Lompat ke isi

Paruh lengkung

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Paruh lengkung atau (nama lama : trinil lumpur) merupakan burung yang berasal genus burung perandai Recurvirostra dalam famili burung yang sama dengan burung gagang-bayam. Nama genusnya berasal dari bahasa Latin , 'melengkung ke belakang' dan , 'paruh'. Nama umum diperkirakan berasal dari kata Italia ( Ferrarese ) . Francis Willughby pada tahun 1678 mencatatnya sebagai "Avosetta si orang Italia".

Biologi

Paruh-lengkung memiliki kaki yang panjang dan mereka menyapu paruhnya yang panjang, tipis, dan melengkung ke atas dari sisi ke sisi saat mencari makan di lahan basah payau atau asin yang mereka sukai. Bulu mereka berbulu, terkadang juga dengan sedikit warna merah.

Anggota genus ini mempunyai kaki berselaput dan mudah berenang. Makanan mereka terdiri dari serangga air dan makhluk kecil lainnya.

Mereka bersarang di tanah dalam koloni yang longgar. Di daerah muara, mereka mungkin memakan lumpur teluk atau dataran lumpur yang terbuka.

Paruh-lengkung adalah lambang Royal Society for the Protection of Birds.

Taksonomi

Genus Recurvirostra diperkenalkan pada tahun 1758 oleh naturalis Swedia Carl Linnaeus dalam edisi ke-10 nya.</link> mengandung satu spesies, yaitu trinil-paya paruh-lengkung Recurvirostra avosetta . Nama genusnya menggabungkan bahasa Latin </link> artinya 'bengkok' atau 'melengkung ke belakang' dengan </link> berarti 'paruh'.

Jenis

Genus ini berisi empat spesies.


Jangkauan dan habitat

Dalam koloni besar, mereka bertahan secara agresif dan mengusir spesies burung lain yang mencoba bersarang di antara atau di dekat mereka. Hal itu menimbulkan komentar kesal " Avocet: Exocet dari beberapa pengamat burung Inggris.

Mereka sudah lama punah di Inggris karena reklamasi habitat mereka dan penganiayaan oleh para pengumpul kulit dan telur. Namun selama atau segera setelah Perang Dunia II, mereka mulai berkembang biak di tanah reklamasi dekat Wash, yang dikembalikan ke rawa asin. untuk mempersulit pendaratan penjajah Jerman. Paruh-lengkung menggunakan Cagar Alam Nasional Titchfield Haven sebagai tempat berkembang biak di musim panas.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29706972 (2026-09-05T03:09:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.