Lompat ke isi

Paradoks kestabilan–ketidakstabilan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal penyelesaian konflik tahun 2009 menilai hipotesis perdamaian nuklir secara kuantitatif. Penelitian tersebut membuktikan adanya paradoks kestabilan–ketidakstabilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meski senjata nuklir membawa kestabilan strategis dan mencegah perang besar-besaran, senjata nuklir justru memungkinkan terjadinya konflik kecil-kecilan. Apabila monopoli nuklir terjadi antara dua negara dan satu pihak tidak memilikinya, perang bisa saja terjadi. Sebaliknya, apabila dua negara sama-sama memiliki senjata nuklir, perang langsung tidak akan terjadi.[1]

Efek ini dapat dilihat dalam hubungan antara India dan Pakistan. Senjata nuklir dianggap berpotensi menghasilkan kestabilan dan ketidakstabilan.

Lihat pula

Referensi

  1. Robert Rauchhaus. Evaluating the Nuclear Peace Hypothesis A Quantitative Approach. Journal of Conflict Resolution. 2009. Vol. 53 (2). hlm. 258–277. doi:10.1177/0022002708330387.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29574048 (2026-08-14T00:38:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.