Pandemi Covid-19 di Banten
Tampilan
Dari 1.155 kasus pandemi COVID-19 di Indonesia, 103 (8,92%) kasus di antaranya berasal dari Jawa Barat. 1 kasus di antaranya sembuh, sementara 4 kasus lainnya meninggal.
Garis waktu
- 16 Maret
- Tambahan 1 kasus.
- 18 Maret
- Tambahan 4 kasus.
- 19 Maret
- Tambahan 10 kasus.
- 20 Maret
- Tambahan 2 kasus.
- 21 Maret
- Tambahan 4 kasus.
- 23 Maret
- Tambahan 9 kasus.
- 24 Maret
- Tambahan 9 kasus.
- 25 Maret
- Tambahan 2 kasus.
- 27 Maret
- Tambahan 17 kasus.
- 28 Maret
- Tambahan 10 kasus.
- 29 Maret
- Tambahan 3 kasus.
- 30 Maret
- Tambahan 22 kasus.
- 31 Maret
- Tambahan 14 kasus.
- 1 April
- Tambahan 11 kasus.
- 2 April
- Tambahan 8 kasus.
- 3 April
- Tambahan 6 kasus.
- 4 April
- Tambahan 3 kasus.
- 5 April
- Tambahan 4 kasus.
- 7 April
- Tambahan 7 kasus.
- 8 April
- Tambahan 18 kasus.
- 9 April
- Tambahan 6 kasus.
- 10 April
- Tambahan 25 kasus.
- 11 April
- Tambahan 36 kasus.
- 12 April
- Tambahan 2 kasus.
- 13 April
- Tambahan 4 kasus.
- 14 April
- Tambahan 4 kasus.
- 16 April
- Tambahan 16 kasus.
- 17 April
- Tambahan 11 kasus.
- 18 April
- Tambahan 10 kasus.
- 19 April
- Tambahan 3 kasus.
- 20 April
- Tambahan 29 kasus.
- 24 April
- Tambahan 22 kasus.
- 25 April
- Tambahan 11 kasus.
Tanggapan
Pada tanggal 15 Maret 2020, Gubernur Banten Wahidin Halim menetapkan kejadian luar biasa (KLB) COVID-19 dan memutuskan untuk menutup semua sekolah selama 9 bulan.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21941971 (2022-11-05T07:30:35Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.