Lompat ke isi

Otak Tionghoa

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dalam filsafat budi, eksperimen pikiran otak Tionghoa (yang juga dikenal sebagai Chinese Nation, Chinese Gym, atau China body) membayangkan apa yang akan terjadi jika setiap orang dalam seluruh populasi Tiongkok diminta untuk meniru tindakan satu sel saraf di dalam otak, dengan menggunakan telepon atau protofon untuk meniru akson dan dendrit yang menghubungkan sel-sel saraf tersebut. Pertanyaan yang ingin dijawab oleh eksperimen pikiran ini adalah apakah susunan semacam itu akan memiliki pikiran atau kesadaran dengan cara yang sama seperti yang ditunjukkan oleh otak manusia.

Versi awal dari skenario ini diajukan pada tahun 1961 oleh Anatoly Dneprov,[1][2][3] kemudian pada tahun 1974 oleh Lawrence Davis,[4] dan kembali pada tahun 1978 oleh Ned Block.[5] Block berpendapat bahwa otak Tionghoa tidak akan memiliki pikiran, sedangkan Daniel Dennett berpendapat bahwa susunan itu justru akan memilikinya.[6] Masalah otak Tionghoa merupakan kasus khusus dari persoalan yang lebih umum mengenai apakah suatu pikiran dapat berada di dalam pikiran lain yang lebih besar.[7]

Skenario ruangan Tionghoa yang dianalisis oleh John Searle[8] adalah eksperimen pikiran serupa dalam filsafat pikiran yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Alih-alih orang-orang yang masing-masing memodelkan satu sel saraf otak, dalam ruangan Tionghoa para petugas yang tidak bisa berbahasa Tionghoa menerima catatan dalam bahasa Tionghoa dan mengembalikan jawaban dalam bahasa Tionghoa berdasarkan seperangkat aturan, tanpa pernah memahami arti dari catatan tersebut. Bahkan, cerita pendek asli berjudul The Game (1961) karya fisikawan dan penulis Soviet Anatoly Dneprov memuat kedua skenario tersebut, yaitu otak Tionghoa dan ruangan Tionghoa.[9][10][11]

Latar belakang

Banyak teori tentang keadaan mental bersifat materialis, yaitu teori yang menjelaskan pikiran sebagai perilaku suatu objek fisik seperti otak. Salah satu contoh yang dahulu cukup berpengaruh adalah teori identitas, yang menyatakan bahwa keadaan mental sama dengan keadaan otak. Salah satu kritik terhadap teori ini adalah masalah keterwujudan ganda. Teori fisikalis yang muncul sebagai tanggapan terhadap kritik tersebut adalah fungsionalisme, yang menyatakan bahwa suatu keadaan mental dapat berupa apa pun yang berfungsi sebagai keadaan mental. Artinya, pikiran bisa saja tersusun dari sel saraf, tetapi juga bisa tersusun dari kayu, batu, atau kertas tisu, selama ia mampu menjalankan fungsi mental.

Deskripsi

Bayangkan bahwa seluruh bangsa Tiongkok diatur ulang untuk meniru cara kerja satu otak tunggal, yaitu bertindak sebagai sebuah pikiran menurut pandangan fungsionalisme. Setiap orang Tiongkok bertindak sebagai, misalnya, satu sel saraf, dan berkomunikasi melalui radio dua arah khusus dengan orang-orang lain yang bersesuaian dengannya. Keadaan mental otak Tionghoa saat itu ditampilkan melalui satelit yang dapat dilihat dari mana saja di wilayah Tiongkok. Otak Tionghoa kemudian dihubungkan melalui radio dengan sebuah tubuh yang menyediakan masukan indrawi dan keluaran perilaku bagi otak Tionghoa.

Dengan demikian, otak Tionghoa memiliki semua unsur yang terdapat dalam deskripsi fungsional tentang pikiran: masukan indrawi, keluaran perilaku, serta keadaan mental internal yang terhubung secara kausal dengan keadaan mental lainnya. Jika bangsa Tiongkok dapat dibuat bertindak dengan cara seperti ini, maka menurut fungsionalisme sistem tersebut akan memiliki pikiran. Tujuan Block adalah menunjukkan betapa tidak intuitifnya gagasan bahwa susunan semacam itu dapat menciptakan pikiran yang mampu berpikir dan merasakan.

Kesadaran

Argumen otak Tionghoa menyatakan bahwa kesadaran merupakan masalah bagi fungsionalisme. Bangsa Tiongkok dalam contoh yang diajukan Block menyajikan versi dari apa yang dikenal sebagai keberatan qualia yang tidak hadir terhadap fungsionalisme, karena bertujuan menunjukkan bahwa sesuatu mungkin saja secara fungsional setara dengan manusia namun tidak memiliki pengalaman sadar sama sekali. Makhluk yang berfungsi seperti manusia tetapi tidak merasakan apa pun dikenal sebagai zombi filosofis. Oleh karena itu, keberatan qualia yang tidak hadir terhadap fungsionalisme juga dapat disebut sebagai keberatan zombi.

Kritik

Beberapa filsuf, seperti Daniel Dennett, berkesimpulan bahwa otak Tionghoa memang dapat menciptakan suatu keadaan mental.[12] Para filsuf filsafat pikiran yang menganut fungsionalisme mendukung gagasan bahwa sesuatu seperti otak Tionghoa dapat mewujudkan sebuah pikiran, dan bahwa sel saraf pada prinsipnya bukan satu-satunya bahan yang dapat menghasilkan keadaan mental.[13]

Referensi

  1. Anatoly Dneprov. The Game. Knowledge—Power. 1961. Vol. 1961 (5). hlm. 39–41.
  2. Vadim Vasiliev, Dmitry Volkov, Robert Howell. A Russian Chinese Room story antedating Searle's 1980 discussion. hardproblem.ru. Moscow Center for Consciousness Studies. 15 June 2018.
  3. Anatoly Dneprov. The Clay God. Stories and Short Stories. Georgi Bakalov. 1985. Vol. 66.
  4. David Cole. The Chinese Room Argument. Stanford Encyclopedia of Philosophy. 2009.
  5. Ned Block. Troubles with functionalism. Minnesota Studies in the Philosophy of Science. 1978. Vol. 9. hlm. 261–325.
  6. Daniel Dennett. Consciousness Explained. Back Bay Books. 1991. hlm. 431–455.
  7. Danko D. Georgiev. Quantum Information and Consciousness: A Gentle Introduction. CRC Press. 2017-12-06. hlm. 362. doi:10.1201/9780203732519. ISBN 9781138104488.
  8. John R. Searle. Minds, brains, and programs. Behavioral and Brain Sciences. 1980. Vol. 3 (3). hlm. 417–457. doi:10.1017/S0140525X00005756.
  9. Anatoly Dneprov. The Game. Knowledge—Power. 1961. Vol. 1961 (5). hlm. 39–41.
  10. Vadim Vasiliev, Dmitry Volkov, Robert Howell. A Russian Chinese Room story antedating Searle's 1980 discussion. hardproblem.ru. Moscow Center for Consciousness Studies. 15 June 2018.
  11. Anatoly Dneprov. The Clay God. Stories and Short Stories. Georgi Bakalov. 1985. Vol. 66.
  12. Daniel Dennett. Consciousness Explained. Back Bay Books. 1991. hlm. 431–455.
  13. Edward Feser. Philosophy of Mind: A Beginner's Guide. Oneworld. 2006. hlm. 89–93.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29208334 (2026-05-10T01:18:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.