Paralogisme
Paralogisme adalah kondisi sesat pikir yang tidak disadari akan pelaku sesat pikir. Kondisi ini dapat terjadi ketika penalaran yang diberikan seakan-akan sangat masuk akal.[1] Tidak seperti aliran yang menganut pembenaran atau argumen menyesatkan, aliran ini tidak tergantung pada kebingungan pelaku yang menjadi berbahaya karena menyebabkan kekeliruan dalam beberapa hal yang dilakukan, tetapi lebih hanya dalam kesalahan penalaran. Istilah paralogisme berasal dari bahasa Prancis Pertengahan paralogisme, yang diserap dari bahasa Latin Akhir paralogismus. Kata tersebut pada gilirannya berasal dari bahasa Yunani paralogismos, yang berarti penalaran yang tidak masuk akal atau keliru. Istilah Yunani ini dibentuk dari gabungan awalan para- yang berarti "menyimpang" atau "di luar", dan logos yang berarti "ucapan”, atau "penalaran".[2]
Referensi
- ↑ Agustinus W. Dewantara. Logika: Seni Berpikir Lurus. Penerbit Wina Press. 2019. hlm. 106.
- ↑ Definition of PARALOGISM. www.merriam-webster.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29075612 (2026-03-27T04:53:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.