Paradoks imigran

Paradoks imigran adalah bahwa imigran terkini berjumlah melebihi para imigran yang ada dan non-imigran dalam jumlah pengeluaran kesehatan, pendidikan, dan terkait peristiwa atau kejahatan, meskipun sejumlah batasan mereka hadapi untuk mencapai integrasi sosial.[1]
Menurut PBB, jumlah imigran generasi pertama di seluruh dunia adalah 244 juta.[2]
Bacaan tambahan
- Acculturation: Advances in Theory, Measurement, and Applied Research. American Psychological Association. 2003. .
- Children of Immigration. Harvard University Press. 2002. .
- La Nueva California: Latinos from Pioneers to Post-Millennials. University of California Press. 2017. .
- Legacies: The Story of the Immigrant Second Generation. University of California Press. 2001. .
- Immigrant Stories: Ethnicity and Academics in Middle Childhood. Oxford University Press. 2009. .
- Immigration and Crime: Race, Ethnicity, and Violence. NYU Press. 2006. .
Referensi
- ↑ * The Immigrant Paradox: The Stalled Progress of Recent Immigrants’ Children. CIS.org. * Michael G. Vaughn. Criminal epidemiology and the immigrant paradox: Intergenerational discontinuity in violence and antisocial behavior among immigrants. Journal of Criminal Justice. Vol. 42 (6). hlm. 483–490. doi:10.1016/j.jcrimjus.2014.09.004. * Christopher P Salas-Wright. Substance Use Disorders Among First- and Second-Generation Immigrant Adults in the United States: Evidence of an Immigrant Paradox?. Journal of Studies on Alcohol and Drugs. 2014-11-01. Vol. 75 (6). hlm. 958–967. doi:10.15288/jsad.2014.75.958.
- ↑ United Nations Population Division Department of Economic and Social Affairs. www.un.org.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22406345 (2022-12-21T12:42:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.