Lompat ke isi

Pandemi Covid-19 di Korea Selatan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Pandemi koronavirus adalah pandemi yang disebabkan koronavirus (COVID-19) dan menyerang sistem pernafasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengumumkan pandemi koronavirus sebagai pandemi dunia pada tanggal 11 Maret 2020.

, jumlah kasus terkonfirmasi di Korea Selatan menjadi 9.037 kasus dan 120 orang meninggal.

Karena kekhawatiran penularan lanjutan, pertemuan massa di kota-kota yang terjangkit virus korona dihentikan, pangkalan-pangakalan militer ditutup.

Persebaran kasus

Kronologi

20 Januari–18 Februari

Pada 20 Januari kasus yang dikonfirmasi pertama kali diidentifikasi merupakan seorang wanita Tiongkok berusia 35 tahun. Warga negara Korea Selatan pertama yang terinfeksi terjadi tiga hari kemudian pada seorang pria berusia 55 tahun yang bekerja di Wuhan dan kembali untuk memeriksa gejala-gejala yang menyerupai flu. Kedua laporan kasus dirilis secara publik pada 24 Januari.

Pasien ketiga dikonfirmasi pada 26 Januari adalah seorang pria Korea Selatan berusia 54 tahun. Dia telah menggunakan mobil sewaan dan mengunjungi tiga restoran, sebuah hotel, sebuah toko dan bertemu keluarganya sebelum masuk rumah sakit. Semua tempat ini didesinfeksi. Pasien keempat dikonfirmasi keesokan harinya merupakan pria Korea Selatan berusia 55 tahun yang kembali dari Wuhan pada 20 Januari. Dia pertama kali merasakan gejala flu pada 21 Januari dan menderita komplikasi lebih lanjut empat hari kemudian, akhirnya menyerahkan diri. Kedua kasus itu dicatat dalam publikasi resmi pada 27 Januari. Pada 1 Februari, pembaruan pada empat pasien pertama menunjukkan bahwa tiga pasien pertama menunjukkan gejala yang lebih lemah dan pulih dengan baik sementara pasien keempat mendapatkan pengobatan dari pneumonia. Rumor beredar bahwa pasien keempat telah meninggal yang dibantah oleh otoritas kesehatan.

Dua kasus baru yang dikonfirmasi dilaporkan pada 30 Januari dengan pasien kelima adalah seorang pria Korea Selatan berusia 32 tahun yang kembali dari pekerjaannya di Wuhan pada 24 Januari. Pasien keenam adalah kasus pertama di Korea Selatan yang belum pernah mengunjungi Wuhan. Pria 56 tahun itu tertular virus korona ketika mengunjungi restoran bersama pasien ketiga.

Pada 1 Februari, seorang warga negara Tiongkok berusia 49 tahun yang bekerja di Jepang sebagai pemandu wisata dikonfirmasi sebagai pasien kedua belas. Dia tertular virus korona ketika mengunjungi seorang pasien asal Jepang di Jepang dan memasuki Korea Selatan melalui Bandara Internasional Gimpo pada 19 Januari.

Pada 31 Januari, seorang pasien ketujuh dilaporkan sebagai pria Korea Selatan berusia 28 tahun yang kembali dari Wuhan pada 23 Januari. Dia mengalami gejala pada tanggal 26 Januari, dan dirawat di rumah sakit pada tanggal 28 Januari. Pada hari yang sama, empat pasien lagi dimasukkan ke dalam catatan sebagai pasien kedelapan (wanita Korea Selatan berusia 62 tahun) kembali dari Wuhan. Pasien kesembilan tertular virus korona dari pasien kelima yang merupakan seorang kenalan sementara pasien kesepuluh dan kesebelas terinfeksi ketika mengunjungi pasien keenam sebagai istri dan anaknya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengonfirmasi tiga kasus tambahan pada 2 Februari, sehingga totalnya menjadi lima belas kasus. Seorang wanita, yang telah kembali dari Thailand setelah liburan lima hari, dinyatakan positif dan dikonfirmasi sebagai kasus keenam belas pada 4 Februari. Tiga kasus lagi dikonfirmasi pada 5 Februari, sehingga jumlah total menjadi 19 kasus. Pasien ketujuh belas dan kesembilan belas telah menghadiri konferensi di Singapura dan telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi di sana. Pada hari yang sama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengumumkan bahwa pasien kedua telah keluar dari rumah sakit setelah dites negatif dalam tes berturut-turut, menjadi pasien virus korona pertama di negara itu yang sepenuhnya pulih.

Sejak 19 Februari

Semua pangkalan militer Korea Selatan dikunci setelah sebuah tes memastikan bahwa tiga tentara positif terkena virus korona. Maskapai melakukan pemotongan penerbangan dan jadwal kebudayaan dibatalkan karena kekhawatiran penyebaran virus lebih lanjut. Pasukan Amerika Serikat Korea menaikkan tingkat siaga dari rendah ke sedang dan memotong perjalanan yang tidak penting ke dan dari USFK Daegu. Fasilitas sekolah USFK Daegu ditutup dan personel yang tidak penting diperintahkan untuk tinggal di rumah sementara pengunjung yang pergi ke sana tidak diizinkan masuk. USFK mengumumkan bahwa janda seorang pensiunan tentara yang berada di Daegu didiagnosis positif terkena virus korona pada 24 Februari. Kamp Humphreys memberlakukan protokol deteksi virus, termasuk pemeriksaan suhu dan menaikkan tingkat peringatan ke level tinggi.


Sejumlah lembaga pendidikan telah ditutup sementara, termasuk lusinan taman kanak-kanak di Daegu dan beberapa sekolah dasar di Seoul. Pada 18 Februari, sebagian besar universitas di Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk menunda dimulainya semester musim semi. Hal ini termasuk 155 universitas yang berencana menunda dimulainya semester dua minggu hingga 16 Maret, dan 22 universitas berencana menunda dimulainya semester satu minggu hingga 9 Maret. Juga, pada 23 Februari 2020, semua taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas diumumkan untuk menunda semester dari tanggal 2 hingga 9 Maret.

Ekonomi Korea Selatan diperkirakan tumbuh 1,9%, yang turun dari 2,1% tahun 2020. Pemerintah telah menyediakan 136,7 miliar Won untuk pemerintah daerah sebagai dukungan. Pemerintah juga telah menyediakan pengadaan masker dan peralatan kebersihan lainnya.

Agensi hiburan SM Entertainment dilaporkan menyumbang 500 juta won dalam upaya untuk melawan penyakit ini.

Dalam industri K-pop, penyebaran virus korona yang cepat di Korea Selatan telah menyebabkan pembatalan atau penundaan konser dan acara lain yang melibatkan artis K-pop di dalam dan di luar Korea Selatan, sebagai contoh situasi termasuk pembatalan jadwal konser yang tersisa di Asia dan Eropa sebagai bagian dari tur dunia Boyband Seventeen yang bertajuk Ode To You pada tanggal 9 Februari 2020 serta pembatalan semua jadwal konser di Seoul sebagai bagian dari Map of the Soul Tour yang diadakan oleh BTS.

Reaksi pemerintah

Pada 22 Februari, pemerintah Korea Selatan meminta maaf karena menyebut virus "Daegu Corona 19" dalam laporan resmi. Istilah ini telah tersebar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran tentang diskriminasi.

Reaksi Internasional

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) meningkatkan status perjalanan ke Korea Selatan menjadi level 3 (hindari perjalanan yang tidak penting karena penyebaran virus oleh komunitas yang luas).

Pada 28 Februari, Charles Schwab Corporation menyarankan karyawan yang telah melakukan perjalanan ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk melakukan karantina sendiri selama 14 hari. Beberapa perusahaan seperti Amazon, Google, TD Bank Group, Bank of Nova Scotia, London Stock Exchange Group, dan Cargill, Inc. menunda semua perjalanan yang tidak penting ke daerah-daerah yang terkena wabah.

Hingga 2 Maret, 80 negara atau wilayah membatasi masuknya pengunjung dari Korea Selatan.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27633977 (2025-08-04T08:36:58Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.