Operon
Di dalam ilmu mengenai genetika terdapat unit fungsional yang mengatur ekspresi suatu gen dari sebuah promotor, unit fungsional ini dikenal dengan nama operon. Operon ini bersifat inducible yang dapat berfungsi jika dalam keadaan yang berlimpah. Konsep ini ditemukan oleh Francois Jacob dan Jaques Monod pada tahun 1961 di Pasteur Institute, Paris. Konsep operon ini pertama kali ditemukan pada prokariot saja Namun, di awal tahun 1990-an pertama kali ditemukan pada operon juga dapat ditemukan pada eukariot.
operon ini mayoritas ditemukan pada hampir semua jenis prokariot, sedangkan pada eukariot ditemukan pada organisme tingkat rendah, seperti pada lalat buah
Terdapat beberapa jenis operon dan fungsinya masing-masing contoh beberapa operon yang telah ditemukan adalah sebagai berikut
- operon lac adalah operon yang dapat teraktivasi karena keberadaan laktosa pada lingkungan
- operon ara adalah operon yang dapat teraktivasi karena keberadaan arabinosa pada lingkungannya
- operon trp adalah operon yang dapat teraktivasi karena keberadaan senyawa triptofan di lingkungannya
- operon mer operon ini ditemukan pada resistensi terhadap keberadaan senyawa raksa di lingkungan
- operon lux untuk ekspresi biolumenescen
- operon vir ditemukan pada mikroorganisme yang mengekspresikan virulensi
- opreron Cvi untuk ekspresi pigmen ungu pada chromobacter violaceum
Referensi=
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22244861 (2022-12-04T11:44:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.