas, asam-asam ini mengandung banyak ikatan rangkap tiga (yang tidak stabil secara termal).
Deskripsi
Ongokea gore adalah pohon berukuran sedang hingga besar yang dapat mencapai tinggi 40 m dengan diameter hingga 1,2 m dan sering memiliki pembengkakan akar basal. Pohon ini memiliki tajuk yang cukup terbuka yang biasanya berada di kanopi atas hutan. Kulit kayunya tebal, berwarna cokelat tua, abu-abu, atau hitam, umumnya halus tetapi terkadang bersisik dan umumnya bercelah serta memiliki lentisel. Kulit kayu bagian dalam berwarna kekuningan dan beraroma.
Daunnya berwarna hijau teduh dan tangkai daunnya memiliki panjang 6-10 mm. Anak daun berbentuk elips hingga bulat telur, panjangnya sekitar 4-8 cm dan lebar 2-5 cm dengan pangkal yang cuneate (berbentuk baji) hingga membulat dan ujung yang meruncing (acuminate). Perbungaannya aksilar dan panikulat, bunganya berwarna hijau. Buahnya terkadang disebut Isano oleh penduduk setempat, berbentuk seperti buah batu (drupa), berdiameter hingga 4 cm dan berbiji tunggal.
Ekologi
Tungau Oribatida adalah penghuni dominan di dalam tanah gantung yang terakumulasi di dahan pohon Ongokea gore di hutan hujan Gabon, penghuni lainnya termasuk tungau tectocepheus.
Distribusi
Terdapat di Afrika Barat dan Tengah, di lingkungan hutan hijau abadi dan semi-gugur.
Kimia
Minyak yang diperoleh dari biji Ongokea gore mengandung gugus asam lemak dia-asetilenik dan memiliki asam isanat, asam isanolat, asam ketoisanat, hidroksi asetilenik, dan asam bolekik.
Kegunaan
Minyak biji dan ekstrak kulit batang terkadang digunakan sebagai bagian dari rebusan obat pencahar.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29617413 (2026-08-22T19:51:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.