Lompat ke isi

Padatan nirwujud

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Padatan amorf

Nirwujud, nirbentuk, atau amorf (dalam bahasa Inggris "amorphous", yang berasal dari bahasa Yunani a, "tidak" atau "tanpa", dan morphé, "bentuk") adalah jenis zat padat dengan struktur partikel yang tidak teratur. Molekul di dalam zat nirwujud memiliki susunan yang tidak stabil, baik secara fisika ataupun kimia. Secara fisika, zat nirwujud memiliki titik lebur dan titik didih yang tidak merata pada materinya. Sementara secara kimia, ikatan antarmolekul zat nirwujud tidak identik dan cenderung berbeda-beda pada titik-titik tertentu, serta kerapatannya tidak merata. Hal inilah yang menyebabkan mobilitas molekul dan energi yang besar terjadi di dalam zat nirwujud.

Zat nirwujud mudah mengalami abrasi 'pengikisan' atau larut dalam larutan. Selain struktur molekulnya yang tidak teratur, bentuk zat amorf juga tidak pasti dan tidak permanen. Partikel-partikel di dalam materi amorf seperti terkunci pada posisi yang acak, dan sewaktu-waktu akan berubah, jika keadaan —perubahan suhu— memungkinkan hal itu terjadi. Misalnya pada botol plastik yang dipanaskan di tempat yang terik dalam waktu lama, kemudian bentuknya akan agak meleleh atau bergelombang.

Zat nirwujud dapat dibuat dengan cara memanaskan suatu materi dengan suhu yang sangat tinggi hingga mencapai titik didihnya. Lalu, secara singkat materi tersebut didinginkan hingga membentuk zat padat. Dari proses itulah, partikel-partikel di dalam materi memiliki struktur yang tidak rapi. Benda-benda yang memiliki karakteristik nirwujud adalah kaca, karet, batuan dari magma beku, dan plastik.

Terkadang, beberapa zat nirwujud sering salahartikan sebagai zat kristal. Padahal zat kristal memiliki perbedaan yang sangat jelas, yaitu struktur atomnya yang sangat teratur dan terstruktur dalam bentuk tiga dimensi.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29494887 (2026-07-26T03:47:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.