Lompat ke isi

Padang lamun

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Padang lamun () adalah ekosistem khas di laut dangkal pada wilayah perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi oleh tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin.

Padang lamun biasanya hanya dapat terbentuk pada bagian perairan laut yang dangkal (kurang dari tiga meter) namun dasarnya tidak pernah terbuka dari perairan (selalu tergenang). Ia dapat dianggap sebagai bagian dari ekosistem bakau, walaupun padang lamun dapat berdiri sendiri. Padang lamun juga dapat dilihat sebagai ekosistem antara ekosistem bakau dan ekosistem terumbu karang. Lamun adalah sumber pakan utama hewan duyung.

Awalnya menjadi tempat yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan terumbu karang harena sebelum zat-zat halus dan berbahaya menuju permukaan terumbu karang terlebih dahulu disaring oleh padang lamun, selain bermanfaat bagi kelangsungan hidup terumbu karang padang lamun juga bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dari alam. Wilayah penyebarannya di seluruh perairan dangkal termasuk Indonesia.

Jenis

Padang lamun dapat dibedakan berdasarkan struktur vegetasinya, yakni padang lamun dengan vegetasi tunggal (hanya terdiri dari satu jenis lamun yang berkumpul membentuk padang lebat), serta padang lamun dengan vegetasi campuran (terdiri dari 2-12 jenis lamun yang berkumpul dalam satu substrat). Jenis lamun yang dapat ditemukan tumbuh sebagai vegetasi tunggal misalnya pada Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halophila ovalis, Halodule uninervis, Cymodocea serrulata, dan Thalassodendron ciliatum .

Faktor-faktor pertumbuhan

Pertumbuhan padang lamun, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti: a. Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir. b. Kedalaman tidak lebih dari 10 m agar cahaya dapat menembus. c. Suhu antara 20-30 °C. d. Kadar garam antara 25-35/mil. e. Kecepatan arus sekitar 0,5 m/detik.

Fungsi

Padang lamun memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Sebagai tempat berkembangbiaknya ikan- ikan kecil dan udang.

b. Sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi.

c. Sebagai penyedia bahan makanan bagi biota laut.

d. Bahan baku pupuk.

e. Bahan baku kertas.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29687722 (2026-09-02T07:53:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.